Sosialisasi Penggunaan Kit Deteksi Cepat (Kit dePAT) CVPD Tanaman Jeruk di Bengkulu

Salah satu teknologi andalan yang telah dihasilkan Balitjestro adalah Kit Deteksi Cepat Penyakit CVPD Tanaman Jeruk. Dalam upaya pengenalan dan percepatan diseminasi teknologi tersebut kepada stakeholder, salah satu kegiatan yang dilakukan adalah Sosialisasi Pengenalan Kit Deteksi Cepat CVPD (Kit dePAT). Pada tahun 2017, kegiatan serupa telah dilakukan di Balitjestro sebagai bagian pengenalan awal terutama kepada para peneliti BPTP daerah pengembangan.

2018, Tim Peneliti Kit dePAt melakukan kegiatan pengenalan dan sosialisasi langsung yang rencananya dilaksanakan di 10 daerah pengembangan jeruk.  Target pesertanya lebih luas dengan melibatkan, selain peneliti dan penyuluh dari BPTP setempat, akademisi dari perguruan tinggi, Dinas Perlindungan Tanaman serta Pengawasan Benih terkait.

Daerah pertama yang menerima sosialisasi Kit dePAT adalah Bengkulu. Sosialisasi berlangsung pada hari Selasa tanggal 18 September 2018 bertempat di aula BPTP Bengkulu. Acara ini dihadiri oleh peneliti dan penyuluh serta teknisi litkayasa BPTP Bengkulu, Ketua Jurusan Proteksi Tanaman Universitas Bengkulu, Dr Ir Tunjung Pamengkas, POPT UPTD Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Propinsi Bengkulu, dan staff dari UPTD Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Propinsi Bengkulu. Acara dibuka oleh Kepala BPTP Bengkulu, Dr Darkam Musaddad, MSi.

Dalam sosialisasi ini, Ir Nurhadi MSc selaku Ketua Tim menyampaikan kepada peserta mengenai latar belakang pengembangan teknologi Kit DePAT, teori-teori sederhana terkait kit beserta langkah-langkah pengembangan sehingga dihasilkan Kit dePAT. Selanjutnya dilakukan praktek langsung penggunaan kit oleh para peserta dengan tujuan para peserta dapat memahami secara lebih komprehensif manfaat dan teknis penggunaan Kit dePAT di lapang (bq).