Studi Isolasi Protoplas pada Jeruk Siam

(Study on Protoplast Isolation of Siam Citrus)

Prosiding Seminar Nasional Jeruk 2007 Yogyakarta, 13 – 14 Juni 2007, hal. 197-208

Ali Husni, M. Kosmiatin, I. Mariska1, dan C. Martasari2
1Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Bioteknologi Dan Sumber Daya Genetik Pertanian
2Balai Penelitian Tanaman Jeruk Dan Buah Subtropika

Abstrak
Salah satu masalah yang dihadapi dalam agribisnis jeruk masa kini dan masa mendatang di Indonesia adalah kalah bersaingnya produk yang dihasilkan dengan jeruk impor. Kecenderungan pasar dunia akan buah jeruk segar saat ini adalah tidak berbiji, mudah dikupas dan warna yang menarik. Jeruk siam Banjar merupakan jeruk lokal komersial Indonesia yang rasanya manis tetapi tidak sesuai dengan tipe jeruk yang dibutuhkan pasar dunia dengan biji yang relatif banyak (15-20 biji per buah) dan warna tidak menarik sehingga kalah bersaing. Salah satu cara yang dapat dilakukan secara efisien dan efektif adalah membuat tanaman jeruk lokal tipe baru tanpa biji dengan warna menarik dan mudah dikupas. Untuk mempercepat perolehan sifat yang diinginkan secara efisien dan efektif maka teknologi fusi protoplas dapat digunakan untuk memasukkan sifat baik dari jeruk Satsuma (tanpa biji) ke jenis jeruk siam lokal sehingga diperoleh buah jeruk lokal yang sesuai dengan tuntutan pasar. Dari hasil introgresi gen tersebut diharapkan akan diperoleh jeruk lokal tipe baru dengan rasa yang manis, tanpa biji, bertipe Mandarin, dan mudah dikupas. Penelitian dilakukan di Balai Besar Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian dimulai pada bulan Maret hingga Desember 2006. Tahap awal fusi adalah induksi kalus embriogenik dengan sistem regenerasi yang solid, isolasi protoplas dengan densitas yang tinggi untuk dapat dilakukan fusi sedangkan tahap akhir adalah kultur fusan. Induksi kalus jeruk siam dilakukan dengan mengkulturkarkan embrio dan nuselus muda pada formulasi media MS+BA3mg/l+ekstrak malt 500mgl+Sukrosa3%; MS+vitaminMorrel+BA3mg/l+Sukrosa3%; MS+2,4-D2 + casein hidrolisat 200mg/l. Isolasi protoplas dilakukan dengan mencoba beberapa formulasi enzim macerozim, sellulase dan atau pektiolase yang dapat menghasilkan densitas protoplas tertinggi. Hasil studi menunjukkan respon yang cukup baik pada jeruk siam Banjar dimana media dengan penambahan 2,4-D memberikan persentase induksi kalus yang tertinggi tetapi kalusnya kompak. Kalus yang diinduksi pada media dengan penambahan BA 3 mg/l  penampakannya lebih embriogenik yang ditujukkan dengan struktur globular. Isolasi protoplas dengan densitas tinggi diperoleh dari kombinasi enzim selulase 0,5% dan macerozym 0,5% yang dicuci dengan larutan CPW + Mannitol 0,5M dan dimurnikan pada larutan sukrosa 25%+Mannitol 13%.
Kata kunci : Jeruk siam, isolasi, protoplas.

Abstract
One problem faced in citrus agribusiness of present time and in the future in Indonesia is that our citrus products lose competition with the import ones. Nowadays, world market of fresh citrus has tendencies to citrus which are seedless, easy to be peeled off and have interesting color. Siam citrus of Banjar is one of local commercial citrus in Indonesia which has sweet taste, however, it doesn’t suitable with world market requirement because of its relatively plenty of seeds (15-20 seeds per fruit) and no interesting color. One way that can be conducted efficiently and effectively was by making new types of local citrus plant which are seedless, easy to be peeled off and have interesting color. In order to accelerate the required characteristic gain efficiently and effectively, protoplast fusion technology could be used to input good characteristic of Satsuma citrus (seedless) into local siam citrus, so that it would be obtained local citrus which was suitable with market demands. From the gene introgresi result, it was expected to gain new types of local citrus which were sweet, seedless, has mandarin type and easy to be peeled off. Early stage of fusion was embryonic callus induction with solid regeneration system, protoplast isolation with high density to conduct fusion and the final stage was fusan culture. Callus induction of Siam citrus was conducted by culturing embryo and young nucellus on media formulations MS + BA 3 mg/l + malt extract 500 mg + sucrose 3%; MS + vitamin Morrel + BA 3mg/l + sucrose 3%; MS + 2,4-D2 + casein hydrolisat 200 mg/l. Protoplast isolation was conducted by testing several formulation of macerozim enzyme, cellulose, or pectiolase which can produce the highest protoplast density. The study result showed a quite good response on Siam Banjar where media with addition of 2,4-D gave the highest callus induction percentage but the callus was compact. Callus induced in media with addition of BA 3 mg/l had more embryogenic performance, indicated with globular structure. Protoplast fusion with high density was reached by cellulose enzime combination 0.5% and macerozym 0.5% that was washed by CPW+Mannitol 0,5M solution and was purified by sucrosa
25%+Mannitol 13% solution.
Keywords : Siam citrus, isolation, protoplast.

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event