Teknik Perbanyakan Tanaman Lengkeng Dengan Sambung Pucuk

Benih tanaman lengkeng yang baik untuk budidaya produksi adalah yang berasal dari perbanyakan vegetatif, yaitu sambung pucuk, cangkok, okulasi dan stek. Sedangkan perbanyakan secara generatif (biji) baik digunakan hanya sebagai batang bawah atau untuk keperluan pemuliaan varietas baru. Diantara perbanyakan vegetatif tersebut, sambung pucuk dan okulasi mempunyai kelebihan perakaran yang lebih kuat dibanding cangkok atau stek karena batang bawahnya dari biji.

Perbanyakan vegetatif pada tanaman lengkeng dengan sambung pucuk mempunyai tingkat keberhasilan lebih tinggi dibandingkan dengan okulasi. Jika dibandingkan dengan tanaman buah lain (contoh: jeruk dan mangga), sambung pucuk dan okulasi pada tanaman lengkeng lebih sulit disebabkan tidak stabilnya keaktifan kambium. Meskipun sulit, jika sudah ahli akan menghasilkan tingkat keberhasilan yang tinggi. Adapun tahapan yang harus dilalui dalam perbanyakan secara grafting adalah sebagai berikut :

Persiapan batang bawah

Varietas yang digunakan untuk batang bawah adalah varietas yang mempunyai perakaran yang kuat dan pertumbuhan yang bagus. Buah lengkeng yang musiman dan sentra di Indonesia belum luas mengakibatkan untuk mendapatkan biji tidak mudah dan mahal. Permasalahan dalam perkecambahan biji adalah biji lengkeng yang rekalsitran sehingga daya simpan biji sangat singkat, diperlukan perlakuan untuk memperpanjang masa simpan biji misalnya disimpan dengan pasir atau serbuk gergaji.

Persemaian biji lengkeng dapat dilakukan di bak persemaian atau langsung di polybag. Persemaian di bak perlu ditransplanting ke dalam polybag setelah berumur 2-3 bulan sedangkan di polybag tidak. Biji ditanam pada kedalaman 1-2 cm dan seminggu kemudian biji akan berkecambah. Biji yang sudah tumbuh dilakukan pemupukan ZA 2 gr/l dan NPK 2 gr/l secara berseling 2 minggu sekali. Benih siap disambung pada waktu ukuran diameter batang 0,8-1,5 cm.

bakpoliybag

Gambar persemaian di bak  dan polybag

Penyambungan

            Benih batang bawah yang sudah siap disambung kemudian dilakukan penyambungan yang tahapannya adalah sebagai berikut :

  1. Pemilihan varietas untuk batang atas. Varietas yang dipilih yang produksi tinggi dan bernilai jual tinggi.
  2. Pemilihan entres. Entres diambil dari BF atau BPMT dengan ciri entres dengan daun dewasa (tidak muda dan tidak tua).
  3. Pemotongan batang bawah dengan tinggi 10-15 cm dari polybag.
  4. Penyayatan batang bawah membentuk huruf V, usahakan penyayatan dilakukan sekali dan tidak diulang-ulang.
  5. Entres batang atas dihilangkan daunnya. Ujung entres juga dipotong untuk meningkatkan keberhasilan sambung
  6. Pangkal entres disayat membentuk huruf V, usahakan penyayatan dilakukan sekali dan tidak diulang-ulang.
  7. Entres dan batang bawah ditautkan dan diikat dengan tali plastik
  8. lakukan penyungkupan dengan plastik pada batang atas.

1345

Proses penyambungan

Pemeliharaan

hasil regrafting
Tanaman hasil regrafting

            Tunas akan muncul setelah 2-3 minggu setelah penyambungan apabila sambungan berhasil. Setelah tunas muncul maka sungkup plastik dibuka dan kemudian dilakukan pemeliharaan secara rutin pemupukan dan penyiraman. Pupuk yang diberikan adalah ZA 2 gr/l dan NPK 2 gr/l secara berseling 2 minggu sekali. Benih sudah siap dipindah tanam pada saat tinggi tanaman mencapai 50 cm dengan jumlah daun minimal 4 helai daun majemuk.

 

Oleh: Buyung Al Fanshuri SP

Peneliti Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

 

 

3 Comments

Tinggalkan Balasan