Taman Sains dan Teknologi

Taman Sains dan Teknologi IndonesiaTim Pelaksana Taman Sains dan Teknologi Kemenrinstek yang terdiri dari Yudho Baskoro dan Dedy Saputra berkunjung ke Balitjestro dan mengadakan diskusi untuk menggali konsep Taman Sains Pertanian (TSP) pada Senin 13 Agustus 2015. Tim ini diterima oleh Kepala Balitjestro Dr Joko Susilo Utomo, Kepala Pelayanan Teknis Balitjestro Dr. Harwanto dan Sie Jasa dan Penelitian, Ir. Agus Sugiyatno, MP.

Tim pelaksana TSP ini bertujuan untuk megkonfirmasi konsep TSP Mandiri dan berbagai keunikan konsep yang ada di berbagai daerah. Sebelumnya beredar informasi mengenai TSP Mandiri di Kebun Percobaan (KP) Punten setelah kunjungan Kepala Badan Litbang saat itu yaitu Dr. Haryono.

TSP merupakan program sesuai dengan komitmen yang tertuang di RPJMN 2015-2019 dengan menetapkan arah kebijakan dan strategi pembangunan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) membangun dan mengembangkan 22 TSP dan Taman Teknologi Pertanian (TTP). Balitbangtan akan membangun TSP di 5 kabupaten dan TTP di 16 kabupaten.

Konsep TSP selama ini terus dimatangkan dengan mengakomodir berbagai disiplin ilmu. Pedoman untuk TSP bidang Pertanian dan Perikanan tentu saja berbeda. Untuk itu perlu sebuah rambu-rambu yang mampu memayungi dan menjadi petunjuk teknis kegiatan pelaksanaan TSP di seluruh Indonesia.

Kepala Pelayanan Teknis Balitjestro, Dr. Harwanto menjelaskan bagaimana KP Punten dianggap TSP Mandiri. Sebagai kebun percobaan, KP Punten mampu melakukan transfer teknologi Balitbangtan secara nyata dan mempunyai produk unggulan yaitu benih bebas penyakit. Bentuk penerapan teknologi Litbang sangat nampak dari proses dan produk yang dihasilkan sehingga KP Punten mampu menghasilkan PNBP sepuluh kali lipat dari anggaran yang diberikan.

Konsep pembangunan TSP memang didesain agar bermanfaat bagi masyarakat sekitar untuk jangka panjang. Pembinaan yang dilakukan hanya beberapa tahun saja, kemudian diharapkan masyarakat mampu menghasilkan produk yang padat teknologi dan bernilai tinggi. Produk tersebut bisa   mendatangkan pendapatan untuk membiayai pengelolaan hariannya.

Pada kesempatan ini, Balitjestro memberikan pandangan dan masukan bagi pengembangan TSP sehingga TSP mampu berfungsi sebagai penyedia pengetahuan teknologi terkini kepada masyarakat, penyedia solusi–solusi teknologi yang tidak terselesaikan di techno park dan sebagai pusat pengembangan aplikasi teknologi lanjut bagi perekonomian lokal.

Berita : Zainuri Hanif; Foto : Aminuddin Fajar

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event