Sambutan Presiden RI Pada Pembukan Pekan Nasional (Penas) XIV

penas_xiv_petani_nelayan_8-sby-abror.sumber.humas.seskab.Sambutan Presiden RI Pada Pembukan Pekan Nasional (Penas) XIV Tani-Nelayan, Stadion Kanjuruhan, Kab. Malang, Jatim, 7 Juni 2014 Bismillah hirrohman nirrohim, Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarokatuh, Salam sejahtera untuk kita semua. Para tamu undangan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri yang saya cintai, Saudara Ketua KTNA Bung Winarno, para petani, para nelayan, dan para petani hutan yang datang dari seluruh tanah air yang saya cintai dan saya banggakan. Alhamdulillah hari ini kita dapat berkumpul di Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jatim. Provinsi, gudang pangan, lumbung pangan di Indonesia, untuk bersama-sama membulatkan semangat dan tekad kita, menyatukan langkah dan upaya kita untuk bagaimana memajukan pertanian dan kehutanan di Indonesia tercinta ini, agar makin ke depan, Indonesia, negara kita makin memiliki ketahanan pangan, kecukupan pangan, dan swasembada pangan. Sehingga kita memiliki kemandirian pangan di negeri sendiri. Pertama-tama atas nama negara dan pemerintah, dan selau pribadi, saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para petani, para nelayan, dan para petani hutan atas kerja kerasnya, tidak takut oleh sengatan panas dan guyuran hujan untuk meningkatkan produksi pangan di seluruh Indonesia. Jasa saudara semua amat besar, dan bangsa Indonesia tidak akan pernah melupakan sumbangan dari para petani, nelayan, dan petani hutan terhadap swasembada dan ketahanan pangan di negeri kita. Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan yang tadi kita serahkan kepada para pimpinan daerah, serta para petani, nelayan unggulan di atas semua, yang telah dilakukan sehingga menjadi contoh, menjadi tauladan bagi yang lain. Dan, teruslah berprestasi, teruslah memberi contoh atas upaya untuk memajukan sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan untuk memajukan taraf hidup dan kesejahteraan para petani, para nelayan, dan para petani hutan. Saudara-saudara, kita mengetahui lima tahun yang lalu penduduk dunia mencapai 7 miliar manusia. 30 tahun kemudian, penduduk dunia akan menjadi 9 miliar manusia. Artinya apa? Di bumi kita ini, dengan pertambahan penduduk seperti itu, manusia se dunia memerlukan tambahan pangan sebesar 60-70 persen, dan tambahan energi juga 60-70 persen. Artinya, makin ke depan kebutuhan pangan akan meningkat tajam. Oleh karena itu,  agar dunia tidak kelaparan, agar Indonesia tidak kekurangan pangan, maka tugas kita adalah dengan cara-cara yang tepat, cara-cara yang cerdas, yang tidak merusak lingkungan, kita meningkatkan produksi pangan di Indonesia, dan tentunya produksi pangan di seluruh dunia. Saudara-saudara berbicara tentang sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan, berbicara tentang ketahanan dan kemandirian pangan, kita memiliki 3 (tiga) sasaran besar. Sasaran yang pertama adalah kita ingin pangan di negeri kita ini cukup, bahkan lebih. Kita bisa berswasembada, dan kita memiliki ketahanan pangan yang kuat. Itu sasaran pertama. Sasaran besar kedua adalah kita ingin penghasilan para petani, nelayanan dan para petani hutan makin membaik. Sasaran yang ketiga, rakyat yang jumlahnya 245 juta bisa membeli kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. Untuk mencapai 3 (tiga) sasaran itu ada 5 (lima) pihak yang berkepentingan, yaitu: 1) Pemerintah, pemerintah pusat maupun daerah, termasuk para gubernur, para bupati dan walikota dengan cara kita menyusun dan mengembangkan kebijakan yang tepat; regulasi yang tepat; iklim pertanian, perikanan dan kehutanan yang tepat; iklim investasi dan usaha yang juga tepat. Itu yang menjadi tanggung jawab pemerintah. Kebijakan pemerintah kita dalam era globalisasi haruslah melindungi petani, nelayan, dan petani hutan kita. Itu tugas dan kewajiban pemerintah. Yang kedua, kelompok pakar, peneliti, dan inovator di bidang pertanian, perikanan, dan kehutanan juga harus bekerja keras agar produksi dan produktivitas pangan kita makin tinggi. Itu menjadi tugas dan tanggung jawab para ahli teknologi, para peneliti, para pakar yang selama ini saya ikuti juga terus bekerja keras untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pangan kita. Yang ketiga adalah dunia usaha, penting, agar apa yang dihasilkan oleh para petani, nelayan dan petani hutan dengan perdagangan yang adil, dengan industri yang adil, itu juga bisa dikembangkan untuk kepentingan kita semua. Dunia usaha tentu memerlukan keuntungan, tapi ingat petani, nelayan, dan petani hutan juga memerlukan keuntungan, dan bahkan penghasilan yang lebih baik. Ingatlah kalau melaksanakan perdagangan, apakah produk-produk pertanian, perikanan dan kehutanan, jangan sampai mengabaikan kepentingan para petani, para nelayan, dan petani hutan juga memerlukan peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan. Yang keempat, komunitas tani sendiri, para petani, nelayan, dan petani hutan juga harus tetap rajin, tetap produktif,  makin memiliki pengetahuan, makin trampil, makin menguasai teknologi, tahuc ara mengatasi hama, tahu caranya bercocok tanam dalam perubahan iklim, dan lain-lain. Demikian juga koperasi, usaha kecil dan menengah, dan usaha yang dilakukan para petani, nelayan, dan petani hutan juga harus berkembang. Artinya, komunitas petani, nelayan, dan petani hutan juga bisa berbuat banyak untuk meningkatkan produksi pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masing-masing. Sedangkan kelima, yang tidak boleh dilupakan, ingat saudara-saudara jangan tidak berkembang. Bahkan selain itu tanah kita tidak subur lagi karena kesalahan manusia se dunia berabad-abad selama ini. Oleh karena itu, manusia se dunia dan rakyat Indonesia janganlah kita rakus, janganlah kita boros, janganlah kita mengkonsumsi pangan lebih dari kepatutannya. Harus efisien dan hemat. Dengan demikian, kita memiliki anak cucu kita, kita mencari jalan dia juga memerlukan kecukupan pangan. Itulah saudara-saudara 3 (tiga) sasaran besar, dan siapa-siapa yang bertanggung jawab untuk mencapai 3 (tiga) sasaran itu. Sebelum saya mengakhiri sambutan ini, yang merupakan kehadiran saya bersama KTNA sejak tahun 2004 saya bersama Winarno sahabat saya, terus menjalin kerjasama. Ini kesempatan terakhir saya karena 4,5 bulan lagi saya akan mengakhiri tugas saya. Sebagai Presiden RI, saya mendoakan, saya memohon kepada Allah SWT agar kesejahteraan para petani, para nelayan, para petani hutan makin ke depan makin baik kerjasama kita, baik saya berkunjung ke seluruh Indonesia, ke desa-desa, kecamatan-kecamatan dan kabupaten, kita bertemu dengan semuanya, indah sekali, semangatnya tinggi untuk meningkatkan produksi pangan. Saya berharap dukungan saudara berikan kepada presiden yang baru, yang Insya Allah akan memimpin kita mulai  20 Oktober mendatang. Kalau saya mencintai para petani, nelayan, dan petani hutan, saya yakin presiden kita nanti juga memiliki kecintaan yang sama. Demikianlah saudara-saudara, bagi yang kembali ke daerah provinsi sampaikanlah salam saya kepada keluarga yang tidak hadir pada kesempatan ini. Kepada tamu negara sahabat dan dari Jepang, marilah kita lanjutkan kemitraan, kerjasama kita agar dunia usaha kita tidak kekurangan pangan, agar manusia sejagat memiliki kesejahteraan yang baik. Demikianlah saudara-saudara, dan akhirnya terlebih dahulu dengan memohon ridho Allah SWT, dan dengan mengucapkan Bismillah hirroham nirrohim, Pekan Nasional XIV Tani dan Nelayan Tahun 2014 dengan resmi saya nyatakan dibuka. Wassalamu alaikum Warahmatullaahi wabarokatuh. (Sumber : Humas Setkab)

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event