Tag: Kunker

Museum Jeruk Jeju di Korea Selatan

Berita
Kepulauan Jeju dijadikan sebagai pusat kebun dan industri berbasis jeruk. Dengan demikian, dibangunlah museum jeruk jeju yang menggambarkan mulai dari sejarah perkembangan jeruk secara detail dan lengkap, macam varietas dan kultivar baik komersial maupun liar, macam musuh alami dan hama penyakit utama pada jeruk, koleksi plasmanutfah jeruk di dalam screen house, karakter lahan di Kepulauan Jeju, serta museum peralatan tradisionil untuk tanam jeruk. Museum ini dibangun oleh pihak swasta, sedangkan materinya bekerjasama dengan lembaga penelitian, Perguruan Tinggi dan Pemerintah. Museum dilengkapi dengan teknologi digital yang cukup modern. Museum Jeruk di Jeju, Republik Korea   Perkembangan Jeruk di dunia dan macam jeruk yang ada di Jeju Kualitas buah jeruk Jeju (TSS dan K...

“Citrus Research Station”, Balitjestro-nya Korea

Berita
Citrus Research Station dibawah National Institute of Horticultural and Herbal Science. Sedangkan Rural Development Administration sama kedudukannya seperti Badan Litbang Pertanian. Adapun Visi lembaga penelitian ini adalah ”Pengembangan teknologi modern untuk menghasilkan satu Trilliun Won dari Industri Jeruk setiap Tahun”.  Lembaga Penelitian ini memiliki 3 Laboratorium yaitu Pemuliaan, Physiologi, Hama dan Penyakit, serta Material Jeruk Modern. Jumlah pegawai sekitar 75 orang dan hampir 70 % peneliti dan pembantu peneliti. Perlengkapan peralatan laboratorium sangat modern terutama pada laboratorium Material Jeruk Modern (Advanced Citrus Materials Lab). Beberapa produk seperti wine, juice, kosmetik, dan bahan untuk kesehatan (anti kangker) telah dihasilkan di Laboratorium ini termasuk be

Korea Inginkan Kerjasama dalam Strategi Teknologi Adaptasi dan Antisipasi Perubahan Iklim

Berita
Dalam sambutannya pada “International Seminar on The Status and Measure of Citrus Industry for Climate Change” Direktur Citrus Research Station, Dr. Kwang-Sik Kim (mewakili DG of Rural Development Administration yang tidak bisa hadir) memberikan penghargaan yang tinggi kepada para pembicara dari China, Indonesia, Jepang dan Korea yang telah hadir memenuhi undangan. Selanjutnya beliau menginginkan adanya networking bilateral atau multilateral dibidang penelitian jeruk khususnya dalam mengantisipasi perubahan iklim dan strategi teknologi adaptasinya. Dampak perubahan iklim yang sangat menonjol adalah cold damage yang mengakibatkan tanaman jeruk mati. Selanjutnya dilaporkan pula bahwa program penelitian pada Citrus Research Station adalah penelitian di bidang pemuliaan, physiologi, hama dan p

Kepala Balitjestro Menjadi Pembicara Pada “International Seminar on The Status and Measure of Citrus Industry for Climate Change”

Berita
Kepala Balitjestro, Dr. Ir. Hardiyanto, MSc  telah melakukan kunjungan kerja ke Korea pada tanggal 4 – 7 Oktober 2011 untuk memenuhi undangan sebagai pembicara dari DG of Rural Development Administration, Korea yaitu Dr. Choi Dong-Ro pada acara “ International Seminar on The Status and Measure of Citrus Industry for Climate Change yang diselenggarakan oleh Citrus Research Station, National Institute of Horticultural and Herbal Science, Rural Development Administration, Seogwipo, Jeju Korea. Pembicara lainnya berasal dari China yaitu Dr. Zhou Chang Yong (Direktur Citrus Research Institute, CAAS, National Citrus Engineering Research Centre), Jepang, Dr. Kunihisa Morinaga (Direktur National Institute of Fruits Tree Science, NARO), dan dari Korea, Dr. Hyun Jae Wook (Peneliti dari Citrus Res

Hasil Kunjungan Kerja ke Maroko oleh Tim Pertukaran Ilmiah Badan Litbang Pertanian

Berita
Tim Pertukaran Ilmiah Badan Litbang Pertanian terdiri dari Dr. Marhendro (Kepala Bagian Umum, Sekretariat Badan Lirtbang Pertanian), Dr. Ir. Hardiyanto, MSc (Kepala Balai Penelitian Jeruk dan Buah Sub Tropika), dan Dr. Muharram Saefulah (Peneliti Balai Besar Penelitian Veteriner). Kedatangan Tim Pertukaran Ilmiah Badan Litbang Pertanian ke INRA (Intitute National de la Recherce Agronomique) Maroko adalah sebagai tindak lanjut hasil kunjungan Menteri Pertanian Republik Indonesia ke Maroko pada bulan Agustus tahun 2009 yang lalu bersama Kepala Badan Litbang Pertanian periode kemarin (Dr. Gatot Irianto) dalam rangka mengidentifikasi bidang penelitian pertanian yang berpotensi untuk dikembangkan dalam bentuk kerjasama antar institusi RI – Maroko. Tim Pertukaran Ilmiah Badan Litbang Pertania