The Growth Performance of Citrus Derived From Somatic Embryogenesis Plantlet and Scion Stock

(Keragaan Pertumbuhan Jeruk dari Planlet Hasil Perbanyakan Embrio Somatik dan Mata Tunas Batang Atas)

Indonesia Journal of Agricultural Science, Vol. 15 No. 2 October: 71-78, 2014

Nirmala Friyanti Devya, Yennia and Hardiyantob

aIndonesian Citrus and Subtropical Fruit Research Institute

Jalan Raya Tlekung No. 1, Junrejo, Batu 65301, East Java, Indonesia

bWest Sumatra Assessment Institute for Agricultural Technology

Jalan Raya Padang-Solok km 40, Sukarami, Solok 25001, West Sumatera, Indonesia

 

ABSTRACT

Somatic embryogenesis (SE) of callus culture in vitro is one of citrus propagation ways for producing free virus and genetically true-to-type plantlets. To induce growing of plantlets derived from this technology, they should be grafted ex vitro onto a citrus rootstock. The research aimed to evaluate the growth performance of citrus plants cv. Siam Kintamani (Citrus nobilis L.) that used both plantlets and scions as their stocks. The research was conducted at Tlekung Research Station, Indonesian Citrus and Subtropical Fruit Research Institute from June 2011 to December 2012. The treatments were done at nursery house by grafting a plantlet and budding a scion onto an eight-monthold Japanese Citroon (JC) rootstock plant. The grafted and budded plants of one-year old were maintained at nursery house then transplanted into the field. In the field, the research was arranged in a randomized block design with three replications and used 15 plants as unit samples. The results showed that the vegetative growth of Siam Kintamani seedling derived from SE or grafted plant was faster than that of budded plant started from 10 to 12 months after treatment in the nersery house. In the field, the growth of SE grafted plant was only significantly different up to 6 months after transplanting. Plantlets produced from SE in vitro propagation can be used as a good alternative stock material for producing healthy citrus plants. Therefore, a further research is required especially on varieties used, reproductive growth and massive planlets production.

[Keywords: Citrus nobilis, somatic embryogenesis, plantlet, scion, grafting]

ABSTRAK

Embrio somatik (ES) yang berasal dari kultur kalus in vitro merupakan salah satu cara perbanyakan jeruk untuk memproduksi plantlet bebas virus dan secara genetik bersifat sama dengan induknya. Untuk mempercepat pertumbuhannya, planlet asal SE harus disambung secara ex vitro pada batang bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaan pertumbuhan tanaman jeruk cv. Siam Kintamani (Citrus nobilis L.) yang batang atasnya berasal dari planlet dan mata tunas entres. Penelitian dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika pada Juni 2011-Desember 2012. Perlakuan dilaksanakan dengan cara menyambung plantlet dan menempel mata tunas pada batang bawah Japanese Citrun (JC) berumur delapan bulan. Tanaman hasil sambungan/tempelan dipelihara di pembibitan sampai berumur satu tahun, kemudian tanaman tersebut ditanam di lapangan. Penelitian di lapangan disusun dengan menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan dan menggunakan 15 tanaman sebagai unit sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase pembibitan, pertumbuhan vegetatif tanaman yang berasal dari planlet lebih baik dibandingkan dengan tanaman yang berasal dari mata tunas pada umur 10-12 bulan.  Pada fase di lapangan, pertumbuhan tanaman yang batang atasnya berasal dari planlet tetap lebih baik dan berbeda nyata sampai umur 6 bulan setelah tanam. Planlet yang berasal dari ES hasil perbanyakan in vitro dapat digunakan sebagai bahan batang atas alternatif yang baik untuk memproduksi tanaman jeruk sehat. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut diperlukan terutama mengenai varietas yang digunakan, pertumbuhan pada fase produktif, dan produksi planlet secara massal.

[Kata kunci: Citrus nobilis, embrio somatik, planlet, batang atas, penyambungan]

Artikel lengkap bisa didownload di sini atau di sini

Agenda

no event