Tuntaskan Pembahasan MoU, Kabupaten Purbalingga Kembangkan Stroberi Kultur Jaringan

[cml_media_alt id='643']Stroberi Kultur Jaringan-001[/cml_media_alt]

Menindaklanjuti pertemuan sebelumnya, Tim Pengembangan Stroberi dari Kabupaten Purbalingga berkunjung ke Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) pada Selasa, 16 Juni 2015 untuk menuntaskan pembahasan naskah MoU dan Kerangka Acuan Kerja (KAK) Kerjasama pengembangan Stroberi di Kabupaten Purbalingga.

Dr. Ir. Joko Susilo Utomo, MP Kepala Balitjestro dalam sambutannya mengharapkan agar kerjasama ini berjalan dengan baik dan mampu menjadi pilot project yang sukses untuk pengembangan stroberi di daerah lain yang secara umum mengalami permasalahan yang sama, yaitu perbenihan stroberi dan budidaya. Balitjestro sebagai UPT Badan Litbang Pertanian siap mendukung penuh pengembangan dan penerapan hasil penelitian yang telah dilakukan.

Tim pengembangan stroberi dari Purbalingga yang hadir sebanyak 10 orang diantaranya: Hafidhah (Distanbunhut), Eko Wijonarno (Bappeda), Rachmat (BPPKP), Heri Yulianto (Distanbunhut), Prisdiadi (Distanbunhut), Surno (Distanbunhut) dan Trapsilo (Petani).

[cml_media_alt id='628']Balitjestro sebagai UPT Badan Litbang Pertanian siap mendukung penuh pengembangan dan penerapan hasil penelitian yang telah dilakukan.[/cml_media_alt]
Balitjestro sebagai UPT Badan Litbang Pertanian siap mendukung penuh pengembangan dan penerapan hasil penelitian yang telah dilakukan.
Kerja sama ini dimaksudkan dan bertujuan memberikan pendampingan dan pengawalan teknologi inovatif perbenihan, budidaya, penguatan kelembagaan petani dan pengelolaan rantai pasok, panen dan pasca panen stroberi di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Arry Supriyanto sebagai Ketua tim pengembangan stroberi dan Agus Sugiyatno (koordinator Jaslit) dari Balitjestro menyampaikan gambaran umum KAK pengembangan yang akan dilakukan. Pengembangan stroberi selama ini terhambat karena belum ada satu pun varietas yang terdaftar (dilepas) sehingga peredarannya sangat terbatas.

Jenis stroberi di Purbalingga yang terkenal adalah Osogrande. Balitjestro siap mengembangkan varietas lain hasil kultur jaringan sehingga akan ditanam pula 5 aksesi lain yang akan didaftarkan yaitu Dorit, Lokal Brastagi, Sweet Charlie, Rosa Linda dan Earlibrite. Selanjutnya pertumbuhannya akan dievaluasi rutin, termasuk preferensi konsumen terhadap buah yang dihasilkan.

Sebanyak 3 screen house ukuran 8×10 m telah disiapkan oleh Pemda setempat untuk menampung produksi benih hasil kultur jaringan. Selanjutnya petani akan menanam benih V2, V3 dan seterusnya untuk dibudidayakan di lapang.

Pada kesempatan kali ini, kunjungan lapang dilakukan untuk melihat benih V0 – V1 hasil kultur jaringan Stroberi yang diproyeksikan untuk pengembangan di Purbalingga. Selain menanam stroberi, Kabupaten Purbalingga tahun kemarin (2014) mulai menanam Keprok Batu 55. Kunjungan ke Kebun Percobaan Punten untuk lebih mengenal jeruk dilakukan di sore hari. Penjelasan Kusnan selaku Kepala Kebun semakin menambah wawasan dalam pengelolaan perbenihan jeruk.

 

 

Berita dan Foto; Zainuri Hanif

 

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event