Seminar Perhorti : Membangun Sistem Baru Agribisnis Hortikultura Indonesia pada Era Pasar Global

?????????????

Permintaan produk hortikultura di Indonesia dalam satu dekade ini melonjak signifikan. Dari pengalaman di banyak negara, permintaan terhadap hortikultura meningkat sangat tajam seiring dengan peningkatan pendapatan masyarakat dan peningkatan presentase masyarakat kelas menengah di suatu negara. Sayangnya peningkatan permintaan produk hortikultura Indonesia dibarengi dengan melonjaknya impor yang cukup tajam. Tahun 2012, impor buah dan sayuran mencapai Rp 17 trilyun dimana jeruk menyumbang 10% dari total impor tersebut.

Share hortikultura Indonesia 6,138% terhadap total PDB pada kuartal II 2013, menurun 0,306%% dibandingkan kuartal II 2012. Share nilai ekspor hortikultura terhadap ekspor komoditi bukan minyak dan gas pada 2012: 0,174%. Share nilai ekspor hortikultura terhadap ekspor komoditi bukan minyak dan gas pada 2012: 0,174%. Share nilai impor hortikultura terhadap impor komoditi pada 2012: 0,981% (5,6 kali lipat dari nilai ekspor).

Tantangan yang begitu berat menuntut stake holder hortikultura Indonesia untuk merumuskan strategi baru dalam menghadapi pasar global. Kita harus mampu membangun sistem baru agribisnis hortikultura Indonesia dengan meningkatkan efisiensi kebun-kebun para petani kecil, penyiapan teknologi praktis yang dapat diterapkan dengan relatif mudah, penyiapan infrastruktur yang menunjang, penyiapan rantai pasok produk hortikultura yang berkeadilan dan penyiapan masyarakat yang cinta akan produk hortikultura nusantara. Perhorti berupaya untuk merumuskan strategi itu dan mampu menjawab tantangan sekian tahun ke depan. Konggres dan Seminar Perhorti kali ini diikuti oleh 86 presenter oral dan 50 presenter poster. Peserta berasal dari berbagai kalangan mulai dari dosen, peneliti, bumn, perusahaan swasta dan mahasiswa.

Konggres kali ini memilih ketua Perhorti yang baru menggantikan Prof. Dr. Roedhy Poerwanto yang sudah menjabat ketua selama dua periode dan mengharapkan ada regenerasi. Terpilih sebagai ketua Perhorti secara aklamasi adalah Prof. Dr. Ir. Slamet Susanto, M.Sc untuk periode jabatan 2013-2017. Prof. Slamet merupakan dosen agronomi dan hortikultura IPB yang mendapatkan gelar guru besar pada Juli 2013 dengan judul “Pamelo: Jeruk Potensial yang Masih Terabaikan.” Di pasar internasional, Pamelo merupakan jenis jeruk yang mempunyai nilai perdagangan yang tinggi dan mendampingi mandarin, orange dan lemon.

Balitjestro turut berpartisipasi aktif dalam hajat Perhorti yang rutin dilaksanakan 1 tahun sekali. Pada Seminar tahun ini, tercatat 10 peneliti mengirimkan makalah. Mereka adalah Arry Supriyanto, Syahrian Siregar, Nirmala F. Devy, Mutia Erti Dwiastuti, Zainuri Hanif, Hasim Ashari, Buyung Al Fanshuri, Oka Ardiana Banaty, Yenni dan Emi Budiyati.

Berikut judul penelitian yang disampaikan dalam Perhorti 2013.

  1. Pengaruh Tingkat Naungan Plastik terhadap Produktivitas Lima Varietas Stroberi >> oleh Hasim Ashari dan Zainuri Hanif
  2. Pengaruh Pola Curah Hujan terhadap Periode Pembungaan dan Pembuahan Beberapa Varietas Pamelo (Citrus Maxima (Burm) Merr) di Dataran Rendah Kering >> oleh Nirmala F. Devy, Hardiyanto dan Sakur
  3. Potensi Varietas terhadap Pengembangan Agrowisata Stroberi (Fragaria x ananassa) di Batu Jawa Timur >> Oleh: Zainuri Hanif dan Hasim Ashari
  4. Pengaruh Minyak Sereh dan Cengkeh terhadap Jamur Penicillium sp. dan Alternaria sp. Penyebab Penyakit Busuk Buah Jeruk Manis >> Oleh: Mutia Erti Dwiastuti
  5. Karakter Morfologi dan Kimia Buah Enam Aksesi Lengkeng (Dimocarpus longan lour.)  >> Oleh: Buyung Al Fanshuri, Yenni dan Emi Budiyati
  6. Periode Pertunasan, Pembungaan dan Pembuahan Tanaman Jeruk Keprok Batu 55 >> Oleh: Yenni, Arry Supriyanto dan Otto Endarto
  7. Kecepatan Pertumbuhan Tanaman Stroberi Hasil Kultur Meristem pada Media Aklimatisasi yang Berbeda >> Oleh: Oka Ardiana Banaty dan Akhmad Syahrian Siregar
  8. Potensi Pengembangan Varietas-varietas Jeruk Unggul Indonesia sebagai Substitusi Impor >> Oleh: Emi Budiyati
  9. Inisiasi Meristem Apel dengan Teknik yang Lebih Efektif dan Efisien >> Oleh: Syahrian Siregar
  10. Pola Perubahan Hormonal Fase Pemasakan Buah Jeruk Keprok SoE di Dataran Tinggi dan Borneo Prima di Dataran Rendah >> Oleh: Arry Supriyanto, Ahmad Syahrian Siregar dan Hasim Ashari

 berita oleh : z@in

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event