Varietas jeruk di dunia

Berbagai spesies dari genus Citrus telah di budidayakan di seluruh dunia dan bahkan beberapa negara telah menjadi produsen terbesarnya . Dapat diketahui bahwa China adalah Negara penghasil jeruk berbagai spesies dan yang terbesar adalah jenis jeruk Tangerine,Mandarin, dan Clementine.

Berdasarkan The citrus Industry Vol. I, klasifikasi oleh Swingle, bahwa Tangerine dan Clementine termasuk ke dalam kelompok Mandarin. Mandarin sendiri adalah istilah yang dipakai untuk menunjukkan kepada kelompok jeruk dengan ciri kulit tipis, mudah dikupas  dan juring tidak rekat.

Tangerine, nama yang pertama kali digunakan untuk buah yang berasal dari Tangier, Maroko, sebagai variasi dari Mandarin. Di bawah sistem klasifikasi Tanaka, Citrus tangerina dianggap sebagai spesies terpisah. Namun sebagian besar ilmuwan percaya secara genetic Tangerine sama dengan Mandarin karena penampilan morfologinya memiliki kesamaan dengan Mandarin. Perbedaan yang sering diperbincangkan antara Tangerine dan Mandarin adalah pada warna kulit buah. Tangerine memiliki warna kulit oranye tua mendekati merah sementara Mandarin oranye terang.

Dancy Tangerine
Algerian “Clementine”

Clementine adalah variasi dari Mandarin yang diperkenalkan di Amerika pada tahun 1909. Clementine banyak dibudidayakan di California. Jeruk ini memiliki ciri kulit buah halus dan berwarna oranye gelap. Salah satu keunggulan lain yang menjadi ciri khasnya adalah early maturity atau umur matang buah yang singkat jika dibandingkan dengan varian Mandarin lainnya.

 

Dalam The Citrus Industry Vol.I, Mandarin dibagi menjadi empat kelompok besar yaitu:

  1. Satsuma Mandarin (Citrus unshiu)
  2. King Mandarin (Citrus nobilis Lour)
  3. Mediterranean Mandarin (Citrus deliciosa Tenore)
  4. Common Mandarin (Citrus reticulata Blanco)

Satsuma Mandarin (Citrus unshiu)

Satsuma Mandarin berasala dari Kyushu Jepang dan dikenal juga Unshiu mikan. Satsuma Mandarin memiliki deskripsi sebagai berikut:

“Ukuran buah sedang, bentuk bulat agak pipih, terkadang muncul leher buah, warna kulit buah oranye ketika matang, navel terkadang muncul, permukaan kulit agak lembut dan berminyak, juring 10 hingga 12, seedless

Kekhasan dari Satsuma Mandarin yang sangat komersial adalah karakter seedless. Karakter ini hampir bisa dikatakan stabil karena selalu muncul pada semua varietasnya. Berdasarkan kecepatan matang buah, lokasi ditemukan,dan sejarah asal usul, Satsuma dapat di kelompokan menjadi 12 varietas utama

Varietas utama satsuma Mandarin

 

 

 

 

 

 

 

 

 

King Mandarin (Citrus nobilis Lour)

Kelompok mandarin ini diduga berasal dari Indo-China (Vietnam Selatan). Dikenal juga dengan nama Kunenbo di Jepang. Penyebaran hingga ke wilayah Malaya dan dikenal sebagai King of Siam.  Deskripsi dari  jeruk ini sebagai berikut:

Ukuran buah besar, bentuk bulat dengan bagian bawah datar, kulit buah tebal, kulit agak rekat tapi masih bisa dikupas, permukaan kulit beragam halus hingga kasar, warna kuning gelap hingga oranye waktu matang, juring 12 hingga 14 dan mudah dipisahkan

Beberapa varietas komersial yang termasuk dalam kelompok King Mandarin sebagai berikut: Encore, Honey, Kinnow, Wilking (King x Willowleaf) dan Kara (Owari Satsuma x King)

Mediterranean Mandarin (Citrus deliciosa Tenore)

Kelompok jeruk ini banyak ditemui di kawasan Mediternia dan dikenal dengan banyak nama, dimana sebagian besar nama mengacu kepada daerah tumbuhnya. Deskripsi dari  jeruk ini sebagai berikut:

“ Ukuran buah sedang, bentuk bulat pipih, bagian atas kadang berkerah dengan konde berkerut, Kulit tipis, sangat mudah dilepas, permukaan halus dan sangat berminyak, warna kulit kuning ke oranye saat matang,juring antara 10-12, biji sanagat banyak dan kecil.”

Varietas umum dari kelompok ini adalah Willowleaf.

Common Mandarin (Citrus reticulata Blanco)

Varietas yang masuk dalam kelompok ini adalah semua jenis jeruk keprok dan Siam yang di kenal di Inonesia. Deskripsi yang diberikan untuk kelompok ini adalah:

“Ukuran buah kecil hingga besar sedang, bentuk buah bulat, bulat pipih,  bagian atas kadang berkerah, bagian bawah cenderung datar, Kulit tipis hingga tebal, kadang cukup rekat, permukaan halus berpori, kadang berminyak, warna kulit kuning ke oranye saat matang, juring antara 10-14, axis ada yang rapat.”

Beberapa varietas local Indonesia yang masuk dalam kelompok ini adalah Keprok dan Siam. Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Suptropika saat ini memiliki 83 varietas Mandarin yang berasal dari introduksi (42 jenis) dan domistik (41 jenis). Beberapa jenis domestik yang telah dikembangkan diantaranya Keprok Soe, Keprok Beras Sitepu, Keprok Batu 55, Siem Maga dan Siem Madu Batu 55, Soe, Berasitepu, dan Garut.

Terdapat beberapa varietas Common Mandarin yang sangat terkenal di seluruh dunia adalah Clementine Algeria, Dancy Tangerine, Freemont, Murcott, Ponkan, Oseola, Robinson.

Selain varietas yang berukuran sedang hingga besar, ada juga kelompok varietas yang dikenal sebagai small mandarin, yaitu kelompok jeruk mandarin yang berukuran kecil. Beberapa yang terkenal diantaranya Jeruk Limau (C. amblycarpa Ochse) Cleopatra Mandarin (C. reshni Hort).

Varietas yang Mirip dengan Mandarin

Selain varietas yang memang secara deskripsi masuk tersebut dalam kelompok Mandarin, terdapat juga beberapa yang sangat mirip dengan Mandarin tapi tidak tergolong ke dalamnya. Sebagian varietas tersebut hasil persilangan atau mutasi alami.

  1. Kelompok Tangor, persilangan antara Mandarin dan Orange (C. sinensis)

Varietas yang terkenal adalah Temple (buah sedang, bentuk bulat telur, kulit oranye kemerahan,  memiliki navel)

  1. Kelompok Tangelo, persilangan antara Mandarin dan Pummelo (C. maxima), dan atau Grapefruit (C.paradisi)

Varietas yang terkenal yaitu Mineola dan Orlando

  1. Calamondin (C.madurensis)

Iyomikan (C. iyo Hort)

(sumber: Pengenalan dan Identifikasi Spesies Jeruk oleh Chaereni Mertasari )