Tag: apel batu

Budidaya Apel

Budidaya Apel

Apel, Slide
Meskipun bukan asli tanaman dari Indonesia, apel termasuk salah satu jenis buah yang populer disamping jeruk dan mangga. Sebagai buah segar, apel banyak disajikan dalam pesta, buah penyerta kunjungan orang sakit maupun sesaji upacara agama di Bali. Selain dikonsumsi dalam bentuk buah segar, kelezatan apel bisa dinikmati dalam bentuk minuman maupun dodol yang banyak dijajakan di Kota Wisata Batu. Berdasarkan penelitian, apel bisa mengurangi resiko kanker usus besar, kanker prostat dan paru-paru. Serat apel juga mencegah penyakit jantung serta mengontrol berat badan dan kadar kolesterol  dengan cara seratnya mencegah reabsorpsi. Selain Malang Raya (Jawa Timur), beberapa daerah di Indonesia Timur (NTT, Bali, dan Papua) memiliki lahan yang potensial untuk pengembangan tanaman apel. N
Kondisi Tanaman Apel di Kota Wisata Batu

Kondisi Tanaman Apel di Kota Wisata Batu

Apel, Artikel
Pemanfaatan Lahan Wilayah Kota Batu memiliki luas lahan sekitar 19.908,7 hektar, dan 30% dari luasan tersebut adalah tegalan dan kebun yang merupakan tempat utama untuk usahatani apel. Luasan tersebut hampir mendekati luas lahan untuk hutan dan penggunaan lain (35%), sedangkan sisanya adalah untuk sawah (5%) dan pemukiman (8%).  Meskipun tanaman apel juga ditanam di lahan sawah, kondisinya kurang optimal dibandingkan dengan apel di tegalan karena pada tanah sawah umumnya terdapat lapisan tapal bajak yang sulit ditembus akar dan drainasinya maupun aerasinya kurang baik untuk pertumbuhan tanaman apel.  Tanaman apel dijumpai paling banyak pada ketinggian dibawah 1.400 m dpl, sedangkan diatasnya didominasi oleh tanaman sayuran terutama kentang. Jenis Tanah Sentra Produksi Apel Ber