Virus Psorosis pada Tanaman Jeruk

Patogen :  Citrus Psorosis Virus (CPsV) atau Rimocortius psorosis

Gejala

Virus Psorosis dapat menyerang hampir semua varietas jeruk, hybrid-hibridnya dan beberapa kerabat jeruk. Gejala umumnya jelas terlihat pada jeruk manis dan mandarin terinfeksi dengan ciri-ciri Vein flecking, Concave gum, Blind pocked, Crinkly leaf dan infections variegation. Vein flecking merupakan gejala penyakit pada daun muda berupa titik-titik kecil pucat/bercak di sekeliling tulang daun utama berbentuk zig-zag seperti daun sukun.

Concave gum merupakan gejala flecking pada daun muda dan depresi pada batang atau cabang.  Mula-mula kulit pecah dan gom keluar akibatnya bagian kayu tidak berkembang. Pada tanaman muda gejala biasanya tidak terlihat jelas (symptom less). Pada tanaman jeruk di lapang Psorosis menyebabkan gejala pengelupasan kulit batang dan cabang yang disebut Bark scalling, 6-12 bulan setelah penularan. Gejala Concave gum yaitu pertumbuhan cabang menyimpang, membentuk kantong-kantong gum memanjang. Blind pocket yaitu gejala klorosis daun, lekukan memanjang sejajar dengan batang. Kadang-kadang tanaman kerdil.

[cml_media_alt id='1436']Gambar. Gejala penyakit Psorosis[/cml_media_alt]
Gambar. Gejala penyakit Psorosis
Bioekologi

Ditemukan secara sporadis (terpencar) di Tejakula-Bali dan Jawa tengah tetapi saat ini sebagian besar jeruk di daerah tersebut telah dieradikasi.

Virus ini tidak ditularkan melalui vektor, tetapi secara mekanis atau kemungkinan dapat terbawa melalui biji. Kurang lebih 4,5% biji lemon di California tercemar virus Psorosis. Introduksi biji perlu lebih diwaspadai.

Pengendalian

Pengendalian preventif dengan menggunakan bibit jeruk bebas penyakit dan indeksing pada BF. Indeksing umumnya menggunakan tanaman indikator jeruk manis Madame vinous. Gejalanya tampak sebagai kematian pada pucuk dan ranting muda (Shock). Daun yang tumbuh berikutnya bergejala Vein flecking. Gejala tampak 2-4 bulan setelah penularan dan hilang setelah 2 minggu.

Penggunaan batang-bawah toleran misalnya JC sangat dianjurkan dan dicegah penggunaan RL. Di California dilaporkan bahwa mengerok kulit dari luka baru dapat menghambat perkembangan penyakit.

Tanaman jeruk di BF, BPMT, dan pembibitan harus menggunakan pisau okulasi dan gunting pangkas yang selalu disterilkan pada saat akan dipergunakan. Caranya dengan mencelupkan atau mengusapkan dalam natrium hypoklorit 1-2% (misalnya Clorox atau Bayclin) atau dengan alkohol 70%. Agar tidak terjadi karat, sebaiknya pisau tersebut dinetralisis dengan mencuci dalam larutan cuka (1:3 air) kemudian ditambahkan minyak yang dapat larut dalam air.

 

Oleh: Mutia Erti Dwiastuti dan Anang Triwiratno
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event