Teknologi Budidaya Stroberi di Lahan

DSC_0138

Meski bukan tanaman asli Indonesia stroberi ternyata dapat tumbuh dan berkembang di beberapa daerah Indonesia di pegunungan yang iklimnya sejuk. Tanaman ini masuk di Indonesia sekitar tahun 1980an dan mulai dikembangkan secara luas tahun 1990an. Stroberi sendiri memiliki potensi ekonomi yang cukup tinggi dengan tampilan buah yang menarik. Saat ini produksi stroberi dari petani masih sangat kurang sehingga belum mencukupi permintaan yang terus bertambah.

Stroberi sendiri memiliki nilai kesehatan yang cukup tinggi, kandungan antosianin, senyawa phenolic lainnya, dan asam-asam organik dalam buah, melawan penyakit degeneratif seperti kanker dan penyakit jantung. Kemudian ellagic acid dalam buah stroberi terutama biji dan daunnya berfungsi mempercantik kulit, menjadikan gigi putih, menghilangkan bau mulut, meningkatkan kekuatan otak dan penglihatan.

Dalam membudidayakan stroberi perlu adanya langkah-langkah yang benar dalam usaha budidaya di lahan.

1. Penyiapan Lahan dan Penanaman

A. Pemilihan lingkungan

Tanaman ini bisa dibudidayakan di lahan, pot talang air dan secara hidroponik asalkan lingkungannya sesuai dengan kebutuhan tanaman.

  • Suhu dan kelembaban :

Sebagai tanaman yang berasal dari daerah beriklim subtropik, stroberi juga dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di daerah pegunungan Indonesia yang udaranya sejuk. Lokasi yang baik untuk stroberi adalah ketinggian 1.00 – 1.500 m dpl., suhu udara 14 – 24o), dan kelembaban yang relatif tinggi (85-95%), dan tidak mengalami suhu dan kelembaban yang ekstrim.

  • Tanah dan media tanam :

Stroberi menghendaki tanah gembur dengan porositas dan drainase baik. Karena itu sangat cocok pada tanah yang kaya bahan organik dan mengandung pasir. Derajad kemasaman tanah atau pH tanah yang ideal adalah 5,6-6,5.

  • Sinar matahari dan panjang hari

Stroberi menyukai sinar matahari penuh dengan lama penyinaran antara 8 – 10 jam/hari.

B. Pengolahan Tanah

  • Pembersihan Gulma dan Penggemburan tanah

Sebelum ditanami, gulma atau tumbuhan liar harus dibersihkan dengan dicangkul, dicabut hingga akarnya, kemudian dikumpulkan di satu tempat. Hindari penggunaan herbisida agar organisme dalam tanah lestari dan kesuburan tanah terjaga. Pencangkulan tanah dilakukan sedalam 30-40 cm, selain untuk membersihkan gulma juga untuk menggemburkan tanah lapisan atas.

  • Aplikasi kapur dan pupuk kandang

Setelah tanah gembur dan diratakan, sebarkan 20 – 40 ton/ha pupuk kandang sekitar 20 ton/ha dengan 2 ton/ha kapur pertanian (dolomit), kemudian dicampur dengan tanah lapisan atas hinga rata.

  • Pembuatan bedengan dan pemasangan mulsa

Buatlah bedengan dengan lebar 1 00 cm, tinggi  40 cm, dan jarak   antar bedengan = 50 cm, dengan panjang bergantung pada ukuran lahan. Pasanglah mulsa plastik hitam perak, dan buatlah lubang pada mulsa sebagai lubang tanam dengan jarak 40 x 30 atau 50 x 50 atau 50 x 40 cm.  Biarkan bedengan tertutup mulsa sekitar 1 bulan sebelum tanam agar terjadi reaksi sempurna antar tanah, pupuk kandang dan kapur

C. Penyiapan Benih

Benih stroberi bisa diperoleh dengan cara membeli di Balitjestro (hasil kultur jaringan), penangkar di daerah sentra produksi stroberi atau membuat sendiri. Petani stroberi bisa membuat benih sendiri dengan stolon maupun anakan. Induk yang digunakan untuk perbanyakan benih sebaiknya disiapkan tersendiri, bukan diambil dari tanaman untuk produksi.   Induk tanaman harus sehat, unggul, produksi dan mutu buah baik, beruumur 6-10 bulan.

  • Benih dari anakan : rumpun tanaman induk dipisahkan menjadi beberapa bagian (1 benih, 1 anakan), lalu ditanam dalam polibag (18 x 15 cm) yang diisi media campuran tanah lapisan atas : sekam (pasir) : pupuk kandang/kompos halis = 1 : 1 : 1. Satu bulan berikutnya, benih siap ditanam.
  • Benih dari stolon : Stolon yang telah memiliki 2 daun dan akar (calon akar) dipotong, akar/calon akar dibungkus mos (akar tanaman hutan), lalu ditanam dalam polibag atau nampan tempat perbenihan. Media tanam yang digunakan adalah campuran tanah lapisan atas : sekam (pasir) : pupuk kandang/kompos halis = 1 : 1 : 1. Agar tanaman cepat tumbuh, tempat perbenihan perlu diberi kerudung plastik dan dijaga agar tanah selalu lembab dengan menyiram yang teratur.
  • Varietas di Balitjestro : Dorit, Lokal Berastagi, Sweet Charlie, Erlybright, Rosa Linda, Chandler, California, Holibert, Aerut, Festival

D. Penanaman

  • Gali tanah yang berada di lubang mulsa sedalam 10-15 cm atau disesuaikan dengan perakaran benih stroberi.
  • Keluarkan benih bersama tanahnya dari polibag secara hati-hati.
  • Tanaman benih satu tanaman/lubang, timbun dengan tanah dan jangan sampai titik tumbuhnya tertimbun.
  • Lakukan penyiraman secukup

2. Pemeliharaan Tanaman

A. Pemasangan Pelindung Hujan

Tanaman stroberi sangat tidak tahan dengan curah hujan yang berlebihan. Karena itu, setelah tanam segera pasang atap pelindung tanaman menggunakan plastik putih yang tembus cahaya.

Pelindung plastik dipasang pada kerangka yang berbentuk setengah lingkaran, dibuat dari bambu yang dilengkung antara sisi bedengan. Pada pagi hari apabila cuaca baik, plastik pelindung perlu dibuka, kemudian sore hari ditutup kembali untuk melindungi tanaman dari hujan pada malam hari.

B. Pengairan

Stroberi termasuk kurang tahan terhadap perubahan kadar air tanah yang ekstrim. Karena itu, lakukan pengairan secara teratur, 2 – 3 kali dalam seminggu kecuali pada musim hujan. Volume siraman untuk setiap tanaman kurang lebih 150 –250 cc bergantung pada fisik tanah, kelembaban udara dan temperatur.

Pada masa pembungaan dan awal pembentukan buah, sebaiknya pemberian air dikurangi untuk mendorong pertumbuhan generatif sehingga buah yang terbentuk dapat berhasil dengan baik.

C. Pemupukan

Pemupukan tanaman stroberi dalam bentuk larutan, hasilnya lebih baik dan penggunaan pupuk lebih efisien dibandingkan dalam bentuk padatan. Adapun caranya sebagai berikut.

  1. Fase pertumbuhan vegetatif (2 minggu sesudah tanam – menjelang umur 2 bulan :

Buatlah larutan pupuk sebanyak 2 g NPK yang kandungan N lebih tinggi (32-10-10)/1 liter. Siramkan sebanyak 100-150 ml larutan/tanaman di sekitar akar tanaman setiap 2-4 minggu sekali (bergantung pada kesuburan tanaman).

2. Fase pembungaan

Buatlah larutan pupuk sebanyak 4 kg NPK yang kandungan unsurnya seimbang (16-16-16)/200 liter air. Siramkan sebanyak 150-200 ml larutan/tanaman di sekitar akar tanaman setiap 2-4 minggu sekali (bergantung pada kesuburan tanaman).

3. Fase pembesaran dan pematangan buah

Lakukan penyemprotan dengan pupuk yang kandungan kaliumya tinggi (KNO3) untuk memperbesar ukuran buah, dan untuk meningkatkan rasa manis semprotlah dengan pupuk yang mengandung magnesium (kiserit).

4. Untuk mencegah defisiensi unsur mikro, semprot tanaman dengan pupuk mikro lengkap (multi mikro, mikrota, dll) terutama saat pertumbuhan vegetatif, dosis seuaikan dengan anjran di kemasan pupuk.

D. Pemangkasan Daun

Pangkas daun yang terseang penyakit, daun tua, dan daun yang terlalu rimbun agar tanaman efisien melakukan fotosintesis dan penyakit tidak menular sehingga produksi dan mutu uahnya prima. Pemangkasan daun tua juga akan mendorong tumbuhnya daun baru.

E. Pemangkasan Stolon

Pangkas/kurangi jumlah stolon yang terlalu banyak agar hasil fotosintesis lebih difokuskan untuk menghasilkan buah, bukan untuk pertumbuhan stolon.

F. Penjarangan Bunga/buah

Buanglah bunga pertama dan buah stadium pentil yang jumlahnya terlalu banyak.  Waktu penjarangan buah adalah saat buah berukuran sebesar kelerang (umur 3 – 4 hari sejak berbunga).

G. Penyiangan Gulma

Perakaran stroberi relatif dangkal sehingga adanya gulma menyebabkan persaingan nutrisi dalam tanah. Karena itu, gulma harus selalu dibersihkan secara mekanis dengan dicabut.

Itulah bebarapa tahapan dalam budidaya stroberi di lahan. Dengan teknologi yang tepat diharapkan produksi akan meningkat sehingga stroberi dapat dikembangkan lebih luas lagi.

 

Oleh: Ir. Sutopo, M.Si

Peneliti Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

 

 

 

 


 

3 Comments

Tinggalkan Balasan