Update Kekinian, Peneliti dibekali Informasi e-Peneliti dan Inpassing

Senin, 7 Mei 2018 Balitjestro mengadakan Sosialisasi e-peneliti kepada para pegawai internal Balitjestro yang mempunyai jabatan fungsional peneliti, teknisi, dan kepegawaian dengan total jumlah 40 orang. Sosialisasi ini berlangsung dalam satu hari dengan mendatangkan Narasumber Yoke Pradanatama, Kasubbid Penilaian dan Penetapan Angka Kredit, Pusbindiklat Peneliti-LIPI.

Diawali dengan Pembukaan dari Kepala Balitjestro, Dr. Ir. Muhammad Taufik Ratule, MSi. dimana dalam sambutannya, disampaikan bahwa peneliti harus memahami bahwa penelitian itu terminal akhirnya adalah inovasi yang harus dipahami stakeholder. Setelah itu dilanjutkan prakata dari Narasumber dan pemberian materi sosialisasi.

Yoke Pradanatama memberikan penjelasan dengan fokus bahasan tentang e-peneliti dan SiPasti. Sistem e-Peneliti ini bertujuan agar ada partisipasi dan peran aktif dari peneliti dalam mengisi logbook, ketertelusuran data dan informasi, serta pelayanan publik yang efektif dan efisien serta akuntabel. Selain itu dijelaskan pula alur proses pengusulan penilaian angka kredit, serta beberapa manfaat e-peneliti antara lain tersedianya basis data peneliti berdasarkan nama dan bidang kepakaran, simulasi pada setiap stakeholders dalam versi demo, informasi dan peraturan terupdate tentang jabatan fungsional peneliti, aplikasi inpassing jabatan fungsional peneliti (SiPasTi), dan aplikasi ketersediaan lowongan/formasi jabatan fungsional peneliti.

Dalam e-Peneliti ini terdapat SiPasTi yaitu Aplikasi Inpassing Jabatan Fungsional Peneliti yang berdasarkan Perka LIPI No 5 Tahun 2017 tentang Pengangkatan Jabatan PNS dalam Jabatan Fungsional Peneliti melalui Penyesuaian/Inpassing yang diperbarui dengan Peraturan LIPI No 7 Tahun 2017. Yoke Pradanatama menjelaskan secara lengkap tentang Inpassing dan memberikan beberapa solusi pada setiap permasalahan yang terjadi dalam pengajuan jabatan fungsional peneliti di Balitjestro. “Dari sosialisasi ini diharapkan adanya konsistensi atau peningkatan SDM fungsional lebih kompeten di Balitjestro sehingga ke depannya tidak ada peneliti yang berguguran” tutup Ir. Mutia Erti D, MS., Ketua dari Tim PUI Jeruk yang memfasilitasi kegiatan ini. (Trifena)