Tag: cvpd

Mengenal Penyakit CVPD (Huanglongbing)

Mengenal Penyakit CVPD (Huanglongbing)

Artikel, Hama Penyakit Jeruk, Spesial
  Picture; Kutu loncat Jeruk Asia yang menyerang tanaman jeruk dan membawa penyakit dari pohon satu ke pohon lainnya. Di Florida, banyak tanaman jeruk terserang penyakit ini. Foto oleh Sam Droege, USGS Patuxent Wildlife Research Center.   Kutu loncat Diapohorina citri Kuw. merupakan serangga penular atau vektor penyakit CVPD yang mempercepat penyebaran penyakit ini di lapang. Satu ekor vektor CVPD yang mengandung patogen L. asiaticus terbukti mampu menularkan penyakit sistemik ini ke pohon jeruk sehat. Jika di kebun jeruk kita tidak dijumpai pohon yang terinfeksi penyakit CVPD karena ditanami dengan bibit jeruk bebas penyakit, maka kehadiran serangga penular ini hanya merupakan hama biasa yang merusak pupus atau tunas muda. Agar pengendalian vektor CVPD lebih tepat sa...
Konsultasi: Kirim Jeruk Terhambat di Karantina Bandara

Konsultasi: Kirim Jeruk Terhambat di Karantina Bandara

Tanya Jawab
Penanya; Teguh Prasetiyawan Pertanyaan dari Fan Page Balitjestro Indonesia Selamat pagi bapak ibu yg saya hormati, saya mau kirim 1 batang pohon jeruk dengan tinggi 1 meter untuk buah tangan untuk saudara di surabaya, dari batam ke surabaya melalui bandara, di karantina bandara tidak tdk bisa di kirim alasannya ada surat keputusan menteri pertanian no: 610/Kpts/TP.630/6/97 tentang peredaran benih jeruk mencegah penyebaran penyakit CVPD. Saya disuruh ke dinas pertanian holtikultura setempat meminta sertifikasi / label biru. di dinas pertanian holtikultura di batam dan tanjung pinang tidak mengeluarkan sertifikasi / label biru dikarenakan pohon jeruk yg saya punya bukan pohon budidaya atau pembibitan yg memang utk di komersialkan (dijual). Saya dapat pohon jeruk tersebut itu dari ped...
Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat

Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat

Inovasi Teknologi
Salah satu penyebab rendahnya produktivitas jeruk di Indonesia yang hanya mencapai 15-17 ton dari potensi 30-40 ton per hektar adalah belum terbebasnya daerah sentra produksi dari serangan CPVD. Penyakit yang disebabkan oleh Liberobacter asiaticum ini dapat di tularkan oleh bibit yang telah terinfeksi CPVD atau melalui serangga penularnya, yaitu kutu loncat Diaphorina citri dan harus di waspadai pada setiap upaya rehabilitasi atau pengembangan agribisnis jeruk. Strategi pengendalian penyakit CPVD melalui Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS) meliputi lima komponen teknologi, yaitu : (1) menggunakan bibit jeruk berlabel bebas penyakit, (2) mengendalikan serangga penular CPVD D. citri secara cermat, (3) melakukan sanitasi kebun secara cermat, (4) memelihara tanaman secara optimal,...
Huanglongbing (HLB) di Indonesia dan Upaya Teknologi Deteksinya

Huanglongbing (HLB) di Indonesia dan Upaya Teknologi Deteksinya

Artikel, Hama Penyakit Jeruk
Penyakit huanglongbing (HLB), yang sebelumnya popular dengan sebutan Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) di Indonesia,  merupakan penyakit degenerasi penyebab menurunnya produktifitas, kualitas bahkan kematian tanaman jeruk di Indonesia, Asia dan Afrika. Bahkan pada lima tahun terakhir dilaporkan mengancam industri jeruk di Florida dan Brazilia. Di Indonesia, HLB diketahui menyerang pertanaman jeruk sejak tahun 1940-an, hampir seluruh propinsi jeruk di Indonesia saat itu dilaporkan terserang parah. Di Tulungagung misalnya, 62,34% tanaman mati karena HLB, serangan di Bali utara mencapai 60%, atau sekitar 95.564 ha tanaman jeruk mengalami kerusakan parah hanya dalam kurun waktu 1988 sampai 1996, dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp 36 miliar pada 1984. Di Sambas-Kalimantan Bara

Kit Deteksi Cepat Penyakit HLB pada Tanaman Jeruk Menggunakan Teknik LAMP (Loop-mediated isothermal Amplification)

Artikel, Hama Penyakit Jeruk
Huanglongbing (HLB), yang sebelumnya popular dengan sebutan Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) di Indonesia, merupakan penyakit penyebab degenerasi pertumbuhan tanaman, menurunnya produktifitas, kualitas, bahkan kematian tanaman jeruk di Indonesia dan negara penghasil jeruk dunia. HLB disebabkan oleh bakteri gram negatif yang termasuk dalam kelompok alpha sub divisi proteobacteria. Diantara tiga strain yang saat ini telah diidentifikasi (Candidatus Liberibacter asiaticus = CLas, Candidatus Liberibacter americanus =CLam dan CandidatusLiberibacter africanus CLaf), CLas dinyatakan sebagai strain yang penyebaran geografisnya paling luas dan mengakibatkan kerugian ekonomis paling serius. Di Sambas-Kalimantan Barat, satu-satunya propinsi yang pernah dinyatakan bebas HLB dan merupakan satu

Pengenalan dan Pengendalian Hama Kutu Loncat Jeruk (CVPD)

Artikel, Hama Penyakit Jeruk
Gejala Kutu loncat jeruk ini menyerang kuncup, tunas, daun-daun muda dan tangkai daun. Serangannya mengakibatkan tunas-tunas muda keriting dan pertumbuhannya terhambat. Apabila serangan parah, bagian tanaman terserang biasanya kering secara perlahan kemudian mati. Kutu juga menghasilkan sekresi berwarna putih transparan berbentuk spiral, diletakkan berserak di atas permukaan daun atau tunas. Serangga ini selain sebagai hama juga sebagai vektor penyakit CVPD. Stadium hidup D. citrI, nimfa dan dewasa D. citri yang menyerang tunas tanaman Bioekologi Kutu loncat jeruk selama perkembangannya mempunyai tiga stadia hidup yaitu telur, nimfa dan dewasa. Siklus hidupnya mulai dari telur sampai dewasa antara 16-18 hari pada kondisi panas, sedang pada kondisi dingin kutu ini mampu bertahan hid...

Pengendalian Huanglongbing (HLB) dengan Teknologi Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS)

Artikel, Hama Penyakit Jeruk
Indonesia memiliki banyak varietas jeruk lokal yang populer secara nasional, diantaranya Keprok Batu 55, Manis Pacitan dan Pamelo Nambangan dari Jawa Timur; Keprok Tejakula dari Bali, Keprok Garut dari Jawa Barat, Keprok SoE dari NTT, Keprok Sipirok dari Sumatera Utara, Siam Pontianak dari Kalimantan Barat, Keprok Sioumpu dari Sulawesi Tenggara, dan lainnya. Pada tahun 80-an sebagian besar sentra-sentra produksi di atas hampir punah terserang penyakit CVPD (“Citrus Vein Phloem Degeneration”) yang sekarang dikenal dengan penyakit Huanglongbing (HLB). Berbagai upaya telah dilakukan guna menanggulangi penyakit Huanglongbing ini, seperti program rehabilitasi jeruk yang menitik-beratkan pada eradikasi tanaman sakit, pengendalian dengan infusan Oxytetrasiklin-HCl, dan pengendalian terpadu de

Status dan Patogenisitas Penyakit Kanker Jeruk (Xanthomonas axonopodis pv. citri) di Jawa Timur

Artikel, Hama Penyakit Jeruk
Laporan FAO tahun 1996 menyebutkan bahwa Indonesia pada tahun 1995 memproduksi 213 ribu ton jeruk manis (sweet orange) dari 2.406 ribu ton yang dikonsumsi oleh masyarakat Asia Tenggara (Saunt, 2000) dan komsumsi perkapita di Asia Tenggara adalah 5,1 kg dari rata-rata dunia 14,3 kg perkapita dalam bentuk segar dan olahan. Di antara tanaman buah-buahan, jeruk terkenal mempunyai penyakit paling banyak (Semangun, 2000). Salah satu penyakit yang dilaporkan berasal dari Indonesia adalah kanker jeruk seperti yang dilaporkan oleh Fawcett and Jenkins bahwa gejala kanker jeruk ditemukan pada herbarium yang dikumpulkan dari India barat tahun 1827-1831 dan dari Jawa tahun 1842-1844, sehingga diduga penyakit tersebut berasal dari Indo-Malaya (Indonesia) di Asia (Thurston, 1984). Haase dan Dye melapo...

Epidemi Penyakit Huanglongbing (HLB) dan Implikasinya Terhadap Manajemen Penyakit

Artikel, Hama Penyakit Jeruk
Huanglongbing (HLB), yang sebelumnya popular dengan Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) di Indonesia, merupakan penyakit penyebab degenerasi pertumbuhan, menurunnya produktifitas, kualitas bahkan kematian tanaman jeruk di Indonesia, Asia dan Afrika, bahkan di Florida dan Brazilia. Berbagai laporan lima tahun terakhir tentang insiden penyakit ‘huanglongbing’ (HLB=CVPD) di sentra-sentra pertanaman jeruk di Indonesia mengkonfirmasi cepatnya penyebaran dan kapasitas perkembangan penyakit yang sangat mengancam keberlanjutan agribisnis jeruk di Indonesia. Sampai saat ini, kajian epidemiologi kuantitatif untuk penyakit HLB sangat terbatas, selain karena resiko dan kesulitan melakukan studi yang memerlukan waktu 5-10 tahun di kebun tanpa pengendalian, juga kompleksitas ‘natural pathosystem’ p

Kelemahan Revitalisasi Jeruk Nasional

Artikel, Hama Penyakit Jeruk
Sentra jeruk di Indonesia pada periode tahun 1960 sampai dengan 1980an mengalami kemerosotan populasi yang tajam karena dilanda oleh penyakit CVPD (Citrus Vein Vloem) atau citrus greening yang dewasa ini secara internasional disebut “Huang Longbing”. Berbagai upaya penyembuhan antara lain dengan menginfus tanaman terserang menggunakan Oxytetracyclin tidak memberikan hasil memuaskan, sehingga akhirnya dilakukan eradikasi (pembongkaran) secara besar-besaran.  Penyakit ini merupakan bahaya laten yang setiap saat bisa mengancam sentra produksi yang sudah terbangun maupun tanaman baru yang akan dikembangkan, karena tanaman yang terserang sulit/tidak bisa disembuhkan dan konon menurut pakar jeruk belum ada obat yang mujarab untuk menyebuhkan penyakit CVPD. Asa menggeser buah jeruk impor yang

Pengendalian Penyakit CVPD di Kabupaten Sambas-Kalimantan Barat

Artikel, Hama Penyakit Jeruk
Kabupaten Sambas di Kalimantan Barat merupakan salah satu sentra utama jeruk di Indonesia. Dengan luas tanam sekitar 12.000 ha,  Sambas mampu memproduksi jeruk Siam Pontianak sekitar 120.000 ton per tahun.  Kini pertanaman jeruk di Kabupaten Sambas terinfeksi penyakit CVPD dengan luas serangan hampir 30 %.  Berbagai upaya  telah dilakukan oleh pemerintah daerah setempat guna menanggulangi penyakit berbahaya yang bisa mematikan perekonomian sekitar 20% penduduk kabupeten Sambas ini;  tetapi belum memberikan hasil yang memuaskan karena dilakukan secara parsial. Badan Litbang Pertanian melalui  BPTP Kalbar dan Balitjestro telah mengadakan pengkajian efektivitas dan peningkatan adopsi teknologi anjuran  penerapan PTKJS dalam mengendalikan penyakit CVPD di satu desa, yaitu desa Tebas S