Tag: bf

Membangun Agribisnis Jeruk yang Tangguh di Indonesia

Membangun Agribisnis Jeruk yang Tangguh di Indonesia

Artikel
Agribisnis jeruk diawali dengan perbenihan, artinya keberhasilan pembangunan agribisnis jeruk di Indonesia menuntut dukungan industri yang tangguh. Petani kini telah menyadari bahwa menanam benih yang bermutu akan menghasilkan pohon-pohon jeruk yang tegar, dan seragam, serta pemeliharaan kebun yang efisien. Selain itu produktivitas dan mutu buah terjamin serta masa produksi akan lebih lama.Benih jeruk yang bermutu merupakan benih yang bebas dari 7 patogen sistemik seperti virus, viroid dan bakteri penyebab penyakit, yaitu CVPD, CTV, CVEV, CEV, CPsV, CcaV, dan CTLV. Selain itu benih bermutu dijamin kemurnian varietas batang bawah dan batang bawahnya. Dalam praktek,benih jeruk berlabel bebas penyakit yang tahapan proses produksinya berdasarkan program pengawasan dan sertifikasi benih yan...
Produksi dan Distribusi BF dan BPMT

Produksi dan Distribusi BF dan BPMT

Artikel, Jeruk
Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian menempati posisi strategis dalam  industri perbenihan nasional, karena benih sumber yang dihasilkan akan menjadi sumber bagi produksi benih yang di tanam petani. Sistem produksi dan distribusi benih jeruk bebas penyakit mengikuti pentahapan awal seleksi Pohon Induk Tunggal, diikuti dengan pembersihan dari patogen sistemik melalui kultur shoot-tip (STG) dan indeksing untuk mengetahui keberadaan pathogen penyebab penyakit termasuk penyebab penyakit CVPD yang semuanya dilaksanakan di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Distribusi selanjutnya oleh pihak pengembangan mengikuti alur Blok Fondasi (BF) – Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) – Blok Penggandaan Benih Komersial atau para penangkar benih h
Persiapan Media Tanam Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) Jeruk

Persiapan Media Tanam Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) Jeruk

Artikel, Budidaya Jeruk
Proses produksi benih jeruk bebas penyakit yang benar mengharuskan penggunaan mata tempel (entris) dari Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT), karena telah terjamin kesehatan dan kemurnian varietasnya.  Namun sampai saat ini masih dijumpai penangkar benih jeruk yang memproduksi benih jeruk dengan menggunakan entris sembarangan (bukan dari BPMT).  Alasan klasik yang sering dikeluhkan mereka antara lain adalah: a) di daerah itu belum ada BPMT, b) jumlah entris dari BPMT produksi entris sedikit sehingga tidak memenuhi kebutuhan. Beberapa kendala yang menyebabkan rendahnya produksi mata tempel di BPMT antara lain disebabkan : Media tanam BPMT yang kurang subur Petugas/pengelola yang belum terampil Pemeliharaan yang belum maksimal Cara panen entris yang salah. Media tanam merupa

Pemantapan Kinerja UPBS Tahun 2013

Berita
Untuk memperkuat Unit Produksi Benih Sumber (UPBS) Ka Balitjestro Dr.Ir Muchdar Soedarjo, MSc melakukan rapat koordinasi dengan para manajer dan beberapa staf yang terkait dengan UPBS (Selasa 08/01/2013). Acara yang dilakukan di ruang pertemuan Kebun Percobaan Punten ini dimaksudkan untuk lebih mengoptimalkan dan peningkatan kinerja dari UPBS. Untuk peningkatan tersebut ada beberapa hal yang harus dilakukan yaitu, pemantapan pemahaman tugas pokok dan fungsi masing-masing manajer. Struktur organisasi perlu dilengkapi dengan deputi manajer. Data sebaran benih sumber (BF/BPMT) perlu diupdate setiap saat sebagai bahan laporan kepada Puslitbanghorti sehingga memudahkan untuk monitoring. Konsolidasi Kinerja UPBS diharapkan bisa dimasukkan dalam website sehingga lebih mudah bagi stakeholde...

Permasalahan Serta Strategi yang Dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan dalam Pengembangan Jeruk Keprok SoE

Artikel, Jeruk
PENDAHULUAN Pengembangan tanaman jeruk keprok SoE sebenarnya telah di mulai pada tahun 2002 dengan sentra utamanya di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tersebar terutama di  kecamatan Mollo Utara, Mollo Selatan, Amanuban Barat, dan kecamatan Kuatnana sebagai sentra baru.  Populasi Jeruk Keprok di kabupaten TTS sampai Tahun 2011 sebanyak 475.000 pohon dengan rincian : tanaman berproduksi : 271.459 pohon, dan  tanaman yang belum produksi : 203.541 pohon  dengan produksi totalnya  pada tahun 2010 mencapai 10.240 ton.  Potensi lahan yang tersedia untuk pengembangan Jeruk Keprok SoE yang belum digarap sekitar 22.793 ha. Pengembangan tanaman baru tahun 2011 menggunakan dana DAU sebanyak 5000 pohon untuk desa desa Kuanfatu Kecamatan Kuanfatu,  desa Naukae Kecamatan Kuatnana,  desa Mnelalete