Tanah dan Maknanya Bagi Tanaman Jeruk

Sumber : wikimedia.org
Sumber : wikipedia.org

Tanah dalam kehidupan sehari-hari bermakna wilayah darat yang di atasnya dapat digunakan untuk berbagai usaha seperti pertanian, peternakan, perumahan, dan lain sebagainya.  Sedangkan makna khusus tanah bagi pertanian adalah sebagai media alami bagi pertumbuhan tanaman darat.  Tanah merupakan hasil evolusi, mempunyai susunan teratur yang unik dan terdiri atas lapisan-lapisan atau horizon yang berkembang secara genetik.  Penampang vertikal tanah menunjukkan susunan horizon yang disebut profil tanah.  Berurutan dari atas ke bawah, horizon penyusun profil tanah adalah horizon O, A, B dan C; dan yang disebut solum tanah adalah horizon A dan B (Gambar di samping).

Horizon O adalah horizon organik yang terbentuk di atas lapisan tanah mineral, ditemukan terutama pada tanah-tanah hutan yang belum terganggu.  Horizon A merupakan horizon di permukaan tanah yang terdiri atas campuran bahan organik dan bahan mineral, merupakan horizon eluviasi (mengalami pencucian).  Horizon B merupakan horizon penimbunan (iluviasi) bahan-bahan yang tercuci  dari atasnya (liat, Fe, Al, bahan organik).  Sedangkan horizon C adalah bahan induk (regolit) yang sedikit terlapuk (lunak).

Bagi tanaman jeruk, makna tanah adalah sebagai tempat berdiri tegaknya tanaman, tempat mengambil unsur hara dan air, dan tempat pertukaran unsur hara antara tanah dan akar tanaman.  Tanaman jeruk memiliki adaptasi yang luas terhadap karakter fisik dan kimia tanah.  Namun demikian, fisik tanah yang ideal yaitu lapisan tanah dalam (> 75 cm), tekstur berpasir sampai lempung berpasir, drainase dan airase baik, kedalaman muka air tanah sekitar 100 cm. Sedangkan tanah gambut yang ideal adalah gambut yang sebagian besar telah melapuk (saprik), dan kedalaman pirit harus lebih dari 150 cm dari permukaan tanah.  Sedangkan karakter kimia tanah yang ideal antara lain  pH sekitar 6,5, kapasitas tukar kation > 25 me/100 g, kejenuhan basa > 50%, dan salinitasnya kurang dari 2 mmhos/cm, kandungan karbon organik tanah mineral sekitar 3 – 5%.

Oleh : Sutopo

Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Tinggalkan Balasan