Tag: BPMT

Membangun Agribisnis Jeruk yang Tangguh di Indonesia

Membangun Agribisnis Jeruk yang Tangguh di Indonesia

Artikel
Agribisnis jeruk diawali dengan perbenihan, artinya keberhasilan pembangunan agribisnis jeruk di Indonesia menuntut dukungan industri yang tangguh. Petani kini telah menyadari bahwa menanam benih yang bermutu akan menghasilkan pohon-pohon jeruk yang tegar, dan seragam, serta pemeliharaan kebun yang efisien. Selain itu produktivitas dan mutu buah terjamin serta masa produksi akan lebih lama.Benih jeruk yang bermutu merupakan benih yang bebas dari 7 patogen sistemik seperti virus, viroid dan bakteri penyebab penyakit, yaitu CVPD, CTV, CVEV, CEV, CPsV, CcaV, dan CTLV. Selain itu benih bermutu dijamin kemurnian varietas batang bawah dan batang bawahnya. Dalam praktek,benih jeruk berlabel bebas penyakit yang tahapan proses produksinya berdasarkan program pengawasan dan sertifikasi benih yan...
Kinerja dan Revitalisasi Sistem Perbenihan Mendukung Pembangunan Industri Benih Jeruk di Indonesia

Kinerja dan Revitalisasi Sistem Perbenihan Mendukung Pembangunan Industri Benih Jeruk di Indonesia

Artikel, Jeruk, Slide
Agribisnis jeruk di Indonesia hingga kini belum didukung sepenuhnya oleh  inovasi teknologi hasil penelitian dari Litbang Pertanian dan lembaga penelitian lainnya sehingga produk yang dihasilkan berdaya saing rendah dan keberlanjutannya tidak terjamin.  Salah satu penyebab utama belum mantapnya perkembangan agribinis jeruk  ini  adalah tidak didukungnya oleh industri benih jeruk yang tangguh.  Sekitar   80-90 % benih jeruk yang dihasilkan oleh dua kawasan industri benih di Purworejo-Jateng dan Kampar-Riau   yang berkapasitas 1.500.000 – 2.000.000 benih jeruk per tahun ini adalah  tidak berlabel dan sudah menyebar ke minimal 7 provinsi di Indonesia. Demikian pula yang terjadi di sentra penangkar benih jeruk di  Sambas-Kalbar dan Batola – Kalsel, benih jeruk yang ditanam di kebun peta
Kebangkitan Jeruk di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat

Kebangkitan Jeruk di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat

Artikel, Spesial
Pada kisaran tahun 1985 – 2000 Pasaman sangat terkenal sebagai sentra jeruk di Sumatera Barat, sehingga banyak petani yang sukses ekonominya karena komoditas ini.  Namun dengan adanya serangan CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) atau di dunia internasional dikenal dengan huanglongbing dan penyakit lainnya, secara perlahan tanaman jeruk punah dan petani yang mengusahakannya beralih pada komoditas lain. Untuk mengembalikan kejayaannya, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah daerah. Setelah melakukan serangkaian penelitian, maka pada tahun 2011 BPTPH Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) menyatakan bahwa daerah-daerah sentra penanaman jeruk telah bebas dari CVPD. Berdasarkan kondisi ini, maka pada tahun 2011 Pemkab Pasbar melakukan ‘Pencanangan Lahan Pasbar Bebas CVPD’ se
Persiapan Media Tanam Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) Jeruk

Persiapan Media Tanam Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) Jeruk

Artikel, Budidaya Jeruk
Proses produksi benih jeruk bebas penyakit yang benar mengharuskan penggunaan mata tempel (entris) dari Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT), karena telah terjamin kesehatan dan kemurnian varietasnya.  Namun sampai saat ini masih dijumpai penangkar benih jeruk yang memproduksi benih jeruk dengan menggunakan entris sembarangan (bukan dari BPMT).  Alasan klasik yang sering dikeluhkan mereka antara lain adalah: a) di daerah itu belum ada BPMT, b) jumlah entris dari BPMT produksi entris sedikit sehingga tidak memenuhi kebutuhan. Beberapa kendala yang menyebabkan rendahnya produksi mata tempel di BPMT antara lain disebabkan : Media tanam BPMT yang kurang subur Petugas/pengelola yang belum terampil Pemeliharaan yang belum maksimal Cara panen entris yang salah. Media tanam merupa

Pemantapan Kinerja UPBS Tahun 2013

Berita
Untuk memperkuat Unit Produksi Benih Sumber (UPBS) Ka Balitjestro Dr.Ir Muchdar Soedarjo, MSc melakukan rapat koordinasi dengan para manajer dan beberapa staf yang terkait dengan UPBS (Selasa 08/01/2013). Acara yang dilakukan di ruang pertemuan Kebun Percobaan Punten ini dimaksudkan untuk lebih mengoptimalkan dan peningkatan kinerja dari UPBS. Untuk peningkatan tersebut ada beberapa hal yang harus dilakukan yaitu, pemantapan pemahaman tugas pokok dan fungsi masing-masing manajer. Struktur organisasi perlu dilengkapi dengan deputi manajer. Data sebaran benih sumber (BF/BPMT) perlu diupdate setiap saat sebagai bahan laporan kepada Puslitbanghorti sehingga memudahkan untuk monitoring. Konsolidasi Kinerja UPBS diharapkan bisa dimasukkan dalam website sehingga lebih mudah bagi stakeholde...

Permasalahan Serta Strategi yang Dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan dalam Pengembangan Jeruk Keprok SoE

Artikel, Jeruk
PENDAHULUAN Pengembangan tanaman jeruk keprok SoE sebenarnya telah di mulai pada tahun 2002 dengan sentra utamanya di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tersebar terutama di  kecamatan Mollo Utara, Mollo Selatan, Amanuban Barat, dan kecamatan Kuatnana sebagai sentra baru.  Populasi Jeruk Keprok di kabupaten TTS sampai Tahun 2011 sebanyak 475.000 pohon dengan rincian : tanaman berproduksi : 271.459 pohon, dan  tanaman yang belum produksi : 203.541 pohon  dengan produksi totalnya  pada tahun 2010 mencapai 10.240 ton.  Potensi lahan yang tersedia untuk pengembangan Jeruk Keprok SoE yang belum digarap sekitar 22.793 ha. Pengembangan tanaman baru tahun 2011 menggunakan dana DAU sebanyak 5000 pohon untuk desa desa Kuanfatu Kecamatan Kuanfatu,  desa Naukae Kecamatan Kuatnana,  desa Mnelalete