Studi Lapang BP3K Sungai Tabuh Dalam Rangka Pengembangan Jeruk Siam

BP3KkecamatanSungaiTabuh

Untuk menambah wawasan tentang budidaya tanaman jeruk, Balai Penyuluh Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Sungai Tabuh , Banjar, Kalsel mengadakan kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Kamis 20/11/2014. Dalam kunjungan tersebut 25 peserta yang terdiri dari penyuluh pertanian, wanita tani, KTNA, dan organisasi pertanian lainnya diterima oleh Dr.Ir.Joko Susilo Utomo, MP kepala Balitjestro.

Menurut Muhammad Yazidi kepala BP3K selaku ketua rombongan,  Sungai Tabuh merupakan daerah yang dulu terkenal dengan jeruk siam Madang atau sekarang dikenal dengan Siam Banjar. Keberadaan jeruk yang dulu berkembang sekarang mulai berkurang dikarenakan cuaca dan kondisi lingkungan yang mulai berubah. Dalam 10 tahun terakhir tanaman yang mati disebabkan karena banjir yang melanda setiap 3 tahun sekali yang sebelumnya tidak pernah terjadi.

Untuk itu dalam kunjungan yang singkat ini diharapkan para peserta mendapat pengetahuan mengenai inovasi teknologi jeruk yang dihasilkan untuk diterapkan disana terutama mengatasi dampak perubahan iklim yang terjadi. Selain itu perbenihan jeruk sebagai faktor utama untuk pengembangan jeruk siam harus diketahui benar proses pembuatannya dan alurnya. Agar terjamin kualitasnya sejak awal, benih yang akan ditanam harus bebas penyakit. Dengan budidaya yang benar kelestarian jeruk siam madang/banjar akan terjaga dan menjadi produk unggulan lokal maupun nasional.

Kepala Balitjestro, Dr.Ir. Joko Susilo Utomo, MP menyambut baik kunjungan tersebut dan mengharapkan agar para peserta dapat belajar dan menerapkan pengalaman peneliti dan teknisi Balitjestro mengenai budidaya jeruk. Sebagai UPT Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian, Balitjestro melakukan riset untuk menghasilkan inovasi teknologi jeruk dan buah subtropika. Khusus mengenai jeruk dijelaskan tentang berbagai inovasi yang dihasilkan dalam mendukung dan mengembangkan agribisnis jeruk di Indonesia. Inovasi tersebut antara lain penerapan PTKJS, pengendalian hama ramah lingkungan, perbaikan mutu buah jeruk dan inovasi lainnya. [fajar/balitjestro]

 

Related Post

Tinggalkan Balasan