Sistem Monitoring Unsur Iklim Berbasis IoT Untuk Wujudkan Smart Green House

Screen house yang dilengkapi perangkat sensor dan monitor. Foto : Buyung AF

Budidaya tanaman sangat erat kaitannya dengan unsur iklim, diantaranya suhu, kelembaban dan intensitas cahaya matahari. Unsur iklim menjadi faktor pembatas dalam prasyarat kesesuaian lahan untuk suatu komoditas. Untuk mengontrolnya saat ini melalui teknologi Smart Green House.

Teknologi ini sudah banyak digunakan di negara maju yang mempunyai 4 musim iklim untuk menyediakan pangan dikala musim dingin (salju), diantaranya China, Jepang dan Korea Selatan.

Di Indonesia sudah ada beberapa lokasi yang mengadopsi smart green house, diantaranya di Jember  Jawa Timur dan Pangalengan Jawa Barat. Dengan smart green house maka semua unsur iklim dapat dikendalikan, disesuaikan dengan kebutuhan tanaman yang dibudidayakan.

Pada prinsipnya ada dua sistem pendukung dalam smart green house tersebut, yaitu monitoring dan controlling yang otomatis. Sebagai contoh misalnya suhu dijaga dibawah 260 C, jika monitoring sensor suhu diatas ambang batas suhu tersebut maka secara otomatis pendingin akan nyala.

Saat ini Balitjestro berupaya mewujudkan smart green house secara mandiri. Salah satu screen house Balitjestro yang berlokasi di kegiatan OPAL (Obor Pangan Lestari) sudah dipasangi sistem monitoring berbasis IoT (Internet of Things) pada tanaman stroberi. Ada 5 faktor lingkungan yang dimonitoring, yaitu suhu, kelembaban udara, intensitas cahaya,konsentrasi CO2 dan kelembaban tanah.

Perangkat sensor yang terpasang. Foto : Buyung AF

Semua sensor tersebut terhubung dengan internet sehingga bisa diakses dari manapun dan kapanpun baik melalui hand phone ataupun laptop.Di dalam screen juga disediakan layar monitor untuk menampilkan data hasil rekaman sensor. Data setiap sensor masuk ke database server Balitjestro setiap 10 menit sekali.

Tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi tanaman dengan pendekatan faktor lingkungan. Untuk mengetahui kondisi tanaman yang sesungguhnya juga dilakukan pengamatan pertumbuhan, hama dan penyakit tanaman stroberi yang sangat berkaitan dengan suhu dan kelembaban.

Hasil dari monitoring tersebut digunakan sebagai dasar untuk tindakan controlling lingkungan tanaman, penerapannya masih manual.  Harapannya suatu saat sistem controlling juga akan secara otomatis berdasarkan data sistem monitoring. ( Buyung Af/Balitjestro)

 

Agenda

no event