Upaya Membangkitkan Kembali Keprok Grabag

Pada tahun 80an jeruk Keprok Grabag pernah mengalami masa kejayaannya khususnya di wilayah Ngablak, Kabupaten Magelang. Buah ini memiliki warna oranye dengan rasa manis sedikit asam dan menjadi ikon dari daerah ini.

Jeruk ini banyak ditanam masyarakat di halaman atau pekarangan rumah. Namun saat ini kondisi tanaman sudah mulai punah karena serangan penyakit.

Dalam upaya membangkitkan kembali Keprok Grabag di asalnya Kepala Balitjestro Dr.Ir. Harwanto, M.Si , koordinator pelayanannteknis dan jasa penelitian Yunimar, S.Si, M.Si serta Kepala BPTP Jawa Tengah Dr.Ir. Joko Pramono ,MP mengunjungi lokasi agrowisata di Desa Pagergunung dan Pandean yang rencananya akan ditanami Keprok Grabag, Selasa (02/2). 

Lokasi ini berada diketinggian diatas 1000 mdpl dan memiliki pemandangannya sangat indah karena dikelilingi oleh 3 gunung yaitu Andong, Telomoyo dan Merbabu.

Disamping itu telah dibangun embung untuk pengairan dan menjadi destinasi wisata masyarakat.

Selanjutnya diadakan koordinasi rencana pengembangan dengan perwakilan kelompok tani, perangkat desa dan pihak terkait.

Ke depan Badan Litbang Pertanian akan mendiseminasikan benih jeruk Keprok Grabag untuk dikembangkan di kawasan agrowisata di Kecamatan Ngablak.

Harapannya, dengan pengelolaan yang benar dan dukungan teknologi, tanaman akan mampu berkembang dan berproduksi dengan baik. Apabila berhasil akan memacu masyarakat untuk menanam kembali jeruk yang pernah berjaya tersebut.

Dengan sinergi dan dukungan dari semua pihak maka Keprok Grabag akan bangkit dan kembali menjadi ikon di tempat asalnya. (aminuddinfajar/Balitjestro)

Agenda

no event