Stroberi Organik untuk Pertanian Berkelanjutan

20140224_104846Dalam usaha merakit Stroberi Tropika, Balitjestro telah melakukan brainstroming untuk menguatkan metode ilmiah mencapai varietas stroberi yang diinginkan. Dalam brainstroming yang ke-4, Sutopo pakar ilmu tanah Balitjestro mengupas tentang “Stroberi Go Organik”. Dalam presentasi dan diskusi ini dibahas detail mengenai definisi organik yang selama ini batasannya masih diperdebatkan. Aturan internasional dan Kementan memang berbeda dari sisi toleransi terhadap faktor non organik.

Federasi Internasional Pergerakan  Pertanian Organik  ( IFOAM)  :

Pertanian organik adalah suatu sistem manajemen produksi holistik yang mengedepankan dan meningkatkan kesehatan agroekosistem, mencakup keanekaragaman hayati, daur biologi, dan aktivitas biologi tanah.

Badan Standarisasi Nasional  (SNI 01-6729-2002) :

Pertanian organik adalah sistem manajamen produksi holistik yang meningkatkan kesehatan agroekosistem, termasuk keragaman hayati,  siklus biologi,  dan aktivitas biologi tanah. 

Dalam standar mutu terdapat perbedaan mengenai sertifikasi organik. Sertifikasi Kementan dan lokal lainnya masih mentoleransi penggunaan pupuk kimia dalam jumlah minimal atau Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA), Pengendalian OPT dilakukan dengan biopestisida, varietas toleran, dan agensia hayati. Sedangkan sertifikasi mutu internasional persyaratannya lebih ketat yaitu masa konversi lahan, tempat penyimpanan produk organik, bibit, pupuk dan pestisida serta pengolahan hasilnya harus memenuhi persyaratan tertentu sebagai produk pertanian organik.

Untuk penyiapan lahan, idealnya waktu konversi minimal 2 tahun untuk lahan  bekas tanaman semusim, 3 tahun untuk tanaman tahunan atau bergantung pada kondisi lahan tetapi tidak boleh kurang dari 1 tahun. Dalam masa konversi, pengelolaan lahan tidak boleh  bergantian antara organik dan konvensional. Dlm satu hamparan lahan, jika konversinya dk dilakukan scr bersamaan maka perlu dilakukan pemisahan yg tegas antara lahan organik dan non organik agar tidak terjadi kontaminasi ke lahan organik.

Dalam bertani kita diharapkan untuk mampu selaras dengan alam. alam memiliki kemampuan dg caranya sendiri untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi manusia. Peran manusia hanyalah mengusahakan suatu  keseimbangan yg memungkinkan berlangsungnya proses-proses alamiah dlm suatu lingkungan pertanian sehingga alam akan berproduksi secara optimal dan berkelanjutan. [z.hanif]

 

Sudut pandang (1)

Tinggalkan Balasan