Usai Panen, Gunduli Pohon

apel_jp17092016h34
AGAR BERBUAH: Belasan petani merontokan dedaunan pohon apel di lahan Dusun Jugo, Desa Tulungrejo, Bumiaji

Jawa Pos, Sabtu 17 September 2016
KOTA BATU – Agar pohon apel berbuah lagi, petani selalu mengeprasi dedaunan. Pengeprasan itu rutin dilakukan setelah panen.
Hal itu dilakukan Suriat, petani apel asal Dusun Jugo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Kemarin (16/9), dia ditemani 15 buruhnya mengeprasi daun pohon apel di kebunnya. Perempesan itu dilakukan
menyeluruh, sehingga pohon apel di kebunnya seluas 2000 meter persegi itu gundul.
“Kalau tidak (digunduli daunnya) tidak bisa berbuah lagi,” kata Suriat ditemui koran ini di lokasi kebun.
Memangkas pohon apel, lanjut dia, tentu tidak asal. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam mengepras daun apel. Menurutnya, pohon apel harus memiliki bentuk sedikit mengerucut. Yakni bagian bawah pohon lebih besar dibanding bagian puncaknya. Bentuk demikian memungkinkan sinar matahari mencapai ke lebih banyak bagian cabang. “Sehingga hasilnya (buah apel) maksimal. Karena (memangkas) untuk membuat tanaman lebih sehat, menstimulasi pertumbuhan dan menghasilkan buah,” beber pria berusia 43 tahun ini.
Memangkas juga memerlukan beberapa peralatan khusus untuk mencegah terjadinya kerusakan pada pohon. Mata pisau yang digunakan harus memiliki ukuran proporsional sesuai dengan batang dipangkas. Untuk dahan berukuran kecil misalnya, menggunakan gunting pangkas tangan.
“Ini untuk menghindari pohon apel rusak,” katanya. “Biasanya kami lakukan setelah panen,” tambah ayah satu anak ini. (zal/dan)