Karakteristik Tanaman Batang Bawah Jeruk dan Kontribusinya terhadap Kompatibilitas, Fisio-genetik dan Mutu Buah Jeruk Keprok RGL

Oleh: Farida Yulianti, Peneliti Balitjestro

Jeruk merupakan komoditas hortikultura penting dengan tingkat konsumsi terbanyak keempat di dunia setelah mangga, tomat dan pisang (Aruoma et al., 2012) dan terbanyak kedua di Indonesia setelah pisang (BPS-Statistics Indonesia, 2020). Sumberdaya genetik jeruk di Indonesia cukup tinggi, yaitu sebanyak 255 aksesi, dengan nilai produksi jeruk pada tahun 2019 adalah sebesar 2.543.485 ton.  Tingkat kebutuhan konsumsi jeruk nasional yang terus meningkat menyebabkan nilai impor jeruk juga meningkat.  Pada tahun 2019, nilai impor jeruk Indonesia sebesar 137.585 ton, naik sebesar 88.5 persen dibandingkan tahun 2018. 

Pemenuhan kebutuhan konsumsi jeruk nasional dapat dilakukan dengan peningkatan produksi dan pengelolaan distribusi buah jeruk. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Upaya intensifikasi dapat dilakukan dengan menggunakan varietas jeruk unggul, baik batang atas maupun batang bawahnya.  Salah satu jeruk batang atas yang unggul adalah jeruk keprok Rimau Gerga Lebong (RGL). 

Keunggulan jeruk RGL adalah warna kulit dan daging buah oranye, ukuran buah besar, kadar jus tinggi, buah yang padat, dan produksi tinggi.  Upaya ekstensifikasi dapat dilakukan dengan menggembangkan tanaman jeruk di daerah suboptimal.  Kendala tanaman pengembangan jeruk di daerah suboptimal adalah tanaman batang bawah yang digunakan saat ini (Japansche citroen (JC) dan Rough Lemon (RL) kurang tahan terhadap cekaman biotik dan abiotik. 

Penggunaan tanaman batang bawah selain JC dan RL dalam pengembangan kawasan jeruk di Indonesia perlu dilakukan.   Citrumelo dan Kanci adalah tanaman jeruk batang bawah yang memiliki potensi untuk dikembangkan di Indonesia. Citrumelo memiliki sifat toleran terhadap kekeringan, ketahanan menengah terhadap kondisi salinitas tinggi, toleran terhadap CTV, toleran terhadap CEV, tahan Xylospora dan nematoda jeruk, toleran terhadap fitoptora, toleran terhadap kekurangan unsur Fe, Boron dan toleran terhadap Citrus Sudden Death. Tanaman Kanci memiliki potensi dapat membentuk tanaman menjadi kerdil dengan volume kanopi sempit sehingga dapat meningkatan densitas tanaman per satuan luas.    Sayangnya data karakter dan kompatibilitas kedua tanaman tersebut terhadap jeruk keprok RGL belum tersedia.  Selain itu, kontribusinya terhadap pertumbuhan tanaman dan mutu buah jeruk keprok RGL juga perlu dievaluasi.  

Hasil pengamatan terhadap karakteristik tanaman batang bawah, tanaman jeruk JC, Citrumelo dan Kanci memiliki karakter morfologi dan genetik yang bervariasi. Karakter morfologi penting untuk tanaman batang bawah adalah vigor tanaman, luas kanopi tanaman, produksi buah, jumlah biji dan embrioni biji.  Tanaman JC memiliki vigor besar dengan kanopi lebar, produksi buah tinggi dengan jumlah biji per buah banyak dan biji bersifat poliembrioni. 

Tanaman Citrumelo memiliki vigor besar dengan kanopi sempit, mengalami gugur daun pada musim kemarau, produksi buah tinggi dengan jumlah biji per buah banyak dan biji bersifat poliembrioni.  Tanaman Kanci memiliki vigor kecil dengan kanopi sempit, berbuah sepanjang tahun dengan durasi pematangan buah pendek dan biji bersifat poliembrioni.  Secara genetik, ketiga jenis batang bawah memiliki potensi toleran terhadap cekaman kekeringan namun sensitif terhadap cekaman salinitas dan CTV.

Berdasarkan kecepatan pertumbuhan benihnya, benih jeruk JC dan Citrumelo memiliki kecepatan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan Kanci. JC dan Citrumelo memiliki persentase benih tumbuh, karakter perakaran, dan anatomi ksilem (persentase dan luas pembuluh ksilem) yang lebih tinggi dibandingkan Kanci. 

Kompatibilitas antara tanaman jeruk batang atas terhadap batang bawah ditunjukkan oleh perlekatan mata tunas pada awal okulasi, pembentukan sambungan yang sempurna dan dukungan jangka panjang terhadap pertumbuhan tanaman jeruk batang atas.  Pengujian kompatibilitas jeruk keprok RGL pada tanaman batang bawah JC, Citrumelo dan Kanci menunjukkan bahwa tanaman jeruk keprok RGL bersifat kompatibel terhadap batang bawah JC dan Citrumelo namun bersifat late incompatibility dengan batang bawah Kanci.  Kombinasi RGL-JC dan RGL-Citrumelo menyebabkan tanaman lebih vigor dibandingkan kombinasi RGL-Kanci.

Tanaman batang bawah selain berpengaruh terhadap pertumbuhan, juga berpengaruh terhadap variable fisio-genetik, produktivitas dan kualitas buah tanaman jeruk batang atas.  Tanaman batang bawah Citrumelo memberikan kontribusi paling baik terhadap tanaman jeruk keprok RGL dibandingkan JC dan Kanci.  Tanaman batang bawah Citrumelo meningkatkan toleransi terhadap cekaman kekeringan, menginduksi potensi hasil per tanaman yang tinggi, panen pada periode late season (di luar musim), meningkatkan kadar jus buah, meningkatkan indeks kematangan buah, vitamin C dan total karoten buah. Tanaman batang bawah JC menginduksi hasil panen per tanaman dan kadar jus buah yang tinggi.  Tanaman batang bawah Kanci menyebabkan kenaikan oBrix dan total karoten buah.

Agenda

no event