Seminar Nasional “Pekan Inovasi Teknologi Hortikultura Nasional”

Seminar  nasional ini merupakan bagian dari acara Pekan Inovasi Teknologi Hortikultura Nasional yang diadakan sejak 2-6 Juli 2012 yang juga diadakan untuk memperingari Hari Krida Pertanian. Seminar yang diadakan di Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang ini menghadirkan 153 abstrak yang lolos seleksi dari 206 abstrak yang masuk ke panitia.

Tema yang diangkat adalah “Penerapan Inovasi Teknologi dalam Mendukung Pembangunan Hortikultura yang Berdaya Saing dan Berbasis Sumberdaya Lokal”.  Tujuannya adalah untuk mendiseminasikan dan menyebarluaskan informasi-informasi tentang teknologi terbaru di bidang hortikultura, baik itu hasil penelitian, review, dan kajian lain yang mendukung pembangunan hortikultura. Balitjestro sedikitnya mengirimkan  15 makalah dalam seminar ini.

Rumusan

  1. Seminar Nasional Hortikultura ini diselenggarakan sebagai forum pembahasan pengembangan IPTEK Hortikultura guna mendukung pembangunan hortikultura nasional yang tangguh, modern dan berdaya saing. Inovasi sebagai unsur utama peningkatan daya saing perlu dikembangkan secara luas kepada pengguna agar dapat diadopsi untuk menghasilkan produk trend setter yang mampu menciptakan preferensi pasar global. Dengan kekayaan Sumber Daya Genetik yang melimpah dan sentuhan inovasi, Indonesia mampu menghasilkan produk trend setter hortikultura yang tidak dapat disaingi oleh negara lain.
  2. Jejaring kerja pengembangan inovasi perlu ditingkatkan dari waktu ke waktu, karena bermanfaat untuk mengoptimalkan penggunaan sumberdaya, menghindari tumpang-tindih penelitian, meningkatkan kualitas penelitian dan mengefektifkan diseminasi hasil penelitian. Ke depan jejaring kerja penelitian dan pengembangan yang selama ini telah terbangun dengan baik perlu diperluas dengan melibatkan para pengguna, sehingga produk inovasi dapat diadopsi langsung untuk peningkatan daya saing hortikultura nasional.
  1. Kerjasama ACIAR telah dilakukan selama 30 tahun dengan tujuan untuk pemenuhan gizi dan ketahanan pangan, menurunkan kemiskinan, diversifikasi usaha, adaptasi terhadap perubahan iklim, meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk hortikultura. Untuk mencapai tujuan tersebut ditempuh strategi peningkatan produktivitas, kualitas hasil dan penurunan kehilangan hasil, peningkatan nilai tambah, penurunan residu pestisida, perbaikan pengelolaan tanaman, pengembangan ekspor, biosekuritas, phyitosanitary, peningkatan kapasitas serta kemitraan litbang hortikultura. Mitra yang terlibat di dalam kerjasama ACIAR mencakup Balitsa, Balitbu, BPTP, Pemerintah Daerah, Universitas, pengusaha, konsultan dan CGIAR. Bidang masalah yang ditangani terdiri atas permasalahan kritis di tingkat hulu sampai ke hilir dalam sistem agribisnis, mulai dari pengelolaan plasma nutfah, perbenihan, pengelolaan tanaman, penanganan pasca panen, dan penanganan ekspor untuk komoditas strategis buah dan sayuran. Selama periode 30 tahun telah dihasilkan rekomentasi PHT, PTT, potensi pasar, penanganan pra ekspor. Ke depan diperlukan kegiatan lanjutan integrasi program nasional penanganan masalah khusus, integrasi rantai pasok, pengembangan produksi sayuran periurban untuk mendukung ketahanan dan keamanan pangan.
  1. Pemanfaatan inovasi mutakhir terbukti berperan sebagai instrumen utama dalam pemanfaatan sumber daya dan perekayasaan untuk meningkatkan nilai tambah dan mengurangi sekecil mungkin ketergantungan terhadap kelimpahan sumberdaya alam. Untuk itu pembangunan hortikultura ke depan harus terbuka dan responsif terhadap perkembangan inovasi mutakhir, tetapi harus selaras dengan kelestarian lingkungan dan kearifan lokal. Pada saat ini perkembangan IPTEK hortikultura mengalami kemajuan yang sangat pesat. Di bidang pemuliaan tanaman, kegiatan penelitian diarahkan pada upaya mendapatkan varietas unggul baru tahan terhadap cekaman lingkungan biotik dan abiotik yang menjadi kendala dalam peningkatan produksi, produktivitas, dan mutu hasil hortikultura. Perakitan varietas hortikulura dilakukan melalui kegiatan pemuliaan konvensional dan pendekatan bioteknologi. Pemanfaatan biologi molekuler, teknik mutasi dan transformasi genetik menjadi trend masa depan mengingat hasil yang lebih cepat untuk kegiatan seleksi, identifikasi, dan perakitan varietas dengan karakteristik spesifik yang tidak dapat dilakukan melalui pendekatan konvensional.
  1. Kegiatan penelitian di bidang hama dan penyakit sebagaian besar dilakukan untuk menghasilkanteknologi pengendalian yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan agensia hayati yang diformulasikan dalam berbagai produk biopestisida. Kecenderungan arah penelitian ini mengantisipasi tuntutan lingkungan strategis masyarakat internasional yang peduli terhadap keamanan pangan, lingkungan dan tenaga kerja. Kepedulian masyarakat internasional tersebut dituangkan dalam bentuk tuntutan persyaratan penerbitan sertifikasi produk berbasis GoodAgriculture Practices (GAP), Sanitary and Phytosanitary (SPS) dan Maximum Residue Limits (MRLs). Persyaratan ini menjadi technical barrier bagi masuknya produk hortikultura ke berbagai negara maju.
  1. Penelitian di bidang produksi tanaman hortikultura mengarah pada pemanfaatan agroinput yang berasal dari bahan dari alam, seperti biocompost yang mengandung agensia yang memacu ketersediaan hara bagi tanaman. Selain itu itu penelitian diarahkan pada penerapan teknologi berbasis LEISA untuk efisiensi dan kelestarian lingkungan produksi serta modifikasi lingkungan untuk adaptasi perubahan iklim. Penelitian tentang induksi pembungaan dan pembuahan dilakukan secara intensif untuk mengatasi ketidak-normalan siklus tanaman akibat perubahan iklim.
  1. Penelitian di bidang pasca panen difokuskan inovasi pengolahan untuk peningkatan nilai tambah melalui diversifikasi produk. Inovasi ini sangat sesuai untuk mengatasi kelimpahan hasil dilapangan. Selain itu penelitian juga banyak dilakukan untuk menghasilkan inovasi selama proses transportasi melalui penerapan modifikasi admofir ataupun admosfir terkontrol dan teknik pengemasan yang mampu mempertahankan mutu hasil tetap prima hingga ke tangan konsumen.
  1. Kajian sosial ekonomi pada komoditas hortikultura merupakan salah satu bidang yang sangat penting dalam peningkatan daya saing. Analisis preferensi dan prospek pasar sangat diperlukan bagi pelaku usaha dalam penetapan strategi pemasaran dan perluasan jaringan pasar. Di era globalisasi perdagangan dunia penetapan strategi pemasaran merupakan kunci utama bagi keberhasilan penguasaan pasar internasional komoditas hortikultura.

Tinggalkan Balasan