Teknik Pengendalian Penyakit Diplodia (Botryodiplodia theobromae Pat.) Dan Penyakit Jamur Kerak Menggunakan Fungisida Difenokonazol 250 g/l Pada Pamelo (c. grandis L. Osbeck)

(Control Technique of Diplodia Disease (Botryodiplodia theobromae Pat.) and Algal Disease Using Fungicide of Difenokonazol250 g/l at Pamelo (c. Grandis L. Osbeck)

A. Triwiratno, M.E. Dwiastuti, Budi Widodo
Loka Penelitian Tanaman Jeruk Dan Hortikultura Subtropik

ABSTRAK
Salah satu penyakit jamur batang yang dinilai telah merugikan secara nilai ekonomi pada tanaman jeruk di Indonesia yaitu Diplodia (Botryodiplodia theobromae Pat). Penelitian ini bertujuan mengetahui teknik aplikasi yang efektif dan efisien dengan bahan aktif difenokonazol 250 g/l (Score 250 EC) pada berbagai dosis dan Interval untuk mengendalikan penyakit Diplodia (B. theobromae Pat). Penelitian dilaksanakan di Desa Sukomoro, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan propinsi Jawa Timur yang dinyatakan sebagai sentra Pamelo (Citrus grandis L. Osbeck) paling luas di Indonesia dan berada pada ketinggian 300 m dpl., dimulai bulan April sampai Juli 2003, tanaman jeruk yang diuji adalah varietas Nambangan berumur 10 tahun yang dilaporkan rentan terhadap terjadinya penyakit Diplodia. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa teknik aplikasi batang dikerok terlebih dahulu kemudian dikuas atau disemprot, dengan dosis 5 ml/lt interval satu minggu, setelah 3 kali aplikasi menunjukkan sebagai perlakuan yang paling efektif untuk menurunkan intensitas serangan penyakit Diplodia pada batang utama, cabang dan ranting dibanding perlakuan langsung disemprot atau dikuas. Pada minggu kelima, metode aplikasi dikuas atau disemprot saja interval 1 minggu hasilnya hampir sama dengan metode kerok kuas. Jaringan tanaman pada batang utama, cabang, ranting dan daun tidak ditemukan ad any a fitotoksisitas dan tidak ditemukan penyakit lain yang terimbas sebagai efek samping karena perlakuan difenokonazol 250 g/l (Score 250 EC). Berdasarkan efisiensi biaya, pengendalian yang paling efisien adalah menggunakan teknik aplikasi dikerok kemudian dikuas difenokonazol 250 g/l (Score 250 EC) dosis 5 ml/lt, Interval 1 minggu, 3 kali aplikasi dibanding perlakuan dikerok kemudian disemprot yang ternyata lebih banyak bahan yang terbuang.
Kata kunci: C. grandis L. Osbeck, Botryodiplodia theobromeae Pat., teknik pengendalian, Difenokonazol.

ABSTRACT
One of disease fungi of trunk regarded to have economically harmed to the crop of citrus in Indonesia that is Diplodia (Botryodiplodia theobromae Pat.). This Research aimed to know the technique of efficient and effective application with active substance Difenokonazol 250 g/l (Score 250 EC) at various dose and interval to control disease Diplodia (Botryodiplodia theobromae Pat). Research conducted in the village of Sukomoro, Subdistrict of Sukomoro, Regency of Magetan of Province of East Java which called as a centre of Pummelo (Citrus grandis L. Osbeck) widest in Indonesia and be at height 300 m above sea-Ievel., started on April until July 2003. The citrus crop citrus examined was cv.Nambangan in 10 year of age reported susceptible to the rise of Diplodia disease. Result of the research indicated that the technique application trunk of cleaned beforehand later; then the paintbrush or sprayed, with dose 5 ml/lt of interval one week, after 3 times the application showed as most effective treatment to degrade intensity of attack of Diplodia disease at trunk, branch and the twigs compared with a sprayed direct treatment or paintbrush. At fifth week, method of application of just by paintbrush or sprayed it of interval 1 week gave result more similar with method of cleaned paintbrush. Trunk, branch, twig and leaf not found the present of phytotoxicity and not found another; dissimilar disease induced as side effects due to the treatment of Difenokonazol 250 g/l (Score 250 EC). Pursuant to expense efficiency, most efficient operation use technique of application of cleaned later; then paintbrush of difenokonazol 250 g/I (Score 250 EC) dose 5 ml/lt, interval 1 week, 3 times the application compared to treatment of cleaned later; then sprayed which actually is the more amount substance which the castaway.
Keywords : Citrus grandis L. Osbeck, Botryodiplodia Theobromeae Pat, Control technique, Difenokonazol250 g/l.

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event