Teknologi Perbenihan Dan Budidaya Untuk Peningkatan Produksi Jeruk

Rudy Cahya W, SP Teknisi Balitjestro mempraktekan penggunaan Bark Pesticide Aplicator untuk pengendalian OPT
Rudy Cahya W, SP Teknisi Balitjestro mempraktekan penggunaan Bark Pesticide Aplicator untuk pengendalian OPT

Untuk menambah wawasan tentang perbenihan dan budidaya tanaman jeruk, Petani dan Petugas Dinas Pertanian Kabupaten Kediri mengadakan kunjungan serta bimbingan teknis ke Balitjestro, Kamis 08/01/2015. Dalam kunjungan tersebut 25 peserta yang terdiri dari penyuluh pertanian, KTNA, dan kelompok tani diterima oleh Dr.Ir.Joko Susilo Utomo, MP kepala Balitjestro.

Dalam kunjungan yang singkat ini Budi Cahyono dari Dinas Pertanian yang mendampingi kelompok tani mengharapkan para peserta mendapat pengetahuan mengenai inovasi teknologi jeruk yang dihasilkan untuk diterapkan disana terutama mengenai perbenihan dan budidaya jeruk yang benar.  Karena sebagian besar petani masih belum mengenal teknologi budidaya jeruk yang benar. Harapannya tanaman jeruk milik petani dapat meningkat produksinya dan umur bertahan lama

Kepala Balitjestro, Dr.Ir. Joko Susilo Utomo, MP menyambut baik kunjungan tersebut dan mengharapkan agar para peserta dapat belajar sedikit menngenai budidaya jeruk. Sebagai UPT Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian Balitjestro melakukan riset untuk menghasilkan inovasi teknologi jeruk. Inovasi yang dihasilkan telah diadopsi oleh beberapa pengguna antara lain di PTPN VIII, IX, XII serta beberapa daerah di Indonesia. Untuk itu kerjasama antara dinas ,petani, penangkar sangat diperlukan untuk mendukung pengembangan agribisnis jeruk di Kediri.

Selanjutnya peserta diberi materi perbenihan budidaya jeruk oleh Hadi Mulyanto, SP. Dalam materi ini dibahas mengenai tahapan dalam proses pembuatan benih sekaligus cara penanaman, pemeliharaan, sampai dengan pemanenan. Kemudian dilanjutkan dengan pengenalan dan pengendalian hama penyakit yang ramah lingkungan oleh Ir.Otto Endarto, M.Si.

Dengan adanya kunjungan sekalogus bimbingan singkat ini diharapkan peserta dapat belajar pengelolaan jeruk yang tepat dengan mengaplikasikan inovasi teknologi yang telah diajarkan. Dengan penerapan teknologi produksi jeruk akan lebih meningkat sekaligus meningkatkan kesejahteraan bagi petani.  [fajar/balitjestro]

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event