Teknologi Pengendalian Pecah Buah Pada Jeruk Keprok Terigas

[cml_media_alt id='1280']pecah buah 4[/cml_media_alt]Pendahuluan

Jeruk Keprok Terigas merupakan salah satu komoditas alternatif selain Siam Pontianak untuk dikembangkan di Kabupaten Sambas Propinsi Kalimantan Barat. Prospek pasarnya sangat menjanjikan, permintaan buah dari berbagai daerah dengan harga jual yang tinggi mencapai 2-3 kali lipat dari Siam Pontianak. Dengan cita rasa yang manis sedikit asam dan segar, jeruk keprok ini banyak diminati oleh konsumen dan layak untuk dikembangkan.

Masalah yang dihadapi dalam budidaya jeruk Keprok Terigas khususnya didaerah pasang surut adalah terjadinya pecah buah yang mencapai 40-50%, terjadi pada fase pembesaran buah yang umumnya dipicu oleh turunnya hujan pada saat kemarau. Pada saat itu terjadi fluktuasi yang ekstrim dari kadar air, suhu dan kelembaban tanah secara nyata yang bisa menyebabkan pecah buah. Selain itu, kekurangan hara tertentu terutama Kalsium (Ca) dan Boron (B) juga terbukti dapat menjadi pemicu terjadinya pecah buah. Kekurangan kandungan Ca dalam tanaman membuat permeabilitas sel menjadi lemah sehingga ketika terjadi penyerapan air dan hara yang mendadak pada saat terjadinya hujan setelah masa kering yang panjang, tidak mampu diimbangi oleh sel kulit buah sehingga sangat rentan terhadap terjadinya pecah buah.

Teknologi Pengendalian Pecah Buah

1. Penggenangan Parit Kebun

[cml_media_alt id='1281']pecah buah 1[/cml_media_alt]Penggenangan parit kebun (saluran drainase) ketika musim kemarau sangat dianjurkan untuk dilakukan. Jika tidak terjadi hujan dalam beberapa hari, sebaiknya parit kebun digenangi untuk menambah kandungan air tanah sehingga jika turun hujan tidak terjadi peningkatan kadar air yang mendadak dalam jumlah yang besar. Penggenangan parit ini sekaligus upaya untuk menjaga kelembaban dan suhu tanah di sekitar perakaran tanaman agar tidak berubah secara ekstrim ketika terjadi hujan. Untuk penggenangan, kedua ujung dari parit kebun harus dibuatkan pintu air yang akan dibuka ketika air pasang dan ditutup kembali ketika air mulai surut sehingga air tertahan di parit kebun tersebut. Selain air pasang, penggenangan juga dapat berasal dari sumber air terdekat misalnya sumur yang sengaja dibuat di lahan kebun dan dialirkan ke parit melalui bantuan pompa air.

2. Pemberian Pupuk Anorganik

Hara terutama N, P, dan K harus diberikan dalam jumlah yang cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang baik. Hara tersebut diberikan dengan dosis sesuai yang dilakukan petani pada umumnya. 

3. Pemberian Pupuk Organik

Selain menambah hara tanah, pupuk organik juga dapat menambah kemampuan tanah dalam menyerap dan menyimpan air sehingga dapat membantu menjaga ketersediaan air terutama di musim kemarau. Dengan demikian jika terjadi hujan fluktuasi kadar air, suhu, dan kelembaban tanah tidak terlalu besar sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya pecah buah.

4. Pemasangan Mulsa

Mulsa diperlukan untuk mengurangi penguapan air tanah sehingga pada musim kemarau tanah tidak terlalu kering. Gulma yang telah disiang dapat digunakan sebagai mulsa untuk menutupi permukaan terumbu tanaman jeruk.

5. Penambahan Hara Kalsium

Kalsium (Ca) berperan dalam meningkatkan permeabilitas sel sehingga lebih mampu mengimbangi pembesaran buah yang cepat ketika turun hujan akibat tanaman menyerap hara dan air yang lebih banyak dibandingkan saat musim kemarau dimana hara banyak yang tidak terlarut dan sulit diserap tanaman. Pupuk Ca diberikan dengan cara dikocor (drenching) dengan dosis 2 gram/liter sebanyak 10 liter larutan pupuk Ca/tanaman. Pupuk Ca diberikan sebanyak 3 kali yaitu pada awal, pertengahan, dan akhir stadia cepat pertumbuhan buah.

6. Penambahan Hara Boron

Selain Kalsium, Boron merupakan unsur hara yang penting untuk mengurangi terjadinya pecah buah. Pupuk Boron diberikan dengan cara disemprotkan ke tajuk tanaman dengan dosis 1 gram/liter. Pupuk Boron diberikan sebanyak 2 kali yaitu pada awal dan akhir stadia pertumbuhan cepat buah.

Oleh: Arry Supriyanto
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Related Post

Tinggalkan Balasan