Tanam perdana di Kebun Buah Clapar awali pengembangan Jeruk di Kabupaten Batang

Kerjasama pengembangan jeruk antara Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian dengan Kabupaten Batang ditandai dengan penanaman perdana jeruk di Kebun Buah Clapar Kabupaten Batang  Rabu 25/04/2018.

Kegiatan tanam perdana ini dihadiri oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Dr. Hardiyanto, Bupati Batang Wihaji SAg, M.Pd beserta jajaran. Kepala Balitjestro Dr. Muhammad Taufiq Ratule, kepala Balitsa Dr. Catur Hermanto, Kepala Balithi Dr. Rudy Suhendi serta Kepala BPTP Jateng Dr. Harwanto turut hadir dalam kegiatan ini.

Bupati Batang menyampaikan bahwa kegiatan ini ke depan tidak hanya hortikultura aksi tetapi juga menjadi agrowisata baru sebagai edukasi bagi masyarakat tentang hortikultura. Agrowisata ini sudah tercantum dalam Peraturan Daerah sehingga pengembangannya harus benar – benar terkawal dengan baik. Arahnya, ke depan wisatawan dapat berkunjung untuk belajar tentang pertanian. Khusus Kebun Buah Clapar yang dikelola pemda diharapkan menjadi lahan percontohan bagi petani dalam mengembangkan jeruk.

Selanjutnya jeruk yang dibagikan akan ditanam di 12 kecamatan yang dikelola oleh petani dan gapoktan dengan luas tanam sekitar 70 ha, lanjutnya.

Sementara itu Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Dr. Hardiyanto menyampaikan, Kabupaten Batang mempunyai wilayah dari dataran rendah sampai tinggi. Untuk itu nanti varietas  yang ditanam disesuaikan dengan kondisi wilayah. Selain itu keunggulan  benih yang diberikan adalah bebas penyakit dan berlabel. Setelah ditanam, dalam pengembangannya akan diberikan teknologi budidaya yang telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian untuk diadopsi petani.

Adapun varietas yang di salurkan ke petani adalah, Keprok RGL, Siam Pontianak, Keprok Terigas dan Siam Madu. Jumlah yang disalurkan ke Batang sejumlah 21260 benih sebagai tahap awal dari 35000 benih yang direncanakan. (af)