Usai Resmikan Pembukaan PENAS XIV, SBY Tinjau Area Gelar Teknologi

SBY Petik Jeruk - Badan Litbang Pertanian - Balitjestro (1)Sejak Sabtu pagi (07/06), puluhan ribu peserta PENAS XIV mulai memadati stadion Kanjuruhan dan sekitarnya. Sebagaimana yang dijadwalkan pukul 15.00 WIB, Susilo Bambang Yudoyono (SBY) meresmikan dan membuka PENAS di stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Tampak SBY hadir dihadiri Ibu Ani dan rombongan menteri yaitu Dipo Alam (Sekretaris Kabinet), Suswono (Menteri Pertanian), Chairul Tanjung (Menko Perekomian), Sharif Cicip Sutardjo (Menteri Kelautan dan Perikanan), Haryono (Kepala Badan Litbang Pertanian), Soekarwo (Gubernur Jatim), Rendra Kresna (Bupati Kabupaten Malang), dll.

Usai meresmikan pembukaan PENAS XIV, SBY dan rombongan tinjau area gelar teknologi yang diisi oleh berbagai inovasi Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian. Dalam kegiatan Gelar Teknologi kali ini ditampilkan berbagai komoditas pertanian dan peternakan dalam bentuk demplot percontohan pertanian lestari. Tema yang diangkat pada gelar teknologi PENAS XIV 2014 kali ini adalah “Pertanian Bioindustri Ramah Lingkungan”.

Satu per satu area gelar teknologi didatangi SBY dan panitia menjelaskan berbagai kemajuan penelitian yang telah dicapai. Dari pintu gapura utama yang dihias apik dengan tabulampot jeruk calamondin, SBY meninjau varietas unggul bawang merah, cabai, jagung pulut dan jagung hibrida, tebu, kedelai dan padi gogo. Kemudian berlanjut di plot Bioenergi. Pada plot ini diperagakan beberapa inovasi teknologi terakit penyediaan bahan baku sumber energi terbarukan (bioenergi) yaitu (1) kandang ternak sapi dan ayam yang dikombinasikan dengan instalasi biogas, (2) varietas sorgum yang didukung alat processing bioetanol dari batang sorgum, dan (3) kemiri sunan yang ditumpangsarikan dengan kedelai, serai wangi, wijen dan bunga matahari.

Pada plot kemiri sunan juga diperagakan mobil dengan bahan bakar biodisel kemiri sunan yang diletakkan di pinggir jalan. SBY juga mendatangi saung Agro Inovasi dimana Rudy Tjahjohutomo kepala BB Pasca Panen menjelaskan berbagai inovasi dan terobosan yang telah dilakukan diantaranya teknologi proses peningkatan kualitas dan rendemen beras melalui teknologi pengkabutan yang diinsertkan pada proses polishing/refining, kemudian produk pengolahan hasil samping penggilingan beras yang meliputi minyak dedak (rice bran oil), biscuit dari katul “food grade”, dedak awet, briket arang sekam dan kompor sekam.

Di saung Agro Inovasi ini pula SBY dan rombongan tampak senang dan antusias panen jeruk yang dikoleksi Badan Litbang Pertanian. Harwanto (Kepala Pelayanan Teknis Balitjestro) menjelaskan berbagai sebaran jeruk dan teknologi Badan Litbang Pertanian di seluruh propinsi di Indonesia. Tak lupa, rombongan presiden pun memetik dan merasakan bahwa Jeruk Indonesia tidak kalah dengan jeruk impor. [zh]

Baca berita selanjutnya…

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event