Sentra Jeruk Keprok di Donowarih Karangploso

Jeruk Keprok di Donowarih Karangploso (4)Sentra jeruk keprok di Kabupaten Malang tidak hanya di Kecamatan Dau. Di Karangploso, tepatnya di Desa Donowarih pertumbuhan sentra jeruk sudah mulai menggeliat. Saat ini diperkirakan area tanam mencapai 50 hektar. Baru-baru ini Menteri Pertanian ke Desa Donowarih untuk meninjau sentra jeruk. Sebanyak 19.000 benih ditambah paket pemupukan diberikan untuk meningkatkan area tanam jeruk di Desa ini.Jeruk Keprok di Donowarih Karangploso (24)

Adalah pak Buang dan keluarganya yang termasuk pihak yang mengawali pengembangan jeruk di Desa Donowarih. Desa Donowarih adalah salah satu Desa yang berada di Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang Propinsi Jawa Timur dengan Luas wilayah 1.298 ha. Desa ini terletak sebelah selatan kaki Gunung Arjuna. Desa-desa yang berbatasan antara lain sebelah utara Desa Bocek dan Hutan lindung, sebelah timur Desa Girimoyo dan Bocek, sebelah selatan Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu, sebelah barat Desa Tawangargo. Topografi berupa dataran dan perbukitan serta berada pada ketinggian 600 sampai dengan 950 m dari permukaan air laut. Hawa di Desa Donowarih ini sejuk dan dingin sehingga cocok untuk pengembangan jeruk keprok batu 55.

Pak Buang memiliki 4 kebun dengan masing-masing kebun sekitar 200 tanaman dan sudah berproduksi. Bahkan ada jeruk yang tanam sejak tahun 1986 dan masih terpelihara sampai saat ini. Petani jeruk yang lain memiliki jeruk dengan usia yang hampir sama, namun kebanyakan sudah ditebang karena kurangnya perawatan. Pak Buang juga memiliki 1 kebun di dekat rumahnya yang tanaman jeruknya baru berumur 7 tahun. Tanaman jeruk ini sebelumnya milik saudaranya dan sempat terlantar (rusak) selama 2 tahun (tahun ke-4 dan ke-5) kemudian dijual ke pak Buang dan sudah 2 tahun ini perkembangannya membaik.

Jeruk bagi petani di Desa Donowarih menjadi harapan baru untuk memperoleh kesejahteraan hidup. Pak Joko Lurah Donowarih mengatakan bahwa potensi jeruk di Desanya memang sedang naik. Petani lain mulai meniru Pak Buang dan keluarganya yang sudah lama menggeluti jeruk dan memperoleh banyak keuntungan dari tanaman ini. Mereka menjualnya dengan sistem berat (per-kg harga Rp 10.000,-) bukan ditebas sebagaimana umumnya dilakukan petani. Sehingga meminimalkan tanaman yang rusak dan jelas berapa hasil yang dicapai dalam satu masa panen. [zh]

Pak Buang (63 tahun) salah satu pelopor petani jeruk di Donowarih, Karangploso
Pak Buang (63 tahun) salah satu pelopor petani jeruk di Donowarih, Karangploso

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event