Tungau Karat (Eriophyidae = Phyllocoptruta oleivora (Ashmead) Penyebab Burik Buah Jeruk dan Cara Pengendalian

[cml_media_alt id='896']Tungau Karat (Eriophyidae = Phyllocoptruta oleivora (Ashmead) Penyebab Burik Buah Jeruk dan Cara Pengendalian[/cml_media_alt]Tanaman jeruk merupakan salah satu tanaman hortikultura yang menguntungkan untuk diusahakan karena potensi pasar domestik yang terus berkembang.  Perkembangan luas areal tanam jeruk di Indonesia pada lima tahun terakhir berlangsung sangat cepat.  Pada tahun 1997 luas panen sekitar 24.563 ha  dengan produksi 696.422 ton.  Pada akhir tahun 2002 luas panen mencapai 47.824 ha dengan total produksi 968.132 ton, atau terjadi peningkatan luas panen sebesar 94% dan produksi sebesar 40%

Pada dua tahun terakhir terjadi serangan organisme pengganggu tanaman yang menyebabkan kualitas buah turun karena penampilan buah kurang menarik  yang menyebabkan buah menjadi kusam atau burik.

Hasil survei yang dilakukan di sentra produksi jeruk manis, keprok dan siam di JATIM, SUMUT, KALBAR, memperlihatkan bahwa buah-buah di pohon  jeruk yang  bergejala kusam atau burik disebabkan oleh tungau karat jeruk (TKJ) dari famili Eriophyidae. Gejala serangan burik mencapai 30%-40% dan menyebabkan penurunan harga juall antara 20%-30% akibat penampilan buah yang kurang menarik.

makalah lengkap download disini

Tinggalkan Balasan