Tren Berkebun Lemon

 

Trubus 564 – November 2016/XLVII, halaman 42-43


Permintaan lemon yang meningkat menarik minat pekebun untuk menanamnya.

lemon0003Agus Roma Riswanto kewalahan memenuhi tingginya permintaan jeruk lemon, hingga 5 ton per hari. Pemasok buah di Bandung, Jawa Barat itu hanya mampu memenuhi 10% untuk melayani kebutuhan pasar swalayan di Jakarta, Bandung, Malang, dan Surabaya. “Saya baru bisa memenuhi 100-200 kg per rninggu,” ujar Agus. Kebutuhan pasar swalayan terhadap lemon kian besar.

Pangsa pasar lemon yang besar mendorong Agus Roma untuk mengebunkan lemon kalifornia. Selain itu ia juga bekerja saran dengan ernpat petani mitra di Jawa Barat dan JawaTimur. Menurut ayah dua anak itu lemon kalifornia mulai berproduksi pada umur 1,5 tahun setelah tanam. “Jeruk biasa rata-rata 2-3 tahun baru berproduksi. Lernon kalifornia lebih cepat dan relatif tahan hama dan penyaklt,” kata Agus.

Tren lemon

Populasi tanaman rata-rata 800 pohon per hektare. Lemon kalifornia memiliki masa produksi tertinggi pada umur 4-12 tahun. Agus menjelaskan, harga jual lemon kalifornia di tingkat petani Rp 20.000-25.000 per kg. Tanaman di lahan sehektar yang mulai produksi menghasilkan 500 kg per pekan. Harap mahfum Agus menanam lemon secara bertahap, Volume panen 500 kg itu dari pohon tertua, kini berumur setahun. Pendapatan rata-rata Rp 4 juta-Rp 12,5 juta per pekan atau Rp 208-juta-Rp 650 juta per tahun. Lemon berbuah terus-menerus.

“Itu baru hitungan kasar, tentu kondisi di lapangan bisa berbeda,” kata alumnus Universitas Telkom itu. Menurut Vendi Tri Suseno dari PT Laris Manis Utama, importer dan distributor buah di Jakarta Utara, “Pasokan lemon yang ada di pasaran baru mengisi 50% permintaan.” Pada waktu normal Vendi menerima permintaan lemon 30 ton setiap bulan. Permintaan naik dua kali lipat pada liburan akhir tahun.

Kini permintaan lemon kian meningkat seiring berkembangnya gaya hidup sehat melalui konsumsi air infusan. Pelaku gaya hidup sehat kerap memanfaatkan lemon sebagai campuran bahan air infus lantaran berkhasiat dan rasanya segar. Para pekebun di tanah air menangkap peluang pasar lemon. Wongso Suseno di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, misalnya, mengebunkan lemon kalifornia atau amerika sejak Mei 2013. Ia mendatangkan 80 bibit dari Surabaya, Jawa Timur.

Tanaman anggota famili Rutaceae itu mulai berbuah ketika berumur setahun pasca tanam. Wongso panen perdana lemon ketika tanaman berumur 1,5 tahun. Ukuran buah relatif jumbo, 2-3 buah per kilogram. Dari sebuah tangkai menghasilkan 3-5 buah, sehingga dalam satu pohon ia menuai 10 kg lemon.

Dari total 80 pohon, pengusaha aluminium itu memperoleh rata-rata 200 kg buah per pekan. Wongso membanderol harga jual cukup tinggi, Rp60.000 per kilogram. la mengirim hasil panen itu ke pasar swalayan di Purwokerto. Pekebun lain, Marlin Purba di Padangbulan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, mengebunkan lemon timur tengah atau ponkres. Ukuran buah kecil, 8-10 buah per kilogram.

Meski buah relatif kecil citarasanya segar dengan tingkat keasaman rendah. Marlin menanam lemon asal perbatasan Israel itu di lahan 5.000 m2 pada 2014. Ia menanam berjarak 3 m x 4 rn, total populasi mencapai 130 pohon. Marlin panen perdana saat tanaman berumur 1,5 tahun. “Panen rata-rata 2,5 kg buah per pohon per pekan,” ujarnya. Ia menjual lemon hasil panennya cukup tinggi, Rp60.000 per kilogram.

Lantaran harga jualnya yang tinggi, banyak pekebun lain yang tertarik menanam lemon. “Apalagi perawatannya sederhana,” kata Marlin. Gun Sutopo di Kaliurang, Yogyakarta, juga mengebunkan lemon meyer. “Baunya dari nipis, sedangkan kesegaran dan rasa dari keprok,” ujar Gun menggambarkan karakteristik meyer. Buah citrus itu akan berproduksi maksimal jika penanaman dilakukan di dataran menengah-tinggi.

Produktif

Ketertarikan Gun terhadap lemon bermula dari kunjungannya ke pameran buah Fruit Logistica di Messe, Berlin, Jerman, pada Februari 2016. Pameran seluas 5 kali lapangan sepak bola itu didominasi oleh lemon. Tidak lama setelah itu lemon menjadi booming di media sosial karena khasiatnya yang banyak. Gun pun tertarik mengebunkannya karena menganggap bisnis lemon tidaklah sulit.

Gun menanam lemon di lahan 1 ha. Untuk mengefisienkan lahan, alumnus Jurusan Ilmu Tanah, Institut Pertanian Bogor, itu menumpangsarikan lemon dengan pepaya. Di lahan berketinggian 500 m di atas permukaan laut (dpl) itu ia tanam 1.000 lemon dan 1.000 pepaya. Jarak antar tanaman 3 m x 3 m. Artinya, dalam satu bujursangkar lemon, di tengahnya terdapat pepaya. Di lahan lain ia menanam lemon secara monokultur.

Lemon di kebun Gun tergolong produktif. Meski belum berumur setahun lemon itu sudah berbuah. Pemilik Shabila Farm itu memprediksi panen perdana pada akhir Oktober 2016. Buah dari kebun itu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat seiring gaya hidup sehat. (Desi Sayyidati Rahimah/Peliput: Muhamad Fajar Ramadhan, Syah Angkasa, dan Muhammad Awaluddin)