Succes Story: Kebangkitan Keprok Batu 55 Mendukung Program Keprokisasi Jeruk Nasional (1)

PENDAHULUAN

[cml_media_alt id='1680']KeprokBatu55[/cml_media_alt]Genus atau marga  jeruk (citrus) berasal dari daerah tropik dan sub tropik Asia terutama kepulauan Malaya, kemudian menyebar ke seluruh bagian dunia. Tanaman ini telah dibudidayakan sejak lama dan sebagian besar jenis (spesies) utama bentuk aslinya tidak diketahui dengan pasti. Ada 8 (delapan)  spesies penting  jeruk  komersial di dunia , yaitu : Mandarin (Citrus reticulata), Sweet orange (Citrus sinensis), Grapefruit (Citrus paradisi), Pummelo (Citrus grandis/maxima), Lemon (Citrus limon), Sour lime (Citrusaurantifolia), Citron (Citrus medica) serta Sour orange (Citrus aurantium). Di beberapa negara produsen jeruk,  masing- masing  spesies diberi nama yang berbeda-beda, untuk species Mandarin,  di Inggris disebut Mandarin, di Itali dan Spanyol disebut  Mandarino, di Cina disebut Chu Ju, di Jepang disebut  Mikan, di India disebut  Santara. Di Indonesia species Mandarin disebut  jeruk Keprok, sedangkan Sweet orange disebut jeruk Manis, Grapefruit disebut jeruk Grapefruit, Pamelo disebut jeruk Besar/Bali, Lemondisebut jeruk  Lemon, Sour lime disebut jeruk Nipis/Pecel, Citron disebut jeruk Citron serta Sour Orange disebut jeruk asam. 

Jeruk Keprok dapat dibedakan dengan  jeruk Manis, Grapefruit, Pamelo, Lemon,  Nipis/Pecel, Citron serta  jeruk asam berdasarkan  anatomi , morfologi  dan cara mengkonsumsinya. Jeruk keprok umumnya dikonsumsi dalam bentuk segar sebagai buah meja, karena kulit buahnya yang mudah dikelupas dan antar juring mudah dipisahkan

Jeruk Keprok Batu 55 termasuk dalam spesies mandarin, di pasar belum banyak yang mengetahui bahwa mandarin adalah sinonim dari jeruk keprok. Konsumen belum percaya bahwa kualitas jeruk keprok Batu 55 adalah mencerminkan kualitas jeruk keprok nusantara, karena “image” yang sudah terbentuk bahwa seakan-akan buah impor adalah yang terbaik. Jeruk Keprok Batu 55 mempunyai kualitas penampilan dan cita rasa minimal sama dan bahkan lebih enak dibanding kualitas buah jeruk impor. Jika berhasil dikembangkan secara serius berdampak pada peningkatan produksi dan  pendapatan serta dapat mensubstitusi buah jeruk impor dan  pada akhirnya dapat mensejahterakan petani jeruk Indonesia.

ASAL CALON VARIETAS

Asal usul jeruk Keprok Batu 55 sebenarnya tidak diketahui secara pasti. Menurut sumber yang dapat dipercaya (alm. Bapak Rahmad, mantan pegawai di Kebun Percobaan Tlekung yang merupakan salah satu Kebun Percobaan milik  Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah subtropika (Balitjestro), Balitbangtan, Pohon  jeruk yang sudah ada di Batu sejak penjajahan Belanda berasal dari negeri Cina, kemudian di tanam dan berkembang di kawasan Batu termasuk di Desa Punten. Untuk mendapatkan jenis jeruk unggul, pemerintah Belanda rnengadakan lomba buah semacam kontes buah jeruk unggul bertempat di Karesidenan di Batu dan pemenangnya jeruk keprok asal Batu. Pada saat itu jenis jeruk keprok yang keluar sebagai pemenang belum ada namanya, sehingga untuk lebih mudahnya diberi nama sesuai dengan daerah asal yaitu Batu.

Selanjutnya pohon jeruk keprok pemenang lomba diambil ranting /mata tempel oleh Kebun Percobaan Propinsi Jawa Timur yang ada di Kabupaten Malang dan diperbanyak di Kebun Percobaan Punten, yang sekarang merupakan salah satu kebun percobaan Balitjestro hingga rnenghasilkan lebih dari 100 benih siap tanam. Benih – benih jeruk tersebut kemudian dikirim untuk ditanam di Kebun Tlekung yang sekarang telah menjadi Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro). Pada saat penanaman dlbuatkan denahnya dan masing-masing tanaman diberi nomor pohon secara berurutan untuk lebih rnemudahkan di dalam pengamatan dan evaluasi. Hasil evaluasi memastikan pohon bernomer 55 rnempunyai pertumbuhan, produktivitas dan mutu buah yang lebih baik dibandingkan dengan pohon lainnya.

PEMBERSIHAN PENYAKIT SISTEMIK

Pengembangan Kawasan Agribisnis Jeruk berkelanjutan dan berdaya saing tinggi memerlukan adanya dukungan sub sistem agribisnis hulu dengan tersedianya benih jeruk bermutu,  yaitu: sehat, terbebas dari 5 macam penyakit sistemik berbahaya yang dapat mematikan tanaman jeruk yaitu : CVPD: Citrus Vein Ploem Degeration, CTV : Citrus Tristeza Virus , CVEV : Citrus Vien Enation Virus, CEV:  Citrus Exocortis Viroid dan CPs V: Citrus Psorosis Virus; varietasnya unggul yaitu: mempunyai kesesuaian lingkungan tumbuh dengan wilayah pengembangan, serta mempunyai karakter genetik sama dengan induknya (True to Type) .

Teknologi pembersihan penyakit sistemik tanaman jeruk yang sampai saat ini masih handal  adalah menggunakan teknologi “Shoot Tip Grafting” atau Penyambungan Tunas Pucuk (PTP), Gambar 1. Untuk memastikan bahwa pohon induk jeruk yang dihasilkan terbebas dari  5 macam penyakit sistemik telah dilakukan pengujian/indexing menggunakan alat PCR (Polymerase Chain Reaction), Eliza Rider atau Tanaman Indikator . Produksi pohon induk (PI) dan benih jeruk bebas penyakit di Indonesia berkat kerjasama pemerintah Republik Indonesia dengan FAO-UNDP yang dilaksanakan mulai tahun 1986 – 1990. Keprok Batu 55 merupakan varietas yang pertama kali dihasilkan, kemudian pada tahun 1988 ditanam dalam rumah kasa “insect proof”

[cml_media_alt id='1678']Gambar 1. Tahapan produksi pohon induk jeruk bebas penyakit dengan Penyambungan Tunas Pucuk[/cml_media_alt]
Gambar 1. Tahapan produksi pohon induk jeruk bebas penyakit dengan Penyambungan Tunas Pucuk

DUPLIKAT PIT  KEPROK BATU 55

Sampai saat ini Pohon Induk  (PI) jeruk keprok Batu 55 yang ada sudah dinyatakan bersih dan bebas  dari 5 macam patogen sistemik dan ditetapkan 1 pohon sebagai Duplikat Pohon Induk Tunggal (Duplikat PIT) setara dengan kelas Benih Pemulia (Breeder Seed). PI ditanam dalam pot semen, telah berumur 26 tahun dan bahkan telah diregristrasi ulang oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Propinsi Jawa Timur tanggal 8 Mei 2013 dengan Nomor : Jr.AN/JTM/00.004/401/2013 (gambar 2), ditempatkan  di dalam rumah kasa di Kebun Percobaan Punten yang terletak di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

[cml_media_alt id='1679']Gambar  2. Duplikat PIT yang telah diregristasi BPSB[/cml_media_alt]
Gambar  2. Duplikat PIT yang telah diregristasi BPSB

PENDAFTARAN/ PELEPASAN VARIETAS

Pohon jeruk keprok bernomor 55 ini mempunyai karakter unggul sehingga sangat layak menjadi varietas unggul nasional, kemudian diusulkan ke tim pelepasan varietas yang diberi nama Keprok Batu 55.  Tanggal 20 April 2006 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 307/Kpts/SR.120/4/2006, jeruk varietas Keprok Batu 55  secara legal formal  telah resmi menjadi Varietas Unggul Nasional dengan deskripsi sebagai berikut :

DESKRIPSI JERUK KEPROK VARIETAS BATU 55

[cml_media_alt id='1681']DeskripsiKeprokBatu55[/cml_media_alt]

 

>> Artikel Selanjutnya: Succes Story: Kebangkitan Keprok Batu 55 Mendukung Program Keprokisasi  Jeruk Nasional (2)

 

Oleh : Setiono
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Tinggalkan Balasan