Teknologi Bioreaktor Fasilitas Kemandirian Perbenihan Hortikultura

iptek hortikultura, No. 11, 2015: 61-66

Agismanto, D.

Bioreaktor adalah sebuah unit kontainer yang berisi nutrisi, air, dan sel/organ yang digunakan untuk melakukan berbagai bioproses. Bioreaktor modern terdiri atas sebuah vessel yang memiliki beberapa lubang untuk inokulasi ekplan, sistem aerasi (inlet dan outlet) dan injeksi medium (Paek et al. 2005). Ada tiga tujuan utama melakukan kultur in vitro di dalam bioreaktor yaitu (1) produksi biomassa (sel, organogenik atau propagul embriogenik), tunas atau akar sebagai produk akhir, (2) produksi metabolisme sekunder dan enzim, dan (3) biotransformasi (Yesil-Celiktas et al. 2010, Paek, et al. 2005). Sel, organ dan/atau plantlet akan dipelihara di dalam sistem bioreactor, mengikuti pola automatic yang diciptakan kondisi fisik dan biokimia yang terjadi akibat pertumbuhan di dalam sistem media cair. Berbagai bentuk bioreaktor telah berkembang sesuai dengan kebutuhan kultur sel dan organ untuk mencapai berbagai tujuan. Dari berbagai model tersebut, tipe air-lift bioreactor terseleksi menjadi tipe yang paling efisien untuk pertumbuhan sel dan organ (Takayama & Akita 2006). Berbagai tipe air-lift (Gambar 1) kemudian berkembang untuk mendapatkan metode propagasi yang optimum.

Artikel lengkap bisa didownload di sini atau di sini

Agenda

no event