Teknik Antisipasi Kegagalan Panen Buah Lengkeng

Oleh: Buyung Al Fanshuri
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

 

Proses pembentukan dan perkembangan buah lengkeng dari bunga mekar sampai siap panen membutuhkan waktu yang berbeda tiap varietas. Waktu terpendek pada varietas diamond river dan pingpong yaitu 4,5 bulan, sedangkan varietas lain 5-6 bulan. Semua bagian buah selama proses tersebut mengalami perubahan morfologi dan fisiologi.
Buah lengkeng yang siap dipanen mempunyai ciri tekstur kulit buah halus, berwarna coklat, lunak ketika ditekan, rasanya manis dan beraroma. Permasalahan pada saat menjelang panen yang dapat mengakibatkan kegagalan panen adalah serangan hama kelelawar. Hama kelelawar menyerang pada fase penebalan daging buah terjadi 1 bulan sebelum panen. Fase penebalan daging buah ditandai pada warna biji yang sudah coklat, yang sebelumnya biji berwarna putih

[cml_media_alt id='163']Malai buah lengkeng yang terancam gagal panen akibat serangan hama kelelawar[/cml_media_alt]
Malai buah lengkeng yang terancam gagal panen akibat serangan hama kelelawar

Hama kelelawar termasuk hama utama pada tanaman lengkeng, karena jika tidak dikendalikan maka akan menyebabkan kegagalan panen. Jika tidak diantisipasi sebelumnya maka buah lengkeng dalam satu tanaman bisa habis dalam waktu semalam sehingga gagal panen. Ada beberapa teknik untuk mengantisipasi hal tersebut, yaitu :

1. Masa panen buah disamakan dengan panen buah lainnya

Dengan adanya teknologi induksi pembungaan lengkeng maka waktu tanaman berbuah dapat diatur sehingga waktu panen juga bisa diatur. Agar ketika buah tidak terserang kelelawar maka waktu induksi pembungaan dilakukan pada suatu waktu dengan perkiraan masa panen buah lain yang ada disekitarnya. Atau juga bisa dilakukan dengan menanam tanaman buah lain yang disukai kelelawar sebagai pagar. Tanaman pagar yang digunakan adalah yang disukai kelelawar yaitu beraroma harum dan mempunyai rasa yang manis, sebagai contoh tanaman buah sawo.

2. Pembungkusan buah

Petani lengkeng di Indonesia kebanyakan memakai cara pembungkusan buah untuk mengantisipasi serangan hama kelelawar. Bahan yang digunakan sebagai pembungkus bermacam-macam, diantaranya :

a. Bahan yang terbuat dari bambu atau biasa disebut dengan kroso. Kelebihan dari bahan ini adalah bisa bertahan lama selama lebih dari tiga musim panen asalkan penyimpanan setelah panen dilakukan dengan baik. Sehingga walaupun harganya mahal, namun jika bisa dipakai selama 3 kali akan ternilai murah. Penyimpanan yang baik adalah dengan cara dikeringkan di bawah sinar matahari setelah panen dan disimpan diatas/digantung agar tidak dimakan rayap. Sedangkan kelemahannya ada pembungkus dari bambu ini adalah ukurannya yang kecil dikarenakan awalnya lengkeng yang ada adalah lokal yang mempunyai malai buah pendek, dan jika digunakan untuk jenis lengkeng yang mempunyai malai buah yang panjang akan tidak sesuai. Kelemahan lainnya adalah sulit didapat karena pengrajin bambu yang sudah langka.

[cml_media_alt id='166']Buah lengkeng yang dibungkus dengan kroso (pembungkus berbahan bambu)[/cml_media_alt]
Buah lengkeng yang dibungkus dengan kroso (pembungkus berbahan bambu)
b. Bahan yang terbuat dari paranet. Pembungkus yang terbuat dari bahan ini bisa dibuat sendiri atau bisa dengan membeli bekas kantong paranet bawang merah. Kelebihan bahan ini adalah harganya yang murah dan ukuran yang bisa disesuaikan dengan panjangnya malai buah. Kelemahan dari bahan ini cepat rusak apabila sering terkena hujan dan panas matahari. Namun apabila paranetnya tebal bisa dipakai selama 2-3 musim panen, umumnya paranet bekas kantong bawang merah tipis sehingga mudah lapuk.

[cml_media_alt id='165']Buah lengkeng yang dibungkus kantong berbahan parane[/cml_media_alt]
Buah lengkeng yang dibungkus kantong berbahan parane
3. Pemasangan Jaring
Karakter kelelawar diantaranya adalah hidup secara bergerombol, bersarang di gua atau pohon tinggi dan umumnya terbang secara horizontal. Dengan karakter tersebut maka salah satu cara yang dilakukan agar tidak menyerang buah lengkeng adalah pemasangan jaring dengan tepat. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan jaring adalah:

a. Tinggi jaring harus melebihi tinggi tanaman
b. Arah pemasangan jaring menghadap sarang kelelawar
c. Jaring yang digunakan berbahan tebal, karena kalo tipis bisa dirusak kelelawar

[cml_media_alt id='164']Kelelawar yang mati terjebak jaring[/cml_media_alt]
Kelelawar yang mati terjebak jaring
Kelelawar yang mati terjebak jaring

4. Pengalihan Aroma
Aroma buah lengkeng diduga yang menyebabkan kelelawar mampu mencium aromanya kemudian berusaha mencari sumbernya dan memakannya. Oleh karena itu salah satu cara untuk mencegah agar buah tidak diserang maka dilakukan pengalihan aroma dengan bahan lain yang lebih menyengat. Bahan yang bisa digunakan dalam cara ini adalah terasi atau ikan asing. Bahan tersebut di pasang di sekitar malai buah di beberapa titik sehingga aroma buah lengkeng tidak tercium kelelawar

Keefektivan cara antisipasi tersebut diatas ditentukan oleh kemudahan memperoleh bahan, keahlian pemasangan dan populasi kelelawar di sekitar tanaman. Oleh karena itu teknik paling tepat yang digunakan untuk antisipasi agar tidak gagal panen akibat serangan hama kelelawar harus memperhatikan hal-hal tersebut. Selamat mencoba!

 

Tinggalkan Balasan

Agenda
  • Kam
    06
    Feb
    2020

    Kunjungan Mahasiswa Prodi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada Yogyakarta

  • Sel
    18
    Feb
    2020

    Kunjungan Mahasiswa Jurusan Agroteknologi, Universitas Diponegoro Semarang