Tim Staf Ahli Dewan Pertimbangan Presiden Kunjungi Balitjestro

[cml_media_alt id='268'] Dr.Ir. Harwanto menerima kedatangan tim staf ahli wantimpres[/cml_media_alt]
Dr.Ir. Harwanto menerima kedatangan tim staf ahli wantimpres

Kemarin, Selasa (12/05/2015) sebanyak 4 orang tim staf ahli Dewan Pertimbangan Presiden yaitu Dr. Ir. Erna Maria Lokollo, M.S (Staf Ahli ketua Wantimpres), Endah Wahyuni, Aris Munandar, dan Faizal mengunjungi Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro). Kunjungan ini diterima oleh Kasie Yantek dan Jaslit, Dr. Ir Harwanto, M.Si mewakili Kepala Balai.

Tujuan dari kunjungan singkat ini adalah untuk mengetahui hasil-hasil penelitian yang telah dihasilkan untuk komoditas apel, jeruk, anggur, lengkeng, dan stroberi. Dalam kesempatan tersebut tim wantimpres memberikan apresiasi yang cukup tinggi terhadap hasil-hasil penelitian setelah mendengar paparan yang disampaikan oleh Dr.Ir Harwanto, M.Si.

Dalam kesempatan tersebut dibicarakan tentang permasalahan yang terjadi akan komoditas apel maupun buah subtropika lainnya. Untuk apel, permasalahan yang ada antara lain kondisi tanah, serangan hama penyakit dan sistem pemasaran yang kurang baik sehingga populasi dari apel semakin menurun yang mengakibatkan buah apel impor membanjir di pasaran.

Akhir-akhir ini, banyak petani yang menjadikan lahan apelnya untuk dijadikan lokasi wisata petik untuk meningkatkan harga jualnya sehingga lebih menguntungkan. Kondisi ini menjadikan pemasaran apel tidak bisa menjangkau daerah-daerah lain. Pemasaran akan menadi faktor utama kelangsungan agribisnis apel karena dengan adanya pasar yang menerima akan menggugah semangat petani untuk kembali mengembangkan apel di lahannya.

Saat ini lokasi pengembangan apel hanya terdapat di Batu dan Malang.  Varietas apel yang dikembangkan di sini ada 3 varietas yaitu Anna, Manalagi, dan Rome Beauty. Daerah lain yang mengembangkan apel yaitu Bantaeng, Sulawesi Selatan yang mempunyai permasalahan yang hampir sama dengan Batu. Untuk itu perlu adanya dukungan dari pemerintah maupun pihak lain untuk mengembangkan tanaman apel di Indonesia sehingga akan mampu menghadang laju impor.

Disamping tanaman apel, jeruk sebagai salah satu komoditas utama juga harus didukung pengembangannya oleh pemerintah. Saat ini banyaknya jeruk impor yang ada di pasar tradisional maupun swalayan menjadikan tantangan tersendiri untuk jeruk nusantara dalam persaingan di pasar. Secara rasa dan kualitas jeruk nusantara tidak kalah dengan impor.

Banyak jeruk kita yang mempunyai warna yang menari seperti Keprok Batu 55, SoE, gayo, RGL dan masih banyak varietas lain yang apabila dikembangkan dengan maksimal akan mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri dengan didukung pemasaran yang baik.

Berita dan foto : Aminuddin Fajar

Tinggalkan Balasan