Wisata Wawasan Kebun Jeruk

Wisata Wawasan Rusman Heriawan (7)
Balitjestro, Satu langkah lebih maju!

Pada Sabtu, 14 Mei 2016, Dr Rusman Heriawan berkunjung ke Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro). Rusman Heriawan adalah Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) periode 2011-2014. Sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala BPS sejak 2006-2011.

Kunjungan Rusman Heriawan beserta eks Eselon 1 BPS di eranya ke Balitjestro ini untuk wisata wawasan mengenai jeruk dan buah subtropika. Sebelumnya selama menjadi Wamentan, Rusman Heriawan mengemukakan keinginannya untuk mengunjungi Balitjesro, namun karena padatnya jadwal saat itu, kesempatan itu tak kunjung tiba.

Rombongan diterima oleh kepala Balitjestro Dr. Joko Susilo Utomo beserta jajarannya. Dalam pengantarnya, Kepala Balitjestro memberikan penjelasan mengenai apa saja kiprah Balitjestro untuk membangkitkan buah jeruk nasional. Terutama program yang saat ini sedang berlangsung yaitu kawalan teknologi mulai dari Gayo Aceh, Solok, Rejang Lebong di Sumatera; Garut, Tuban, Banyuwangi di Jawa, Nunukan di Kalimantan, Bali, Soe di NTT, Selayar dan Mamuju Sulawesi bahkan sampai  Nabire di Papua.

Balitjestro terus memberikan pelayanan terbaik, meskipun sadar masih belum optimal karena keterbatasan SDM. Dengan taraf lembaga nasional dengan jumlah peneliti 27 dan teknisi aktif yang kurang dari 20 tentunya membuat skala prioritas tersebut perlu dilakukan. Koordinasi yang apik dengan Pemda dan Dirjend Hortikultura menjadi syarat utama keberhasilan program pengembangan yang dijalankan.

Rusman Heriawan dalam sambutannya mengaku bahwa kunjungan ini diharapkan mampu memberi ide segar yang bisa dilaksanakan bagi para Eks Eselon 1 BPS dalam menghadapi masa pensiun. Lebih lanjut lagi, berbagai masukan dari diskusi bisa menjadi bahan pertimbangan di Pokja Kebijakan Badan Litbang Pertanian, tempat ia melanjutkan karir selepas dari jabatan Wamentan sekarang ini.

Kekayaan Indonesia yang luar biasa ini perlu dilestarikan jangan sampai punah, yang kehilangan nantinya bukan hanya Balitjestro, tapi dunia. Sekarang ini banyak verietas tanaman musnah padahal memiliki kearifan lokal yang tidak tergantikan. Ia pun memberi penekanan dengan menceritakan beberapa kasus di luar negeri misalnya di Brazil yang sempat terkena wabah hama penyakit yang menghancurkan industri karet dan akhirnya memberi dampak kerugian ekonomi yang luar biasa.

Selama menjabat Kepala BPS maupun Wamentan, ia sangat getol melakukan upaya reformasi birokrasi. Reformasi birokrasi bisa berjalan baik jika ditunjang SDM yang mumpuni. Maka tidak mengherankan jika ia juga berpesan agar peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas. Tanpa memandang remeh univeritas di dalam negeri, ia sangat mengapresiasi bahwa Balitjestro terus mendorong peneliti muda untuk mengambil pendidikan yang lebih tinggi di luar negeri. Keunggulan jejaring internasional dan alat yang modern adalah hal yang bisa didapat jika belajar di luar negeri.

Kepala Balitjestro memimpin rombongan tamu keliling kebun percobaan Tlekung
Kepala Balitjestro memimpin rombongan tamu keliling kebun percobaan Tlekung
Wisata Wawasan Rusman Heriawan (2)
Berfoto di salah satu sudut di KP Tlekung yang ditumbuhi bunga kertas
Wisata Wawasan Rusman Heriawan (6)
Rusman Heriawan mengabadikan foto

Selepas menyaksikan video profil Balitjestro, Rombongan diajak keliling Kebun Percobaan Tlekung, mulai dari koleksi tanaman apel, jeruk pamelo, anggur dan diakhiri petik jeruk di visitor plot. Walau kondisi jeruk saat ini masih dalam taraf matang fisiologis, hal ini tidak mengurangi rombongan dalam menikmati petik jeruk. Sumakri dan teknisi Kebun Percobaan Tlekung pun memilihkan beberapa pohon jeruk yang buahnya sudah menguning. Pengalaman petik jeruk ini sangat berkesan, apalagi mereka mengaku baru pertama kali melakukannya. Buah jeruk tampak lebat dan begitu menggoda.

Kebun Percobaan Tlekung memang telah berbenah. Teknologi pengairan mengadopsi dari BBSDLP Badan Litbang Pertanian dan berbagai infrastruktur diperbaiki. Harapannya kebun percobaan dapat naik taraf lebih baik lagi. Kesan bahwa kebun selama ini kotor dan becek dapat dihilangkan dengan kreativitas bersama. Banyak pula bunga yang ditanam untuk memperindah kebun, meskipun tetap fungsi utama dari bunga tersebut yaitu untuk pengendalian hama.

Mengakhiri kunjungan kali ini, Dr. Joko Susilo Utomo mengundang rombongan untuk menghadiri rangkaian acara BITE (Balitjestri Innovation Technology Expo) 2016 yang akan berlangsung pada 4-6 Agustus 2016. Pada event ini Balitjestro akan tampil all out dan buah jeruk pun sudah menguning matang optimal. (z@in)

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event