Wisata Petik Jeruk Pelajar SMPIT Insan Permata

SMP IT Insan Permata Petik Jeruk

 

Yohan Safrizal memimpin rombongan dari SMPIT Insan Permata Malang untuk mengikuti rangkaian acara Open House di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro). Rombongan terdiri dari 17 pelajar SMP Kelas VII dan 5 guru pendamping.

Tentunya Balitjestro menyambut dengan baik pengenalan jeruk nusantara sejak dini. Apalagi sekarang ini gempuran produk impor menggoyang pasar domestik dan masyarakat sudah tidak begitu peduli terhadap produk dalam maupun luar negeri, yang penting ketika dibutuhkan ada. Kondisi sepeti ini hanya bisa diperbaiki dengan kesadaran semua elemen, khususnya konsumen agar petani bergairah meningkatkan produktivitas dan kualitasnya.

Rombongan mengikuti sesi pembukaan di tenda utama dan dilanjutkan pemaparan profil Balitjestro di aula. Kekayaan sumber daya genetik (SDG) plasma nutfah jeruk tidak banyak diketahui oleh masyarakat. Dan bagi pelajar dan guru di SMPIT Insan Permata ini, pengetahuan ini merupakan hal baru. Indonesia memiliki lebih dari 232 asesi jeruk, 43 asesi anggur, 73 asesi apel, 34 asesi lengkeng dan 28 asesi stroberi. Setiap asesi mempunyai ciri karakteristik yang berbeda.

Setelah pemaparan profil dan teknologi unggulan Balitjestro, adik-adik diajak berkeliling display open house yang ada. Berbagai jenis jeruk yang unik ditampilkan di stand plasma nutfah, begitu pula dengan anggur, apel dan stroberi

Degreening adalah salah satu stand yang menarik minat para pelajar karena mereka menjadi tahu bagaimana kualitas buah yang baik. Jeruk nusantara bisa kuning tanpa perlakuan, khususnya yang berasal dari dataran tinggi. Namun, untuk meningkatkan kualitas tampilan ada teknologi penguningan (degreening) yang bisa dilakukan tanpa merubah rasa. Tentunya dengan dosis yang dianjurkan.

Bagian yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba, yaitu petik jeruk. Adik-adik kesana kemari memilih jeruk yang paling besar dan mulus. Setelah memetik jeruk yang diinginkan, kemudian menikmati bersama-sama. Jeruk yang dipetik adalah jenis Keprok Batu 55. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik untuk mengambil foto. Bagi pelajar SMP IT Insan Permata ini, petik jeruk ini merupakan pengalaman pertama yang mengesankan. Dan hal ini sekaligus menjadi pembelajaran berharga di luar kelas yang menambah pengetahuan mereka.

Selesai petik jeruk, kupon yang telah dibeli ditukarkan dengan 2 kg jeruk yang sudah disiapkan panitia. Ada masukan dari beberapa peserta bahwa jeruk yang dibawakan pulang tidak sebagus yang dipetik (di dalam lokasi petik jeruk) dari segi penampilan, warna dan ukuran. Masukan yang bagus untuk perbaikan panitia ke depan, terima kasih. Dari segi warna memang terdapat 2 macam jeruk yaitu masak fisiologis dan masak optimal. Keduanya sudah layak konsumsi. Dan tentunya jika ada yang tidak berkenan, panitia siap mengganti dengan yang lebih baik lagi. Silahkan datang kembali…

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event