Uji Ketahanan Planlet Jeruk Pada Stress Lingkungan Secara In Vitro

(Screening of Citrus Planlets on Stress Environment In Vitro)

Prosiding Seminar Nasional Jeruk Tropika Indonesia, Batu, 28-29 Juli 2005, hal. 162-190

Nirmala Friyanti Devy,Agus Sugiyatno, dan Jati
Balai Penelitian Tanaman Jeruk Dan Buah Subtropika

Abstrak
Skreening planlet tanaman jeruk secara in vitro dilakukan pada media dengan berbagai macam konsentrasi K2SO4., NaCl, Fe EDTA dan pH. Secara umum pada media yang tidak optimal, plantlet JC relatif lebih toleran dibandingkan dengan jenis jeruk lainnya. Sedangkan, dengan semakin bertambahnya konsentrasi K2SO4, NaCl, Fe EDTA, serta penurunan pH dari 5.7 di media pertumbuhan, akan menghambat pertambahan jumlah daun dan meningkatkan jumlah daun planlet yang rontok. Pada penelitian tahap I yaitu skreening planlet di media dengan 4 level K2SO4, jenis JC lebih tahan terhadap kondisi tersebut dibandingkan dengan jenis lainnya. Pada pertambahan jumlah daun, jenis JC dan Nipis menunjukkan kemampuan yang relatif paling tinggi. Skreening planlet di media dengan NaCI berbeda, dilakukan pada jenis jeruk Purut, Nipis, JC, Manis, Sambal, dan Lemon Quit. Secara umum, pada berbagai konsentrasi NaCI, jeruk Purut mempunyai pertambahan jumlah daun secara nyata lebih rendah dibandingkan dengan jenis jeruk Nipis dan JC. Sedangkan jeruk Lemon Quit secara nyata lebih peka terhadap lingkungan yang tidak optimal, yaitu dengan merontokkan daunnya. Pada skreening media dengan 3 macam pH, jenis JC dan Flying Dragon relatif tahan terhadap berbagai kondisi media dengan berbagai pH dibandingkan dengan 4 jenis jeruk lainnya. Sedangkan pada skreening media + 4 macam konsentrasi FeEDTA, jenis Citrumello tidak berkembang sama sekali pada konsentrasi Fe yang tinggi (29.8 mg/l), sedangkan pada kondisi yang sama Limau Quit merupakanjenis yang paling peka, yaitu dengan diekspresikan pada tingginya jumlah daun yang rontok.
Kata kunci: Jeruk (Citrus sp.), uji ketahanan, planlet, media.

Abstract
Screening of citrus plantlets in vitro has done on growth medium which had some concentrations of K2SO4. NaCI, FeEDTA and pH. From this study, generally it could be concluded that on the unoptimal environment conditions, JC variety was more tolerance than others; meanwhile, increasing of K2SO4, NaCI, Fe EDTA concentration and pH derivation level on medium growth would retard leaves growth and induce the total number of defoliated leaves. On the first study that used four K2SO4. concentrations on medium growth, the result showed that JC variety was more tolerance on those medium than others. JC and Nipis had better capability on the total leaves increment than others. On the second study, screening plantlet of Purut, Nipis, JC, Manis, Sambal, and Lemon Quit have been done on growth medium that had four levels of NaCl. On these treatments, Lemon Quit had the highest sensitivity on a sub optimal condition, expressed by defoliating its leaves; while the leaves increment on Purut was lower than JC and Nipis. Mean while, screening ofplantlets on 3 medium pH levels gave relatively the same results; the JC and Flying Dragon rootstocks were more tolerance than others. On the medium that had high Fe level (29.8 mg/l), Citrumello didn’t grow and Limau Quit induced the highest number of defoliated leaves.
Keywords : Citrus (Citrus sp.), screening, plantlets, medium.

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event