Sosialisasi dePAT CVPD di Kabupaten Pangkep

Sosialisasi kit deteksi cepat (dePAT) penyakit CVPD  ke daerah-daerah pengembangan jeruk masih berlanjut. Kali ini acara sosialisasi dilakukan di Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Pangkep. Kabupaten Pangkep,19/11/2018. Pangkep sendiri merupakan produsen jeruk besar (pamelo) tertinggi di Indonesia sehingga dirasa sangat tepat melakukan  sosialisasi di daerah ini. Acara bertempat di ruang pertemuan Rumah Pamelo Taman Teknologi Pertanian (TTP) Pangkep.

Acara dibuka oleh Ir Otto Endarto, MSi mewakili tim Balitjestro kemudian dilanjutkan oleh Kadis Pertanian Kab Pangkep, Ir Hj Sriwaty, MHum. Kadisperta menyampaikan harapan-harapan akan adanya teknologi-teknologi terkait jeruk yang dapat membantu budidaya dan pemeliharaan jeruk terutama pamelo yang menjadi ikon dari Kabupaten Pangkep. Selain masalah lalat buah, petani menghadapi maraknya penyakit Diplodia di pertanaman mereka. Beliau melanjutkan bahwa acara sosialisasi tersebut merupakan salah satu kegiatan untuk peningkatan pengetahuan dan keahlian SDM pertanian terutama jeruk.

Acara sosialisasi dihadiri 50  peserta terdiri atas petani, penyuluh, POPT, dan peneliti dari BPTP Sulsel. Seperti biasa, sosialisasi dimulai dengan presentasi materi yang disampaikan oleh Yunimar MSi dilanjutkan dengan demo dan praktek penggunaan kit deteksi cepat CVPD secara langsung oleh masing-masing peserta.

Seperti halnya di beberapa tempat sebelumnya, topik komersialisasi produk juga muncul dalam diskusi. Dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan oleh Kit Deteksi Cepat CVPD ini, para pengguna terutama yang terkait langsung dengan pengawasan kesehatan benih dan tanaman sangat berminat untuk memanfaatkan kit ini dalam waktu dekat (bq)