Teknologi Kunci Pasca Panen dalam Meningkatkan Daya Saing Jeruk Keprok SoE

[cml_media_alt id='312']Keprok SoE Balitjestro[/cml_media_alt]

Pohon jeruk keprok SoE kalau dipelihara secara optimal akan menghasilkan buah yang banyak, berukuran relatif seragam, dan jika dipanen pada saat petik optimum dengan cara yang benar, penampilan buah menjadi sangat menarik, yaitu kulit buah berwarna orange-kemerahan, mengkilat, dan rasanya manis dan segar di mana kandungan gula dan asam proposional sesuai selera konsumen. Mutu buah jeruk ditentukan oleh ukuran yang seragam, penampilan yang menarik biasanya yang berwarna kuning merata dan mulus, serta bercita rasa manis segar sesuai permintaan pasar. Selain rasanya, warna dan kemulusan kulit buah jeruk sering menjadi daya tarik utama konsumen untuk membeli buah jeruk. Buah jeruk keprok kita yang sudah matang sering mempunyai tampilan warna kulit tidak merata dan kadang masih ada warna kehijauannya, sehingga menjadi kurang menarik dan kalah bersaing dengan penampilan buah jeruk impor yang mulus kuning mengkilap.

Cara panen dan penanganan pasca panen jeruk keprok SoE oleh petani jeruk TTS masih sangat sederhana atau sekedarnya. Buah dipetik dengan tangan dengan cara memelintir buah dan menarik sedikit buahnya sehingga lepas dari tangkai daunnya. Cara ini selain dapat mengakibatkan buah jeruk mudah rusak dan diserang penyakit busuk selama dalam penyimpanan, juga dapat menimbulkan kerusakan pada tajuk tanaman. Demikian pula dengan tindakan pasca panen selanjutnya. Untuk mempertahankan kualitas buah yang telah ditingkatkan melalui perbaikan teknik budidayanya, maka petani perlu diberi pengetahuan dan ketrampilan cara panen yang tepat dan penaganan pasca panen yang sebenarnya sehingga produk buah yang dihasilkan lebih kompetitif.

PANEN DAN PENANGANAN PASCA PANEN JERUK KEPROK SoE

Aspek-aspek yang mempengaruhi kualitas buah jeruk adalah (1). Aspek biologi : genetik, varietas, batang bawah; (2). Fisiologi: respirasi, etilena, transp, komposisi; (3).Aspek prapanen, iklim, budidaya, panen; (3). Lingkungan: suhu, kelembaban, atmosfir; dan (4). Penanganan lapangan, packing house operation. Berikut ini adalah hasil penelitian dan pengkajian tentang cara panen dan penanganan pasca penen pada jeruk keprok SoE dan keprok Sioumpu yang bisa diterapkan pada pengembangan agribisnis jeruk keprok So Edi TTS khususnya dan di NTT umumnya.Tujuannya adalah untuk untuk mempertahankan kualitas prima buah jeruk keprok SoE dan meningkatkan daya saing guna substitusi impor.

PANEN

Saat panen buah jeruk keprok SoE yang paling tepat adalah pada kondisi buah telah memasuki stadia masak fisiologis, yaitu dalam kondisi di mana kandungan komponen mutu dalam buah telah mencapai maksimal dan tidak akan berubah atau hanya sedikit berubah karena jeruk termasuk golongan buah non klimaterik. Jadi penentuan saat panen yang tepat untuk jeruk keprok SoE sangat penting kaitannya dengan upaya mendapatkan buah bermutu prima dan kemudian terus dipertahankan bahkan diperbaiki dengan perlakuan pasca panen yang benar.

Umur Petik Optimal Jeruk Keprok SoE

  • Buah bisa dipanen jika sudah mencapai kondisi masak fisiologis, yaitu pada saat buah berumur 31-32 minggu setelah bunga mekar;
  • Permukaan kulit buah jeruk 50-80% sudah berwarna kuning-orange;
  • Pada kondisi masak fisiologis, citarasa buah sudah optimal, enak, manis asam segar dengan nilai brix° berkisar 9-10 dan kadar asam 1,4-1,5, dan nilai ini telah memenuhi standar kematangan untuk jeruk keprok/mandarin umumnya;
  • Buah yang dipanen pada saat petik optimum dapat disimpan 3 minggu pada suhu ruang (27-30°C) dan 8 minggu pada suhu dingin sekitar 10°C. Buah yang dipanen muda sebelum saat petik optimum, walaupun memiliki umur simpan yang lebih lama tetapi citarasa enak buah belum didapat dan buah tidak dapat berubah menjadi orange cerah merata seperti yang diharapkan.

Cara Panen

  • Panen buah jeruk keprok SoE sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari.
  • Panen tidak harus dilakukan sekali tetapi bisa beberapa kali tergantung stadia buah yang ada di pohon; pilih buah yang sudah masak fisiologis;
  • Siapkan semua peralatan yang diperlukan untuk panen meliputi gunting panen, rompi panen, keranjang atau wadah buah hasil panenan, tangga, dan lainnya;
  • Panen buah dilakukan pada pagi hari hingga menjelang siang atau sore hari, tujuannya untuk menghindari embun dan terjadinya penguapan dari buah yang berlebihan;
  • Potong dengan menggunakan gunting panen tangkai buah sepanjang ± 5 cm dari pangkal buah dengan tujuan untuk merangsang munculnya tunas bunga periode pembuahan berikutnya, dan selanjutnya dipotong lagi hingga posisi tangkai buah rata dengan permukaan buah; baru kemudian dimasukkan ke dalam rompi panen yang bisa diisi maksimal 10 kg;
  • Gunakan tangga untuk menjangkau buah yang ada di tajuk bagian atas dan hindari memanjat pohon selama melakukan panen buah.

Pengumpulan Buah Hasil Panenan

Buah yang sudah dipanen dan dimasukkan ke dalam rompi panen kemudian dikumpulkan ke keranjang/wadah panen yang lebih besar untuk selanjutnya dibawa ke tempat ruang penyimpan sementara yang teduh;
Ruang penyimpanan sementara harus bersih, ternaungi, dan tidak lembab, sirkulasi udara cukup, dan aman;
Buah selanjutnya siap digrading (dikelompokkan berdasarkan ukuran buah), kemudian di-packing (dikemas) dalam kardus 20-40 kg.

SORTASI DAN SANITASI BUAH

Sortasi diartikan adalah memilahkan atau membuang buah hasil panenan yang dinilai tidak layak untuk dipasarkan bisa merupakan bentuk buah, ukuran buah, tingkat kemasakan, buah yang memar atau tergores sewaktu panen dan transportasi, atau buah yang busuk akibat serangan penyakit pasca panen. Jadi sortasi buah dilakukan saat buah dikumpulkan setelah panen atau setelah menjalani transportasi.

Buah jeruk yang dipanen dari kebun biasanya masih banyak mengandung kotoran yang melekat pada kulit buahnya yang bisa berasal dari debu, sekresi serangga, serangan embun jelaga atau oleh penyebab lainnya. Sanitasi buah bertujuan untuk menghilangkan kotoran yang melekat pada kulit buah tersebut. Sanitasi buah juga dimaksudkan untuk menjaga buah dari serangan beberapa penyakit pasca panen baik penyakit dari lapang maupun selama dalam penyimpanan. Tahapan sanitasi buah yaitu:

  • Pencucian dengan menggunakan air + sabun cair, menggunakan lap basah, dibilas kemudian dikeringkan.
  • Pencelupan ke dalam larutan sanitiser selama 5 detik kemudian ditiriskan hingga kering.
  • Bahan sanitazer buah yang bisa digunakan adalah soda ash 3% (30 g/l air), Soda Bicarbonate 2% (20 g/l),
  • Sodium Hypochlorite (120 ml/l) atau kombinasi Bicarbonate 2% (20 g/l) + 1.5% Sodium Hypochlorite (120 ml/l).
  • Pencucian buah dengan fungisida sangat tidak disarankan.

DEGREENING

Degreening atau menghilangkan warna hijau, adalah teknologi merubah atau menghilangkan warna hijau kulit buah jeruk menjadi berwarna kuning/orange merata yang lebih disukai konsumen. Jika warna buah jeruk keprok SoE telah berkembang sempurna degeening tidak perlu dilakukan, tetapi jika warna buah tidak merata karena sesuatu sebab, missal amplitudo suhu kurang besar, maka degreening pada keprok SoE perlu dipertimbangkan. Degreening dapat dilakukan dengan menggunakan gas asetilen, karbit, dan ethrel. Gas yang digunakan dalam proses degreening pada dosis dan waktu yang tepat tidak mempengaruhi kandungan gula total, asam, dan vitamin C, tetapi sedikit mempengaruhi daya simpannya. Degreening dengan ethrel lebih disarankan karena selain mudah pelaksanaannya hasilnya lebih memuaskan.

Degreening dengan Ethrel

Teknologi degreening ini berdasarkan hasil penelitian pada jeruk keprok Sioumpu yang berkembang di Pulau Buton Sulawesi Tenggara, walaupun demikian ada kemungkinan bisa diterapkan untuk jeruk keprok SoE. Ethrel yang mengandung gas ethylene yang dapat menguningkan warna kulit buah bisa dibeli di toko pertanian. Sebelum dilakukan degreening buah harus dicuci atau menjalani sanitasi buah dulu. Buah jeruk masak fisiologis baik secara individual maupun kelompok dicelup dalam larutan dengan dosis 1-2 ml ethrel per liter air matang, kemudian ditiriskan. Setelah itu, buah ditempatkan pada suhu ruang hingga berubah warna.

PELAPISAN LILIN

Pelapisan lilin atau waxing ilin kulit buah jeruk dilakukan agar buah nampak mengkilap sehingga menjadikan konsumen lebih tertarik. Selain itu, pelapisan lilin juga terbukti dapat memperpanjang daya simpan buah jeruk. Tahap perlakuan pelilinan pada buah yaitu:

  • Sebelum melakukan pelapisan lilin buah jeruk, petugas dianjurkan memakai sarung tangan plastik.
    Bahan lilin diencerkan dengan air matang (50:50) di baskom atau wadah lainnya.
  • Buah dimasukkan dalam keranjang kecil atau rajutan plastik yang berongga, kemudian dicelup dalam baskom berisi larutan lilin.
  • Keranjang diangkat untuk ditiriskan dan buah selanjutnya ditempatkan pada rak hingga kering.
  • Buah jeruk keprok yang telah dililin, disimpan di ruang pendingin.
  • Penampilan buah bisa diperbaiki dengan sanitasi, degreening dan pelilinan buah jeruk yang dipanen pada stadia yang optimal tetapi rasa buah sangat dipengaruhi oleh teknik pengelolaan kebun terutama pemupukan yang berimbang.

PENYIMPANAN

Tujuan penyimpanan adalah memperpanjang waktu ketersediaan buah di pasaran, yaitu dengan memperlambat aktivitas fisiologi buah, menekan perkembangan patogen, menekan kehilangan air/pengeringan. Penyimpanan bisa dilakukan dentgan aplikasi suhu rendah, modifikasi atmosfir, dan mengatur kelembaban. Penyimpanan dalam suhu 4-7°C dapat memperpanjang daya simpan buah jeruk keprok SoE hingga sekitar 8 minggu.

GRADING DAN PENGEMASAN

Grading

Grading atau pengkelasan buah adalah memngelompokkan buah berdasarkan diameter dan atau bobot buahnya. Tabel 1. Menggambarkan distribusi persentase kelas buah jeruk keprok Sioumpu berdasarkan diameter dan atau bobot buah.

Grade

Diameter (cm)

Rata-rata Berat Buah (g)

Jumlah Buah Per kg (buah)

Persentase

Super

A

B

C

>8

7-8

6-7

<6

209,2

157,7

110,7

90.8

4-5

5-7

7-11

10-12

1,1

9,8

86,9

  2,2

Pengemasan

Tujuan utama pengemasan adalah mencegah terjadinya kerusakan fisik karena gesekan satu buah dengan yang lainnya, menekan respirasi dan transpirasi terutama selama dalam pengriman. Pengemasan dapat dilakukan dengan menggunakan box plastik, menggunakan kayu, kardos atau bahan yang lainnya.

KESIMPULAN

  • Panen buah jeruk keprok SoE sebaiknya dilakukan pada saat buah masak fisiologis di mana seluruk komponen mutu buah dalam kondisi optimal;
  • Sanitasi buah, degreening dan pelapisan lilin dapat meningkatkan daya saing jeruk keprok SoE;
  • Penyimpanan buah jeruk keprok SoE pada suhu 4-7°C dapat memperpanjang daya simpan jeruk keprok SoE
  • Grading dan pengemasan dapat meningkatkan efisiensi pemasaran

SUMBER PUSTAKA

  • Bambang Murdolelono,DidiekAgungBudianto, dan Jeremias Bombo. 2010. Market Development for Citrus from Eastern Indonesia-BPTP Nusa Tenggara Timur. Laporan Akhir Proyek ACIAR SMAR /2007/196. 17 halaman.
  • Pangestuti, R., A. Supriyanto, dan Suhariyono. 2007. Penentuan Saat Panen Optimum Jeruk Keprok SoE. J. Hort. Edisi Khusus (3):312-319.
  • Pangestuti, R., 2009. Umur Simpan dan Perubahan Kualitas Jeruk Keprok SoE (Citrus reticulata blanco) pada Umur Petik dan Suhu Penyimpanan Yang Berbeda. Widya Riset Kapita Selekta, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Jakarta Tahun 2006 ISSN : 1441-7932
  • Peter Tavener, Liz Gunner, Karen Shepherd, Andrew Green & Hardiyanto. 2010. Marketdevelopment for citrus from Eastern Indonesia. ACIAR. 15 p.
  • Muhammad Taufiq Ratule, 2010. Market Development for Citrus from Eastern Indonesia-BPTPSulawesi Tenggara. Laporan Akhir Proyek ACIAR SMAR /2007/196. 9 halaman.
  • Wanti Dewayani. 2010. Market Development for Citrus from Eastern Indonesia – BPTPSulawesi Selatan. Laporan Akhir Proyek ACIAR SMAR /2007/196. 11 halaman.

 

Oleh: Muhammad Taufiq Ratule (BPTP Sulteng) dan Wanti Dewayani (BPTP Sulses)
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Tinggalkan Balasan