Variasi Genetik Jeruk Keprok SoE (Citrus reticulata Blanco) Hasil Radiasi Sinar Gamma Menggunakan Penanda ISSR

(Genetic Variation of Keprok SoE Mandarin (Citrus reticulata Blanco) Resulted from Gamma Iradiation Based on ISSR Markers)

 

Buletin Plasma Nutfah Vol.16 No.2: 134-139, .2010

 

Farida Yulianti1*, C. Martasari1, Karsinah2, dan Tangguh Hartanto3

1Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, Jl. Raya Tlekung no. 1, Batu, Kotak Pos 22, Malang 65301

2Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Jl. Raya Solok Aripan Km. 8, PO Box. 5, Solok 2730-Sumatera Barat

3Universitas Brawijaya, Jl. Mayjen Haryono 169, Lowokwaru, Malang 65145, Jawa Timur

 

ABSTRACT

SoE mandarin is one of the best mandarin from Indonesia which has been chosen as one of mandarin for import substitution. The citrus quality could be improved through breeding program, one of this program was mutation breeding using gamma rays irradiation. The research was aimed to obtain information of SoE mandarin genetic variation derived from gamma rays irradiation using ISSR marker. The research was conducted at Breeding and Tissue Culture Laboratory of Indonesian Citrus and Subtropical Research Institute (ICISFRI) from May to September 2008. Five ISSR primers were used to amplify DNA samples. Matrix data was counted and dendrogram of samples was established using UPGMA and SAHN methods. The resulst showed that 3 of the primers indicated polymorphism. About 22 locus were amplified from 3 primers, 9 (40.9%) locus showed polymorphism. The genetic similarity of SoE mandarin derived from gamma rays irradiation were 73-100%.

Keywords: SoE, genetic variation, ISSR, mutation breeding.

ABSTRAK

Jeruk keprok SoE merupakan salah satu jeruk keprok unggulan Indonesia untuk mensubstitusi jeruk impor. Kualitas jeruk dapat ditingkatkan melalui program pemuliaan, salah satunya adalah melalui pemuliaan mutasi dengan menggunakan sinar gamma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang variasi genetik jeruk keprok SoE hasil radiasi sinar gamma menggunakan penanda ISSR. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan dan Kultur Jaringan, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) pada bulan Mei-September 2008. Lima penanda ISSR digunakan untuk mengamplifikasi sampel DNA. Pengelompokan tanaman di dalam dendrogram dihitung menurut UPGMA menggunakan metode SAHN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga penanda mengindikasikan adanya polimorfisme. Dari 22 lokus yang terbentuk dari tiga penanda, sembilan lokus (40,9%) menunjukkan polimorfisme. Tingkat kesamaan genetik jeruk keprok SoE hasil radiasi sinar gamma berkisar antara 73-100%.

Kata kunci: SoE, variasi genetik, ISSR, pemuliaan mutasi.

Artikel lengkap bisa didownload di sini atau di sini

Agenda

no event