Tag: huanglongbing

Mengenal Penyakit CVPD (Huanglongbing)

Mengenal Penyakit CVPD (Huanglongbing)

Artikel, Hama Penyakit Jeruk, Spesial
  Picture; Kutu loncat Jeruk Asia yang menyerang tanaman jeruk dan membawa penyakit dari pohon satu ke pohon lainnya. Di Florida, banyak tanaman jeruk terserang penyakit ini. Foto oleh Sam Droege, USGS Patuxent Wildlife Research Center.   Kutu loncat Diapohorina citri Kuw. merupakan serangga penular atau vektor penyakit CVPD yang mempercepat penyebaran penyakit ini di lapang. Satu ekor vektor CVPD yang mengandung patogen L. asiaticus terbukti mampu menularkan penyakit sistemik ini ke pohon jeruk sehat. Jika di kebun jeruk kita tidak dijumpai pohon yang terinfeksi penyakit CVPD karena ditanami dengan bibit jeruk bebas penyakit, maka kehadiran serangga penular ini hanya merupakan hama biasa yang merusak pupus atau tunas muda. Agar pengendalian vektor CVPD lebih tepat sa...

Epidemi Penyakit Huanglongbing (HLB) dan Implikasinya Terhadap Manajemen Penyakit

Artikel, Hama Penyakit Jeruk
Huanglongbing (HLB), yang sebelumnya popular dengan Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) di Indonesia, merupakan penyakit penyebab degenerasi pertumbuhan, menurunnya produktifitas, kualitas bahkan kematian tanaman jeruk di Indonesia, Asia dan Afrika, bahkan di Florida dan Brazilia. Berbagai laporan lima tahun terakhir tentang insiden penyakit ‘huanglongbing’ (HLB=CVPD) di sentra-sentra pertanaman jeruk di Indonesia mengkonfirmasi cepatnya penyebaran dan kapasitas perkembangan penyakit yang sangat mengancam keberlanjutan agribisnis jeruk di Indonesia. Sampai saat ini, kajian epidemiologi kuantitatif untuk penyakit HLB sangat terbatas, selain karena resiko dan kesulitan melakukan studi yang memerlukan waktu 5-10 tahun di kebun tanpa pengendalian, juga kompleksitas ‘natural pathosystem’ p

Kelemahan Revitalisasi Jeruk Nasional

Artikel, Hama Penyakit Jeruk
Sentra jeruk di Indonesia pada periode tahun 1960 sampai dengan 1980an mengalami kemerosotan populasi yang tajam karena dilanda oleh penyakit CVPD (Citrus Vein Vloem) atau citrus greening yang dewasa ini secara internasional disebut “Huang Longbing”. Berbagai upaya penyembuhan antara lain dengan menginfus tanaman terserang menggunakan Oxytetracyclin tidak memberikan hasil memuaskan, sehingga akhirnya dilakukan eradikasi (pembongkaran) secara besar-besaran.  Penyakit ini merupakan bahaya laten yang setiap saat bisa mengancam sentra produksi yang sudah terbangun maupun tanaman baru yang akan dikembangkan, karena tanaman yang terserang sulit/tidak bisa disembuhkan dan konon menurut pakar jeruk belum ada obat yang mujarab untuk menyebuhkan penyakit CVPD. Asa menggeser buah jeruk impor yang

Pengendalian Penyakit CVPD di Kabupaten Sambas-Kalimantan Barat

Artikel, Hama Penyakit Jeruk
Kabupaten Sambas di Kalimantan Barat merupakan salah satu sentra utama jeruk di Indonesia. Dengan luas tanam sekitar 12.000 ha,  Sambas mampu memproduksi jeruk Siam Pontianak sekitar 120.000 ton per tahun.  Kini pertanaman jeruk di Kabupaten Sambas terinfeksi penyakit CVPD dengan luas serangan hampir 30 %.  Berbagai upaya  telah dilakukan oleh pemerintah daerah setempat guna menanggulangi penyakit berbahaya yang bisa mematikan perekonomian sekitar 20% penduduk kabupeten Sambas ini;  tetapi belum memberikan hasil yang memuaskan karena dilakukan secara parsial. Badan Litbang Pertanian melalui  BPTP Kalbar dan Balitjestro telah mengadakan pengkajian efektivitas dan peningkatan adopsi teknologi anjuran  penerapan PTKJS dalam mengendalikan penyakit CVPD di satu desa, yaitu desa Tebas S