Teknologi Produksi Pohon Induk Jeruk Bebas Penyakit Melalui Shoot-Tip Grafting In Vitro (STG)

[cml_media_alt id='234']STG jeruk[/cml_media_alt]Secara umum terdapat 3 metode untuk mendapatkan tanaman jeruk bebas patogen secara in vitro, yaitu: Kultur Nuselus, Kultur Ovul, dan metode Shoot-Tip Grafting (STG). Metode STG bertujuan untuk mendapatkan induk semua spesies jeruk bebas dari sebagian besar virus, termasuk juga yang tidak tereliminasi oleh termoterapi. Karakteristik tanaman yang dihasilkan adalah tanaman yang nonjuvenil dan true-to-type.

Teknologi ini pertama dikembangkan oleh Murashige et al. (1972), yaitu dengan menyambungkan shoot-tip tanaman jeruk yang telah positif terinfeksi patogen dengan ukuran sangat kecil pada semaian batang bawah secara aseptik.

Tahapan Produksi Benih Induk Melalui STG

Persiapan kultur batang bawah in vitro:

Biji diekstraksi dari buah segar, dicuci sampai lendirnya hilang. Sebelum ditanam, kulit luar biji dikupas dan direndam fungisida 1% terlebih dahulu. Biji-biji tersebut disteril ulang dengan cara direndam larutan sodium hipoklorit komersial (bleaching) dengan konsentrasi 10% dan 5% masing-masing selama 10 dan 15 menit. Biji yang telah disterilkan ditanam pada test tube berisi media MS padat dengan posisi bagian kalasal berada di bawah, diinkubasikan pada lemari gelap selama 2-3 minggu sampai semai biji tumbuh dengan tinggi mencapai 5-7 cm, dengan diameter ideal mencapai 1-1.5 mm.

Persiapan shoot-tip:

Pohon induk yang akan dibersihkan sebaiknya berasal dari bibit jeruk yang ditanam pada kondisi terkontrol, misalnya ditanam di pot atau polibag. Untuk mendapat tunas muda yang baik, daun tanaman dirompes, media diberi pupuk dan air yang cukup. Tunas akan tumbuh pada 1-2 minggu setelah rompes.
sampai bersih. Daun bagian luar dibuang sampai pucuk tersebut mencapai ukuran ± 1 cm, kemudian disterilkan dengan larutan

Tunas pucuk dipanen, dicuci dengan sabun cair dan dibilas dengan air yang mengalir sodium hipoklorit komersial (bleaching) 5 dan 10% masing-masing 10 dan 15 menit, kemudian dibilas dengan aquades steril sebanyak 3 kali. Di bawah mikroskop binokuler dengan pembesaran 40 kali, daun luar pada pucuk yang telah disterilkan dibuang, meristem tip beserta 2 primordia daun dengan ukuran 0.14-0.18 mm dipotong untuk disambungkan pada batang bawah jeruk in vitro.

Ukuran shoot-tip sangat penting untuk menentukan tingkat keberhasilan sambung pucuk ini serta keberadaan patogen pada tanaman. Semakin besar ukuran shoot-tip yang digunakan, akan semakin besar tingkat keberhasilan penyambungan namun akan semakin rendah jumlah tanaman yang “bebas virus”.

>> Artikel lebih lengkap download disini

 

Tinggalkan Balasan