Tipe Bunga pada Tanaman Lengkeng (Dimocarpus longan, L)

Lengkeng merupakan salah satu tanaman hortikultura yang cukup digemari karena rasa buahnya yang manis dan mengandung banyak zat yang penting untuk kesehatan dan kesegaran tubuh. Oleh karena itu pada saat ini budidaya lengkeng banyak diminati oleh petani maupun masyarakat umum. Salah satu faktor yang dapat menunjang keberhasilan budidaya lengkeng adalah pembungaaan. Bunga merupakan salah satu bagian pada tumbuhan yang berfungsi sebagai perkembangbiakan generatif (organum reproducticum).

Bunga lengkeng merupakan bunga majemuk yang berwarna putih kekuningan, ukurannya relatif kecil, lebat, membentuk payung menggarpu (Gambar 1). Bunga lengkeng pada umumnya berada di ujung dahan (flos terminalis), namun apabila sebelum pembungaan tanaman dipangkas di ujung dahannya, maka bunga lengkeng dapat muncul di ketiak daun.

[cml_media_alt id='1615']Bunga Lengkeng Bunga Majemuk[/cml_media_alt] 

Gambar 1. Bunga lengkeng (bunga majemuk) yang berada ujung dahan (flos terminalis)

Bunga lengkeng pada mulanya muncul mirip tunas daun (flush vegetatif) dan kemudian meristem lateral akan berkembang menjadi perbungaan sekunder. Tunas bunga berkembang di dalam malai yang akan menghasilkan puluhan hingga ratusan bunga (Gambar 2). Menurut Costes (1988), Tipe bunga pada tanaman lengkeng terdiri dari dua bunga jenis bunga jantan (M1 dan M2), dan satu jenis bunga betina (F).

[cml_media_alt id='1616']Tunas Bunga Lengkeng Malai Yang Akan Menghasilkan Puluhan Ratusan Bunga .[/cml_media_alt]

Gambar 2. Tunas bunga lengkeng/malai yang akan menghasilkan puluhan-ratusan bunga.

Tipe bunga pertama adalah bunga betina (F). Bunga betina memiliki putik dan dua lobus ovary yang mengandung dua ovul. Biasanya hanya ada satu lobus ovary yang akan berkembang menjadi buah. Kepala putik (stigma) pada bunga betina bercabang dua dan memiliki 6-10 benang sari dengan tangkai sari (filament) pendek mengelilingi putik dan ovary. Mahkota bunga (petal) dan kelopak bunga (sepal) berwarna putih kekuningan masing-masing berjumlah +5 helai. Mahkota bunga dan tangkai sari berbulu halus berwarna putih. Dasar bunga berwarna kuning (Gambar 3.)

[cml_media_alt id='1613']Bunga Betina[/cml_media_alt]

Ket:(a)putik (b)anther (c)filament (d)ovary (e)Petal (f)sepal
Gambar 3. Bunga Betina (F)

Tipe bunga lengkeng yang kedua adalah bunga jantan (M1). Bunga jenis ini memiliki putik yang tidak berkembang, muncul di dasar bunga seperti tonjolan kecil. Putik dikelilingi oleh 6-10 benang sari yang memiliki tangkai lebih tinggi dari bunga betina. Bunga tipe ini tidak terdapat ovary. Mahkota bunga dan kelopak bunga berwarna putih kekuningan masing-masing berjumlah +5 helai. Mahkota bunga dan tangkai sari berbulu halus berwarna putih. Dasar bunga berwarna kuning (Gambar 4).

[cml_media_alt id='1614']Bunga Jantan[/cml_media_alt]

Ket:(a)putik (b)anther (c)filament (d)Petal (e)sepal
Gambar 4. Bunga Jantan (M1)

Tipe bunga lengkeng yang ketiga adalah bunga jantan (M2). Putik yang terdapat pada tipe bunga ini ukurannya lebih besar dibandingkan bunga jantan (M1) tetapi lebih kecil dari bunga betina (F).Putik dikelilingi oleh 6-10 benang sari yang memiliki tangkai sari lebih tinggi dari bunga betina. Mirip dengan bunga betina, tipe M2 memiliki dua lobus ovary. Mahkota bunga dan kelopak bunga berwarna putih kekuningan masing-masing berjumlah +5 helai. Mahkota dan tangkai sari berbulu halus berwarna putih. Dasar bunga berwarna kuning (Gambar 5.).

[cml_media_alt id='1617']BungaJantan(M2)[/cml_media_alt]

Ket:(a)putik (b)anther (c)filament (d)ovary (e)Petal (f)sepal
Gambar 5. Bunga Jantan (M2)

 

Oleh : Yenni dan Buyung Al Fanshuri
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Related Post

Tinggalkan Balasan