Tanam RGL Hasilkan Ratusan Juta

Pengembangan Jeruk Keprok RGL di Pagar Alam, Sumatera Selatan telah menuai hasil yang cukup tinggi bagi petani. Hal ini dapat dilihat saat peneliti Balitbangtan, Ir Sutopo, M.Si mengunjungi salah satu kebun petani dalam sela-sela pelatihan “Budidaya Jeruk Sehat “yang diselenggarakan Dinas Pertanian (diperta) Kota Pagar Alam beberapa waktu lalu.

Sidarhan itulah pemilik kebun yang mengembangkan Keprok RGL. Di kebunnya telah tertanam Keprok RGL sebanyak 400 pohon yang berumur 5 tahun dan memasuki masa panen . Jeruk miliknya mulai panen mulai bulan Januari hingga sekarang.

Kebun ini dijadikan sebagai lokasi wisata petik jeruk oleh pemiliknya sehingga keuntungan yang didapat pun semakin tinggi. Untuk masuk ke kebun ini pengunjung membayar 10.000/orang dan jeruk dijual dengan harga 30000/kg. Dalam satu bulan hasil yang didapat mencapai 30-50 juta rupiah. Bisa kita hitung dalam satu tahun hasil yang didapat mencapai 300-600 jt . Sungguh hasil yang sangat besar.

Keprok RGL memang memiliki keunggulan akan pembuahannya yang terus menerus dan mempunyai warna oranye dengan rasanya yang manis segar. Hal ini menjadikan orang tertarik untuk mengkonsumsinya sehingga kebun ini tidak pernah sepi dari pengunjung.

Keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi petani lainnya dalam mengembangkan jeruk. Dengan pemeliharaan dan pengelolaan yang benar akan memberikan hasil yang sangat luar biasa.

Penerapan teknologi sangat penting untuk mendukung keberhasilan agribisnis jeruk. Dengan adanya pelatihan yang diadakan Diperta Kota Pagar Alam sangat membantu dalam mempercepat transfer teknologi yang dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian kepada petani.

Dengan pengawalan dari Balitbangtan dan Diperta Kota Pagar Alam diharapkan akan terus berkembang dan terus meningkat hasil produksinya serta tetap sehat dan aman dari serangan hama penyakit. (sutopo/fjr)