Upaya “Menyelamatkan” Jeruk Manis Kisar dari Kepunahan

Lemon Kisar merupakan komoditas buah andalan di pulau Kisar, secara nasional diakui sebagai varietas jeruk unggul berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 864/Kpts/TP.240/11/1998 tentang Pelepasan Varietas Jeruk Unggul Nasional dengan nama Jeruk Manis Kisar. Jeruk ini merupakan tanaman buah lokal Indonesia yang mempunyai sebaran asli geografis di Kabupaten Maluku Barat Daya dan telah dibudidayakan secara turun-temurun. Namun, perkembangan jeruk manis Kisar saat ini cukup memprihatinkan, mengingat populasinya setiap tahun mengalami penurunan. Data statistik menunjukkan bahwa pada tahun 2013 populasi jeruk manis Kisar sebanyak 45.000 tanaman, hingga akhir tahun 2016 tersisa kira-kira 5000 tanaman. Kondisi ini apabila tidak ditangani secara cepat dan serius, diperkirakan dalam kurun 5 tahun ke depan jeruk manis Kisar akan mengalami kepunahan.

Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya lewat Dinas Pertanian dan Peternakan telah mencanangkan suatu program dengan nama Gerakan Pengembangan Jeruk Kisar (Gerbang Jekis) pada wilayah Pulau Kisar sebagai sentra tanaman jeruk manis Kisar. Tujuan utama dari program ini adalah mempertahankan dan meningkatkan perkembangan jeruk Kisar di pulau Kisar melalui berbagai kegiatan di berbagai sektor yang terkait. Salah satu kegiatan yang mendukung program Gerbang Jekis bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pegembangan Pertanian, melalui Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) adalah kegiatan Pendampingan dan Pengawalan Teknologi Budidaya dan Perbenihan Jeruk Kisar, Di Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. Tujuan kegiatan ini adalah : 1.) Meningkatkan pengetahuan staf/petugas tentang budidaya tanaman jeruk yang padat teknologi, 2.) Mendukung dan mendampingi Dinas Pertanian dan Peternakan dalam melaksanakan program Gerakan Pengembangan Jeruk Kisar (Gerbang Jekis) dengan keahlian dan kepakaran yang dimiliki oleh tenaga ahli yang ditunjuk.
Implementasi dari program Gerbang Jekis yang harus segera dilakukan dalam upaya menyelamatkan populasi jeruk manis Kisar adalah :

1. Gerakan Masal Pengendalian Penyakit Diplodia
Gerakan secara masal ini perlu dilakukan, mengingat apa yang sudah dilakukan selama ini belum cukup efektif. Gerakan masal dilakukan secara bersama dalam jangka waktu yang sama oleh pemilik pohon jeruk dengan cara memotong tanaman yang terserang parah , membuang dan membakar tanaman tersebut dengan tujuan memutus siklus spora penyakit Diplodia sehingga tidak menyebar ke tempat lain. Untuk tanaman yang terserang tetapi dalam taraf masih bisa diselamatkan, tanaman dikendalikan dengan menggunakan bubur California yang diaplikasikan pada saat awal dan akhir musim hujan serta membiasakan mensterilisasikan alat pertanian seperti parang, gergaji dan pisau dengan larutan klorok 10 % atau larutan alkohol > 70%. Gerakan ini memerlukan komitmen bersama terutama pemilik tanaman yang dalam pelaksanaannya akan dipandu petugas dari dinas pertanian.

2. Pemeliharaan Pohon Induk Tunggal (PIT) Jeruk Manis Kisar
Pohon Induk Tunggal (PIT) jeruk Manis Kisar (terpilih) yang ada di lapang harus dalam kondisi pertumbuhan optimal, karena dari pohon induk ini akan menjadi sumber materi perbanyakan untuk menjadi Pohon Induk (PI) yang akan diduplikasi di Balitjestro melalui proses “pembersihan”. Sambil menunggu proses “pembersihan” yang memerlukan waktu 1.5-2 tahun, PIT jeruk manis Kisar dapat diambil rantingnya sebagai sumber mata tempel untuk menghasilkan benih sebar (rekomendasi dari Balitjestro dan Ditjen Perbenihan) yang akan di lapang untuk mengganti tanaman yang mati.
Kegiatan pemeliharaan PIT berupa : pemangkasan ranting tunas air/wiwil, pemangkasan ranting terserang penyakit, serta penyaputan batang dengan larutan Benomyl 5 % untuk mengendalikan penyakit busuk akar dan Diplodia, dan pemupukan dengan pupuk NPK dosis 10 kg/pohon/.

PIT jeruk manis Kisar sebelum dan sesudah pemeliharaan

3. Demplot Pengelolaan Tanaman Jeruk Sehat
Materi demplot pengelolaan tanaman jeruk sehat direncanakan menggunakan tanaman jeruk dewasa yang sudah berproduksi milik beberapa petani. Di lokasi demplot diterapkan semua komponen pemeliharaan sesuai rekomendasi yang mengacu pada kaidah Pengelolaaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS). Sebagai pembanding akan dipilih tanaman milik petani yang dipelihara sesuai dengan kebiasaan petani Pulau Kisar. Dari demplot ini diharapkan, petani akan mencontoh teknologi-teknologi yang telah diterapkan di demplot dan menerapkan pada tanaman jeruk yang saat ini dikelola petani apa adanya.

4. Demplot Penanaman Jeruk Manis Kisar Menggunakan Benih Okulasi
Benih jeruk Kisar yang mata tempelnya berasal dari PIT terpilih diokulasi di Balijestro, setelah siap tanam dikirim ke Pulau Kisar untuk di tanam di lokasi demplot. Luas demoplot direncanakan 1 Ha atau setara dengan 400 pohon di lahan milik salah satu petani yang pemeliharaannya menerapkan kaidah Pengelolaaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS). Sebagai pembanding akan dipilih tanaman milik petani yang benihnya berasal dari biji jeruk Kisar yang dipelihara sesuai dengan kebiasaan petani Pulau Kisar. Dari demplot ini juga ada proses transfer teknologi baru ke petani.

5. Pembersihan PIT Jeruk Kisar
Potensi lain selain jeruk Manis Kisar di pulau Kisar adalah jeruk Keprok Kisar. Jeruk ini mempunyai cita rasa manis, sedikit asam dan segar, warna kulit buah kuning tua dengan potensi produksi 2.000 buah/pohon/tahun. Untuk dipersiapkan untuk didaftarkan/dilepas dengan nama jeruk keprok Kisar maka tanaman ini harus dibebaskan/dibersihkan dari 5 macam patogen sistemik jeruk yaitu : Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD), Citrus Tristeza Virus (CTV), Citrus Vein Enation Virus (CVEV), Citrus Exocortis Viroid (CEV) dan Citrus Psorosis Virus (CPsV) dengan metode “Shoot Tip Grafting” atau Penyambungan Tunas Pucuk (PTP). Pembersihan ulang juga dilakukan pada jeruk manis Kisar, karena Pohon Induk (PI) yang ada di Balitjestro terserang penyakit. Hasil pembersihan diperoleh 15 calon pohon induk kelas Benih Dasar yang ditanam di Blok Fondasi (BF), yaitu : bangunan rumah kasa atau /screen house “ insect proof “ berpintu ganda, tanaman ditanam di pot berukuran diameter 60 cm x tinggi 80 cm di Balai Benih Induk Hortikultura. Mata tempel Benih Dasar di Blok Fondasi selanjutnya dapat dipanen /digunakan untuk Benih Pokok yang ditanam di Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) yang sudah ada.

Proses Pembersihan PIT Jeruk di Balitjestro

6. Komitmen Melaksanakan “Kesepakatan Wonreli”
Dalam rangka mendukung pelaksanaan program Gerbang Jekis, masyarakat di pulau Kisar membuat kesepakatan bersama yang harus ditaati bersama, dikenal dengan “kesepakatan Wonreli” yaitu :
a. Setiap Kepala Keluarga di Pulau Kisar harus menanam jeruk manis Kisar minimal 10 pohon/kk.
b. Mulai tahun depan memusnahkan tanaman yang sakit.
c. Menanam jeruk berasal dari benih jeruk Kisar bermutu.
d. Menghentikan penggunaan herbisida yang tidak sesuai dengan peruntukannya.
Apabila point-point tersebut di atas dapat dilaksanakan dengan baik, maka keberlanjutan pertumbuhan dan populasi jeruk Kisar di pulau Kisar dapat terselamatkan. (Ir. Agus Sugiyatno, MP dan Setiono, SP)