Umur Dua Bulan, Apel Rawan Terserang Hama

apel_jp05092916h30
WASPADA: Petani apel Dusun Junggo, desa Tulungrejo, ini menyemprot anti hama kemarin. Buah apel rawan diserang hama pada umur dua bulan.

KOTA BATU – Petani apel harus melakukan perawatan secara ekstra agar produktivitas tanaman bagus. Sebab, apel rawan dengan serangan hama, seperti kutu sisik.

Bahkan, petani harus menyemprot antihama (ngompres) dua kali saat musim hujan. Sedangkan untuk musim kemarau dilakukan lima hari sekali.

SepertiyangdilakukanMiskat, salah satu buruh rawat kebun apel di Dusun Junggo, desa Tulungrejo, kemarin (4/9). Menurutnya, kedisiplinan dalarn mengompres apel ini sangat menentukan kualitas dan kuantitas buah. “Kalau tidak rutin, buahnya mudah busuk kena kutu sisik,” kata Miskat disela-sela ngompres kemarin.

Lebih lanjut, hama ini rentan menyerang tanaman apel saat usia buah sekitar dua bulan. Sehingga petani apel harus ekstra mengawasi perkembangan buahnya. “Harus diperhatikan, ada bintik-bintiknya (kutu sisik, Red) atau tidak,” ucap pria lima anak tersebut.

Tak hanya itu, masih kata Miskat, petani juga harus sering memotong ranting pohon yang tidak produktif. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan buahnya maksimal. “Tentunya juga harus diikuti dengan pengguguran sebagian daun agar maksimal ukuran buahnya,” ungkapnya.

Terpisah, penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Distanhut Kota Batu Dulkamar mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan petani saat memotong ranting. Yakni harus dipilih ranting yang tidak produktif seperti ranting yang kena penyakit. “Ini (pemotongan ranting yang benar, Red) yang harus diperhatikan petani” tambah Dulkamar. (zal/c2/im)

 

Sumber: Jawa Pos, 05 September 2016, halaman 30

Agenda

no event