Teknik Pematahan Dormansi Mata Tunas Jeruk dengan Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh

iptek hortikultura, No. 12 – September 2016: 15-22

Agus Sugiyatno

Program pembangunan hortikultura nasional tahun 2016 dengan sasaran utama substitusi impor adalah mengembangkan tanaman jeruk seluas 3.500 ha melalui kegiatan peningkatan usaha budidaya dan pascapanen tanaman buah (Bahar 2015). Salah satu kunci keberhasilan pengembangan jeruk di Indonesia adalah dukungan ketersediaan benih jeruk bermutu. Benih jeruk bermutu diartikan sebagai benih bebas dari patogen sistemik tertentu, sama seperti induknya, dan tahapan proses produksinya sesuai dengan alur proses produksi pohon induk dan distribusi benih jeruk bebas penyakit yang telah diberlakukan pemerintah (Hardiyanto et al. 2010). Pengalaman di lapang menunjukkan bahwa penggunaan benih jeruk bermutu yang dikelola dengan baik akan memperpanjang umur produktif tanaman sampai umur 25–30 tahun dengan produksi lebih dari 100 kg/pohon (Sugiyatno 2015).

Benih jeruk bermutu dihasilkan dari perbanyakan secara okulasi. Cara okulasi atau penempelan banyak dilakukan oleh penangkar jeruk di Indonesia…

Artikel lengkap bisa didownload di sini

Agenda

no event